Kepergian Mu

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Sedih, Cerpen Horor (Hantu)
Lolos moderasi pada: 23 October 2015

Hujan deras membasahi bumi berikut dengan petir yang menyambar kemana-mana. Tak ketinggalan pula angin kencang yang menerpa pepohonan depan rumahnya. Rita masih membiarkan tubuhnya diterpa angin malam. Satu detik, dua detik, akhirnya ia memutuskan untuk menutup jendela kamarnya. Hujan malam ini membuat suasana hatinya semakin risau.
Risau karena memikirkan kekasihnya yang tak kunjung menghubunginya. Ia berhenti menghubunginya setelah 30 calling darinya tak ada jawaban. Ia masih bingung dengan sikap kekasih yang akrab ia panggil “Mas” itu. Mas Dion, ya itulah panggilannya untuk cowok yang sudah menemani hari-harinya 5 tahun terakhir ini. Tak ada konflik dalam hubungan mereka selama 5 tahun itu.

Rita kembali melihat layar ponselnya. Namun, ia harus merasa kecewa untuk yang kesekian kalinya, karena seseorang yang diharapkannya tak juga menghubunginya. Padahal Dion sudah berjanji akan menghubunginya kalau ia sudah sampai dari tempat kerjanya. Tak biasanya ia seperti ini. “Mungkin mas Dion cape setelah kerja seharian, dan mungkin saja ia sudah istirahat. Sebaiknya aku tidak menggangunya.” Pikir gadis berambut panjang itu.

Ia merebahkan badannya di ranjang tempat tidurnya. Kasur itu cukup bisa membuatnya sedikit tenang. Tangannya meraih selimut tebal yang tertata rapi di atas kasur itu. Ia hendak meletakkannya ke seluruh tubuhnya sebelum akhirnya suara bel terdengar keras di telinganya. Dengan langkah gontai ia mulai menyusuri pintu rumahnya yang berjarak 10 meter dari kamarnya. Diputarnya kunci pintu itu satu kali untuk membukanya. Lalu ditariknya pintu itu dengan pelan. Dan tiba-tiba kedua matanya terbelalak melihat seseorang yang berada di depan pintu.

Seseorang yang membuatnya mengurungkan diri untuk beristirahat. Seseorang yang sangat ia kenal, dan seseorang yang sangat ia sayangi melebihi dirinya sendiri. Lelaki itu sudah berdiri di depannya dengan basah kutup akibat diterjang hujan lebat. Ia menggigil kedinginan. Matanya sayu. Wajahnya pucat pasi. Keadaannya saat itu kacau balau membuat Rita tak bisa berhenti mengomelinya karena menembus hujan yang lebat.

“Mas ngapain ke sini malam-malam begini?” tanyanya sembari menariknya masuk. Tak ada jawaban darinya. mungkin air hujan itu sudah membuatnya tak mau berbicara.
“Ya sudah, Mas sekarang ganti baju dulu!” pintanya dengan menyodorkan sebuah kaos dan celana jeans milik kakaknya.
Namun, lelaki itu malah memegang tangan Rita dengan erat. Tangan itu sangat dingin. Ia terus menggenggam tangan Rita dengan sangat erat seraya berkata. “Aku sangat mencintaimu.” Ujarnya dengan bibir gemetar. “Aku mencintaimu melebihi diriku sendiri.” Lanjutnya.
“Aku juga sangat mencintai Mas.” Balasnya dengan senyum di bibirnya. Tanpa diucapkan Rita memang sudah tahu kalau lelaki yang ada di sampingnya saat itu sangat mencintainya begitupun sebaliknya.

Dering ponsel milik Rita membuyarkan keheningan itu. Diraihnya ponsel berwarna cokelat itu, dan di sana sudah tertera nama Evi, sahabatnya.
“Hallo.” Sapa Rita.
“Rit, aku ada kabar buruk untuk kamu.” suara di seberang membuat hati Rita yang tadinya sudah tenang dengan kedatangan Dion, kini mulai resah dan risau kembali.
“Ada apa?” tanya Rita memberanikan diri.
“Dion… Dion kecelakaan dan nyawanya tidak dapat tertolong lagi.” Nada suaranya tampak gugup.

Tak ada kekhawatiran di wajah Rita. Ia malah tertawa. “Apa? Kamu bilang Mas Dion meninggal? Kalau kamu mau buat aku jantungan, sayangnya malam ini kamu tidak berhasil. Mas Dion sekarang lagi sama aku.” Ketusnya dengan menertawainya.
“Aku tahu, kamu pasti sangat terpukul dengan berita ini. Tapi kamu harus menerima kenyataan kalau Masmu itu sudah tidak aka Rit.” Tegas Evi.
Sesaat Rita terdiam. Walaupun tidak sepenuhnya ia mempercayai berita itu, namun tak dapat dipungkiri kalau hatinya dilanda rasa khawatir. Dadanya sesak.
“Ya sudah, aku tunggu di rumah sakit Soebandi ya.” Tanpa jawaban dari Rita, gadis itu sudah memutuskan teleponnya.

Rita menoleh ke tempat Dion duduk sebelum ia menerima telepon dari sahabatnya tadi. Tak ada seseorang di sana. Dada Rita semakin sesak. Kekhawatiran itu semakin menusuknya. Ia bangkit dari tempat duduknya dan mencari sosok lelaki yang ada di sampingnya tadi.
“Mas Dion… Mas Dion kemana mas?” panggil Rita mencari lelaki itu ke semua sudut ruangan. Namun tak ada jawaban darinya.

Ia menghempaskan tubuhnya ke lantai. Air mata membanjiri kedua pipinya. Kata-kata sahabatnya di telepon tadi masih terap terngiang di telinganya.
“Kenapa Mas Dion tingalin aku.” Lirihnya. Menangis tersedu-sedu. Air mata menggenang di kedua pipinya.
Tiba-tiba, angin kencang itu kembali menerpa badannya. Terdengar bisikan dari arah kanannya.
“Aku datang, karena aku ingin melihatmu untuk yang terakhir kalinya sayang… selamat tingal.”
Tangisannya semakin menjadi. Melihat kenyataan bahwa lelaki yang sangat dicintainya meninggalkan ia untuk selama-lamanya.

The End

23 April 2014

Cerpen Karangan: Alief Dealova
Facebook: Alief Dealova

Cerpen Kepergian Mu merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


RElove

Oleh:
Seorang gadis cantik melonjak berdiri dari kursinya dan bertepuk tangan keras-keras. Matanya menatap lurus ke panggung sambil tersenyum. Hatinya begitu senang mendengar nama Band The Junkist disebut sebagai juara

The Little Thing Become A Big Thing

Oleh:
Melupakan kakak memang merupakan hal tersulit dalam masa meninggalkan masa SMA ini. Namun selalu aku coba untuk merelakan kakak, walau kakak adalah orang pertama yang paling lama ada di

Aku Terlalu Kuat Untuk Kau Sakiti

Oleh:
Ada seseorang yang menyentuh pundaknya Karin, dia membalikkan badannya. Dan bertapa terkejutnya dia setelah mengetahui siapa yang menyentuh pundaknya. Seseorang yang dulu pernah menghiasi harinya, Rama. “Hay, apa kabar?”

Hujan

Oleh:
Langit sudah menjadi kelabu, angin pun sudah mulai menyeruak, hari telah berganti sore seiring matahari yang tenggelam. Namun, aku masih di sini. Masih duduk dengan tenang di kursi panjang

When Lost My Romeo

Oleh:
Hari ini adalah hari pertama gua memasuki masa SMA, rasanya yaaa senang sekali, karena gua berharap semoga saja gua akan mendapatkan cinta pertama gua di sini. Nama gua Devan

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *