Kidnapped by Satan

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Horor (Hantu)
Lolos moderasi pada: 15 November 2021

Ini adalah sebuah kisah mengerikan yang pernah aku alami saat aku masih kuliah dulu. Aku Adalah salah satu Mahasiswa di salah satu perguruan tinggi, saat ini aku sudah menginjak semester terakhir yaitu semester tujuh dan sudah waktunya aku sibuk dengan skripsi.

Selama semester semester sebelumnya aku tinggal di sebuah kosan yang letaknya jauh dari lokasi kampusku bahkan biaya perbulan sewa kos annya cukup mahal, namun aku sudah nyaman kos disini karena aku sudah akrab dengan lingkungan kos serta tetangga dan juga ibu Mira (Ibu Kos). Namun uang tabunganku sudah tidak cukup lagi untuk membayar kos empat bulan kedepan, sehingga aku memutuskan untuk pindah.

Aku kemudian mencari di internet dan menemukan sebuah kosan yang jaraknya cukup dekat dengan kampusku dengan harga yang cukup murah dan jika dihitung uang tabunganku cukup untuk membayar per bulan kosnya. Walaupun berat aku mulai memutuskan untuk pindah, aku membereskan semua barang dan mulai berpamitan dengan teman kosan dan ibu Mira.

Aku kemudian pindah ke kosan baru dengan sendiri karena temanku Rara ada urusan penting sehingga dia tidak bisa membantuku. Saat sampai di kosan baru, ibu kos menyambut kami dan mengarahkan ke kamar kos yang masih kosong. Kos-kosan ibu ini mempunyai sepuluh kamar kos dan berlantai dua. Aku kemudian diarahkan ke kamar pojok lantai dua melalui lorong yang gelap. Ibu kos kemudian berkata “Maaf ya mbak, Lampunya rusak belum diganti nanti saya suruh Parjo (Asisten Bu Kos) ganti lampu itu. Oh iya Mbak nama mbak siapa ini ibu kasih nomer WA ibu nama ibu Ibu Siti” “Oh Iya bu, nama saya Rita. Terimakasih banyak ya bu”, kataku.

Aku kemudian membereskan kos kosan sendiri hingga larut malam, aku kemudian mengambil wudhu dan melakukan sholat isya’ setelah itu aku mulai mengerjakan tugas kuliah yang numpuk. Saat sedang mengerjakan Tiba-tiba aku mendengar dua orang tertawa cekikikan “HIHIHIHI”, dan sepertinya terdengar di kosan sebelah. Awalnya Aku mengira itu mungkin tetangga kosku, namun suara cekikikan tertawa itu terdengar semakin keras dan mengganggu konsentrasi. Kemudian aku refleks dan berkata “Diam, berisik lu”. Seketika keadaan menjadi hening tidak ada suara apa pun. Aku agak sedikit takut karena suasana baru yang membuatku masih belum nyaman.

Aku memutuskan untuk tidur. Kemudian saat tengah malam, aku terbangun oleh suara dobrakan pintu yang terdengar sangat jelas ” GBRAKKK”. Aku Pun terbangun sangat kaget dan langsung memeriksa pintu depan, namun tidak ada seorangpun dan ternyata pintunya pun masih terkunci. Aku pun sangat merinding ketakutan suara itu terdengar jelas, sepanjang malam aku tidak bisa tidur. Seperti ada seseorang yang yang sedang memperhatikanku di sudut ruangan ini. kemudian aku membuka hp dan menyetel musik menggunakan earphone supaya aku tidak merinding lagi. Aku pun ketiduran dan terbangun pukul delapan pagi.

Aku bersiap untuk berangkat kuliah. Kemudian aku memperhatikan kamar kos sebelah dan sepertinya tidak ada orang yang ngekos disana. Aku pun turun dan bertemu salah satu laki laki yang juga kos disini. Aku berkata “Salam kenal namaku Rita aku baru pindah kemarin, eh aku nanya boleh?”. “Salam kenal juga namaku Dika, aku udah lama ngekos disini, boleh, emang mau nanya apa?” Jawab Dika. “Eh aku kan baru ngekos di kamar paling selatan, emang di kamar sebelah ada penghuninya?” tanyaku. Dika menjawab “setahuku ya, Bu Siti (bu kos) bilang tinggal dua kamar kos yang masih kosong, karena kamu udah pindah kesini jadi tinggal satu aja kamar kos yang kosong. Emang kenapa” . “Oh terimakasih mas Dika infonya. Nggak apa-apa kok aku cuma nanya aja. aku berangkat kuliah dulu.” Jawabku. Aku Pun berangkat ke kampus, kemudian setelah selesai kuliah Rara dan temanku lainnya mengajak nongki bareng di cafe. karena keasyikan kami lupa waktu dan jadinya aku sampai di kos pukul sebelas malam. Suasana kos hening karena semua penghuninya sudah tidur.

Aku pun pelan pelan naik ke lantai atas, aku kaget karena sangat gelap sekali karena lampunya belum diganti. Aku mengeluarkan hp dan menyalakan senter sambil berjalan kearah kamar kosku. Dan akhirnya aku masuk ke kamar dan segera mandi. Selesai mandi, terdengar bunyi laptopku berdering. Ternyata ada panggilan video call dari Rara, karena belum mengantuk aku mengangkatnya. Awalnya semua baik-baik saja kami berbincang-bincang tentang keseruan saat nongkrong tadi, di tengah pembicaraan. Rara berkata “Eh ta lu sama siapa?, ciee udah punya temen baru ni yee”
Aku menjawab “Jangan ngadi ngadi lu ra, aku sendiri di kosan tau”. Rara menjawab “Aku gak bercanda lo ta, sekarang dia aja masih berdiri… dibelakang… (Jaringan Internet tiba-tiba lag Sehingga vc kami juga terputus)”. Aku pun menutup laptop dan mulai melihat sekelilingku dan seperti biasa tidak ada seorangpun di kamarku.

Aku langsung bergegas tidur Sambil berdoa dan akhirnya aku bangun pukul delapan pagi. Aku bersyukur karena gak ada hal aneh yang terjadi di malam ini. Saat itu aku bangun namun badanku sakit semua dan rasanya sangat nyeri. Dan aku memeriksa hp ada pesan WA dari bu Siti “Assalamualaikum Mbak Rita, nanti keponakan saya Reihan berkunjung ke rumah saya, tapi saya masih pergi keluar kota, jadi nanti keponakan saya akan tinggal sementara di kamar kos sebelah kamar Mbak Rita, Saya titip salam sama Reihan ya”. Kemudian aku jawab WA bu Siti. “Wa’alaikumsalam, iya bu Siti nanti saya sampaikan”. Selain itu ada pesan WA dari Rara “Ta nanti jam sepuluh pagi aku ke kosanmu ya, kita nonton bareng”. Didalam hatiku merasa tenang karena sudah ada yang menghuni kamar sebelah dan Rara akan berkunjung ke kosanku. Karena hari ini hari Minggu, aku tidak berangkat kuliah. Setelah itu aku keluar rumah untuk menyapu latar kamar kosku.

Kemudian aku bertemu Mas Reihan keponakan Bu Siti “Kamu Mas Rehan kan keponakan Bu Siti?, btw Aku anak kos disini, tadi bu Siti titip Salam”. Anehnya Mas Reihan sama sekali tidak menatapku dan tidak berkata apapun, Kemudian dia malah pergi masuk dan mengunci pintu. Disaat itu Rara tiba di kosanku dan membawa banyak Snack. Kami berdua kemudian menonton serial Netflix di laptopku. Dan anehnya gak ada suara berisik dari kamar Mas Reihan. Kami berdua pun keasyikan nonton sampai ketiduran hingga Maghrib.

Ketika aku terbangun aku melihat jam dan sekarang sudah pukul enam malam, aku pun membangunkan Rara “ra! ra! Bangun ra udah Maghrib ini, kita belum sholat duhur sama ashar ra! Banguun!”. Rara pun seperti kesetanan entah apa yang terjadi dia kemudian langsung mencekikku dan membisikkiku “Kaluar ti dieu, ieu imah kuring! (Pergi dari sini, ini rumah saya!)” Aku pun hampir mati namun aku kemudian memegang tangannya dan membacakan ayat kursi “Allaahu laa illaa huwal-hayyul-qayyuum, laa ta’khudzuhuu sinatuw wa laa nauum, lahuu maa fis-samawati wa maa fil-ard, man dzalladzii yasyfa’u ‘indahuu illaa bi idznih, sadar ra aku ini temanmu”. Kemudian tangan Rara sangat panas dan dia pun terjatuh.

Leherku sangat sakit seperti patah dan memar. Kemudian aku masuk ke kamar dan ternyata aku melihat Rara baru saja selesai sholat dan berkata “Eh ta kamu baru bangun, dari tadi aku bangunin kamu malah gak bangun bangun cepet gih sholat aku udah, eh leher kamu kenapa?”. Aku pun sepontan kembali melihat ke ruangan depan dan terlihat Mas Reihan sambil membawa sebuah pisau dan kemudian dia menggorok lehernya sendiri dan berkata “maot anjeun, miharep anjeun ka naraka jeung kuring (matilah kamu, semoga kamu pergi ke neraka bersamaku)”. Aku pun syok dan menutup pintu kamar.

“Apa yang terjadi”, kata Rara. “Kita harus pergi dari sini raa, tempat ini angker” kataku. Rara yang tak percaya hal mistis pun bercanda dan berkata “Aku gak akan percaya hantu sebelum aku melihatnya sendiri”. Rara pun keluar dari kamar sendiri karena aku masih ketakutan aku tidak ikut keluar. Aku pun kemudian menerima WA dari bu Siti dari 8 jam yang lalu belum sempat aku baca “Mbak Rita, Mas Rehan ternyata gak jadi kekosan, ternyata keponakan saya di rumah sakit nemenin ibunya lagi sakit mohon doanya ya Mbak Rita”. Selain itu ada pesan dari Rara dari 2 jam yang lalu “Maaf Ta aku pulang duluan aku gak tega bangunin kamu habis kamu tidurnya lelap banget sih, aku pulang dulu, aku ada urusan mendadak sama keluarga aku, Makasih ya Ta udah mau nemenin aku nonton hehe 🙂 “.

Aku pun keringat dingin dan Memberanikan diri keluar dari kosan. Aku pun akhirnya keluar dari kosan dan turun kebawah dan mengetuk pintu kamar kos Mas Dika. Namun aku kaget ternyata aku baru sadar kalau aku selama ini berada di sebuah kosan terbengkalai yang sudah tua dan sudah lama tidak berpenghuni. Aku pun menangis sejadi-jadinya dan kemudian menelepon temanku Rara, “Raa, kita ketemuan, jemput aku disini cepetan aku share location!”.

Rara pun datang ke tempat ini dan berkata “Selama ini kamu kemana aja si, nomer kamu gak bisa dihubungi, kamu pun dua hari ini gak masuk ke kampus, tau nggak aku tuh khawatir ta, dan kamu baru kasih kabar sekarang, sekarang apa yang kamu lakukan di kosan terbengkalai ini ta ?”. “Aku akan jelaskan semuanya tapi kita pergi dari sini dulu”. Kami pun pergi ke sebuah cafe dan aku mencoba menjelaskan semua yang aku alami.

“Gak mungkin ta, aku sama sekali gak ketemu kamu udah tiga hari, dan aku juga berusaha WA kamu hubungi kamu tapi gak ada jawaban, bahkan aku hampir lapor polisi ta”. Aku pun kemudian menunjukkan sebuah bukti chat WA dari Rara namun anehnya semua chat baik dari Bu Siti maupun Rara tiba-tiba hilang. Aku pun kebingungan dan kemudian bertanya “Oke kalau begitu, kapan terakhir kamu ketemu aku dan aku juga beritahu kamu aku udah pindah kosan”. Rara pun menjawab “Terakhir aku ketemu kamu sih kita kan sama putri dan amel habis mendaki di gunung salak selama dua hari terus aku anterin kamu pulang deh sehabis itu aku gak lihat kamu lagi, dan kamu belum pindah kosan ta, barang barang kamu masih ada di kos bahkan teman temen kamu udah nyariin kamu”. Aku pun tidak sanggup berkata-kata lagi dan kemudian aku diantar pulang ke kosan oleh Rara, hal itu menjadi sebuah pengalaman paling mengerikan dalam hidupku bahkan aku tidak tahu bagaimana aku bisa mengalami kejadian aneh ini.

Aku tampak seperti orang linglung. Aku kemudian bertemu seorang ustadz dan ustadz tersebut melakukan ruqyah kepadaku. Ustadz Ali berkata bahwa selama aku berlibur di gunung salak banyak sekali jin yang menempel pada tubuhku dan jin tersebut tidak ingin keluar dan terus menggangguku. Setelah beberapa kali aku diruqyah aku akhirnya sembuh dan jin jin yang ada dalam tubuhku sudah hilang. Setelah kejadian itu aku langsung rajin beribadah dan selalu berdoa ketika berada di tempat baru. Alhamdulillah tidak ada lagi gangguan yang datang menerorku lagi.

Dari kisah mengerikan yang pernah aku alami ternyata hal yang terjadi padaku tidak hanya aku saja yang pernah mengalami. Hal seperti ini biasanya terjadi karena ada jin yang ingin menarik kita ke dalam dunia mereka dalam bentuk manipulatif artinya kita akan merasakan hidup seperti biasa padahal kita sedang berada di dunia mereka jin dan mereka selalu mengintimidasi pikiran kita sehingga kita lemah iman.

Sebuah pelajaran yang dapat diambil dari ceritaku adalah kita harus mendekatkan diri kepada Allah SWT dan selalu melaksanakan sholat selalu berdoa ketika berada ditempat manapun karena jin dan setan sangat menyukai manusia yang malas beribadah dan jauh pada perintah Allah SWT, maka dari itu kita harus meningkatkan amal ibadah kita agar iman kita kuat dan tidak diganggu oleh makhluk jin dan setan.

Cerpen Karangan: Abdillah Salam

Cerpen ini dimoderasi oleh Moderator N Cerpenmu pada 15 November 2021 dan dipublikasikan di situs Cerpenmu.com

Cerpen Kidnapped by Satan merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Karena Mimpi

Oleh:
Menyeramkan. Malam ini mimpiku menyeramkan. Memang sekarang aku sedang berada di rumah sakit, papaku opname. Papa, cepat sembuh Pa. Aku bermimpi indah tapi setelahnya mengerikan. Aku takut. Karena terasa

Dua Dunia

Oleh:
“Malam sayang. Lagi ngapain?” Begitulah kalimat pembuka yang aku tulis di pesan singkat yang aku kirimkan kepada kekasihku yang nun jauh disana. Hampir dua tahun ini kami menjalani LDR

Kutunggu di Pintu Akhirat (Part 1)

Oleh:
Pagi itu langit cerah. Gumpalan awan putih nampak bertebar membentuk suatu formasi yang indah jika dilihat lebih seksama. Namun tidak seperti kemarin, jika pandangan diarahkan jauh ke utara, puncak

Time Ghost (Part 2)

Oleh:
Darahku terasa memanas. Bulu kudukku berdiri. Tengkukku merinding dingin. Dalam lembar buku itu tertulis bahwa sekolah ini dulunya bukanlah sekolah manusia, melainkan asrama para setan. Dan memang benar apa

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *