Kuntilanak itu Menarik Selimutku

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Horor (Hantu)
Lolos moderasi pada: 22 August 2017

Perkenalkan namaku Astri Yunita bisa dipanggil Ita. Cerita ini aku alami ketika masih kuliah di kota Jogja. Waktu itu aku sudah menyelesaikan kuliahku dan sudah mengikuti yudisium. Karena tinggal menunggu wisuda aku menumpang di kost teman sekelompokku. Aku memang tidak memperpanjang kostku karena aku di jogja tinggal seminggu lagi setelah itu aku akan pulang ke kota asalku. setelah Yudisium memang semua teman-temanku pulang ke kota masing-masing. Aku memilih tinggal di Jogja seminggu karena ada urusan yang masih belum selesai.

Singkat cerita pada waktu itu teman yang aku tumpangi kamarnya berubah pikiran untuk pulang segera. Karena rumahnya di Gunung Kidul dia berjanji akan kembali ke kost lagi keesokan harinya. Tinggallah aku dan seorang temanku di kamar kost. Kami pun bersiap untuk tidur. Sebelum tidur seperti biasa kami mengobrol terlebih dahulu. Temanku sudah menguap terus dan bilang padaku kalau dia sudah sangat mengantuk. Tetapi mataku masih terang dan tidak merasa mengantuk sama sekali.

Aku mencoba untuk memejamkan mata sampai menghitung domba tatap saja tidak terlelap. Malam sudah semakin larut aku tetap belum bisa tidur. Entah mengapa udara Jogja malam itu terasa sangat dingin. Aku pun mengambil selimut kain yang dibawakan ibu. Kain jarit (kain bercorak batik yang biasa dipakai wanita Jawa jaman dulu) peninggalan eyang putriku itu memang aku bawa ke mana saja karena itu kenang-kenangan dari nenekku. Jarit itu memang jarang kupakai di kostku yang dulu karena temanku takut melihatku tidur berselimutkan kain jarut itu. Kata temanku seperti orang yang baru meninggal dan diselimuti Jarit.

Ketika mataku mulai mengantuk tiba-tiba ada yang menarik selimutku. Aku pikiri itu teman sekamarku. Tanpa membuka mata aku tarik kembali selimutku. Beberapa saat kemudian selimutku ditarik lagi, dengan sedikit mengomel aku tarik selimutku sambil berkata
“kalau dingin ambil selimutmu sendiri dong far, aku ngantuk dan dingin banget ini jangan mengganggu!”
Tetapi temanku diam saja. Aku pun cuek dan melanjutkan tidurku. Takut ditarik lagi, aku tidur sambil memegang erat selimutku. Seperti yang kuduga, selimutku ditarik lagi. Aku pun balas menarik selimutku dan terbangun
“nah… Jangan harap bisa ambil selimutku ya”
Tetapi ternyata bukan temanku yang menarik selimutku. Tangan seorang perempuan berbaju putih dan sangat pucat memegangi selimutku dengan sangat kuat.

Aku menoleh teman selamarku tertidur di sampingku dengan lelapnya. Dan ternyata yang menarik-narik selimutku bukan temanku tetapi sesosok perempuan bermuka pucat, berambut panjang dan memakai baju putih. Aku pun berteriak sangat kencang sampai teman sekamarku terbangun.
Pintu kamar diketuk oleh ibu kost yang juga kaget mendengar teriakanku.

Setelah kejadian itu esoknya aku langsung pindah ke bekas kostku yang dulu. Kost yang aman tanpa gangguan apapun. Aku masih tak habis pikir mengapa makhluk itu menarik selimutku? Ternyata kuntilanak itu menyukai selimut jarit peninggalan nenekku

Inilah kisahku, semoga menjadi kisah yang menarik dan bisa jadi pengalaman bahwa makluk halus seperti kuntilanak itu ada di sekitar kita.

Cerpen Karangan: Astri Yunita Wardoyo
Facebook: Astri Yunita Wardoyo

Cerpen Kuntilanak itu Menarik Selimutku merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Ghost Train

Oleh:
Pemuda bersurai cokelat madu itu sudah menunggu lebih dari satu jam. Kereta yang dijadwalkan tiba pukul sembilan lebih lima belas menit agaknya tidak tepat waktu. Kedua manik matanya bergerak

Misteri Roh Di Dalam Topeng

Oleh:
Hari ini teman Fifi yaitu Sisi ulang Tahun. Sisi mendapat kado sepesial dari saudaranya yaitu Alya. kado sepesialnya itu adalah topeng berbentuk orang mulutnya menutup dan sedikit mengeluarkan Lidahnya.

Serangan Lalat

Oleh:
Teriakan yang menggegerkan satu kampung. Pagi itu Lastri terbangun dan melihat suaminya telah tewas dengan kepala yang berlumuran darah. Mayat ditemukan di ruang tengah dengan kondisi mayat yang dikerumuni

Miss Night

Oleh:
Sounds of owls and howling dogs on the hills tease the eternal loneliness at to night. Momentary voice shouted to each other. Dogs or a owls, I don’t know

Mereka Yang Legam

Oleh:
Saya hendak turun dari bus ini. Saya takut. Walaupun saya sudah membeli tiketnya dan sudah memberinya pada bapak-bapak yang disana, tapi melihat perempuan di sebelah saya, pikiran saya jadi

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *