Ketenangan Yang Mematikan

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Horor (Hantu)
Lolos moderasi pada: 20 January 2016

Namanya Ryan Toxic seorang pecandu nark*ba dan sangat tergila-gila dengan barang yang satu itu. Temannya bernama Gebi Long berencana untuk membeli barang haram tersebut kepada seorang bandar yang mereka rahasiakan identitasnya.

“Bukankah akhir-akhir ini sangat sulit mendapatkan a*gle dust?” Ucap Ryan.
“Tentu kita harus memperbanyak stoknya dan menyimpannya di tempat yang aman.” Kata Geby yang berusaha memikirkan hal yang lebih praktis. Tidak lama setelah itu muncul ide yang kreatif dari otak Ryan. “Bagaimana kalau kita mencari sebuah rumah, gedung atau apalah agar kita tidak sulit melakukan transaksi?” Ujar Ryan dengan percaya dirinya memperagakan semuanya dengan gerakan. “Ide bagus, aku suka itu. Tapi kita harus mencari bangunan yang kosong atau lebih bagus bangunan yang dianggap angker atau apalah agar penduduk tidak curiga dengan kita” Ucap Gebi.

Keesokkan harinya mereka mulai mencari-cari tempat yang bagus untuk melakukan transaksi barang haram itu. Tidak lama kemudian sampailah mereka di sebuah daerah sudut kota yang sangat sepi penduduk. Dan mereka melihat sebuah bangunan lebih mirip sebuah toko yang tidak terawat dan seram. “Perfect. Ini yang kita cari.” Ujar Geby. Mereka berdua turun dari mobil. “Toko mainan ti…. j… nama aneh apaan nih?” Kata Ryan sambil terus memandangi papan nama toko itu. “Berdiri tahun 1989, gila ini yang kita cari. Lihat toko ini dijual cepat” Ujar Geby dengan hati yang sangat senang.

Mereka masuk ke dalam toko tersebut dan menemukan mainan-mainan yang aneh dan kebanyakan sudah rusak. Sebulan setelah membeli toko tersebut mereka berdua sangat menikmati ketenangan dan nikmatnya mendapatkan barang-barang itu dengan mudah tanpa diketahui oleh siapa pun. Ketenangan itu pun menjadi kematian ketika hal-hal ganjil yang mereka rasakan merenggut nyawa mereka.

“Coba yang ini?” Kata Gebi memberikan sebungkus serbuk putih pada Ryan.
“Apa ini? jangan melakukan hal yang kotor di sini. Siapa yang membuat tulisan bodoh seperti ini?” Ryan membaca secarik kertas yang berada di meja kasir toko itu.
“Biarkan saja paling cuma… Wow hawa apa ini? Dingin…”
“Cukup Gebi itu tidak ada jangan takuti aku!” teriak Ryan pada Gebi.
“Kau tahu banyak orang yang bilang toko ini angker dan setiap jam tiga pagi pasti ada bunyi mainan dan ada penampakan anak-anak yang datang membeli mainan” Kata Gebi takut.

Ketakutan yang mereka rasakan membuat bayang-bayang hitam semakin mendekati mereka. Hingga suatu hari barang-barang haram berhasil mereka dapatkan sangat banyak dari bandarnya. “Lihat semua ini sangat nikmat” Geby menciumi barang-barang tersebut. “Sudah ku bilang jangan mengotori tokoku dengan barang itu!” Ryan berubah seperti pria tua dan memakan semua barang-barang haram tersebut.

“Ryan apa yang kau lakukan?” Gebi mendekati Ryan.
“Kau ….” Ryan memasukkan semua barang-barang haram tersebut ke mulut Geby hingga dia meninggal dunia. Arwah itu pun ke luar dari tubuh Ryan setelah tubuhnya mati. “Sudah ku bilang jangan melakukan hal-hal kotor di tempatku” Arwah itu pergi dan meninggalkan mereka berdua.

Pagi hari polisi mengamankan tempat itu dan dua orang korban serta menangkap bandar yang menjual barang tersebut. Dia dalam toko terlihat seorang kakek tua dan beberapa anak-anak yang tersenyum. Warga mengatakan itu adalah toko mainan milik seorang pria asing. Ia membangun toko itu sehari setelah putranya meninggal karena menggunakan barang-barang haram tersebut. Sangat banyak anak-anak yang datang dan bermain di toko tersebut.

Suatu hari seorang anak yang merupakan pelanggan setia bapak itu datang dan ia mendapati ada barang haram di tas anak tersebut. Sakit hati melihat barang itu bapak itu membakar toko tersebut. Dan dia pun meninggal dengan perlahannya. Namun tidak diketahui kenapa banyak arwah anak-anak di toko tersebut.

Cerpen Karangan: Dea Safarina
Facebook: Dea Safarina
Nama Dea Safarina, sekolah SMK SMTI PADANG.

Cerpen Ketenangan Yang Mematikan merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Kak

Oleh:
Jalanan sepi membuat suasana tambah lebih horor dari biasanya, lampu jalan yang remang-remang setia menemani perjalanan pulang ini, ditambah lagi udata dingin dan juga hujan yang rintik-rintik membuat suasana

Tulisan Rindu

Oleh:
Lama rasanya tak kutorehkan sebaris tulisan dalam handphoneku ini. Biasanya setiap berkutat dengannya kususun kata demi kata yang terngiang di kepalaku, kuketik perlahanan dengan keyboard virtualku, dan kusimpan dalam

Shilla

Oleh:
Malam itu hari minggu aku sedang belajar matematika karena besok ada ulangan matematika. Entah kenapa aku sangat haus, jadi aku mengambil minuman kaleng di dapur, lalu aku melanjutkan belajarku.

Taman Terkutuk

Oleh:
Seorang jurnal paruh waktu baru saja dipecat dari pekerjaannya. Ia terlihat linglung dan bersedih sepanjang langkah kaki keluar gedung. Ia pun merasa tak sanggup untuk menatap pasang mata siapa

Friend

Oleh:
Sudah kesekian kalinya kami harus pindah rumah. Ini karena ibu harus bekerja ke luar kota. Kadang, aku bosan hidup nomaden begini. Maksudku, itu berarti kau harus beradaptasi dengan segala

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *