Kutukan Masa Orientasi

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Horor (Hantu)
Lolos moderasi pada: 12 April 2017

Rani adalah gadis lugu dan pendiam, dia baru saja lulus smp dan akan memasuki SMA, karena sifatnya yang pendiam dan tak suka bergaul jadi dia dianggap aneh oleh temannya dan juga sering diganggu oleh temannya waktu di SMP bahkan sampai saat masuk SMA. Dan beberapa hari lagi akan diadakan masa orientasi siswa.

Hari pertama semua siswa baru diganggu oleh seniornya di sekolah saat masa orientasi berlangsung, namun Rani diperlakukan lebih parah dari siswa lain, dia diperintah menyanyi sambil joget di depan semua siswa lain bahkan diperintah mengatakan perasaannya pada seniornya di sekolahnya semua siswa menertawainya dia hanya bisa menangis tersedu-sedu.

Keesokan harinya Rani diikat di tiang bendera dan disiram mengunakan air selokan lagi-lagi di depan semua siswa dan semua siswa hanya menertawainya dan dia hanya bisa menangis menahan malu dan bau tubuhnya.

Keesokan harinya Rani diperintah mengambil bola dalam kolam tapi dia tidak mau karena dia tidak bisa berenang tapi seorang senior mendorongnya turun, Rani tenggelam tapi tidak ada yang menolongnya untung saja ada guru yang melihat dan menolongnya.

Kejahilan yang diterima Rani membuatnya tertekan, hingga akhirnya tiba hari perayaan peresmian diterimanya siswa baru Saat kepala sekolah memberikan kata-kata sambutan tiba-tiba “bruk” suara terdengar dan semua siswa lari sambil teriak histeris. Dan ternyata itu Rani yang yang melompat dari balkon sekolah, darahnya mengalir dan bagian tubuhnya sebagian remuk. Peristiwa itu tak akan pernah dilupakan oleh semua penghuni sekolah.

Setelah tahun selanjutnya masa orientasi siswa dilaksanakan lagi dan hari pertama seorang siswa ditemukan tewas di kolam renang sekolah dengan kondisi mengenaskan, hari berikutnya itu terulang lagi, itu terus berlangsung selama masa orientasi siswa, satu persatu siswa ditemukan tewas mengenaskan tapi tak tahu sebabnya apa.

Kematian siswa yang tak wajar terus terulang selama tiga tahun dan hanya terjadi saat masa orientasi siswa berlangsung. Akhirnya pihak sekolah memutuskan untuk meniadakan masa orientasi siswa karena mereka mengganggap bahwa kematian siswa yang tak wajar pada saat masa orientasi adalah kutukan dari arwah Rani.

Cerpen Karangan: Renni Elga
Blog: Rennielga0808.blogspot.co.id

Cerpen Kutukan Masa Orientasi merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Red Chandelier (Part 1)

Oleh:
Kenalin, aku Olla. Sekarang sudah menginjak hari ke-lima aku bersekolah di SMA. Dan ini sudah ke-lima kalinya aku menjadi korban pembullyan. Aku murid baru di sini dan hari-hariku terasa

Hantu Palasik

Oleh:
Suatu malam yang gelap di tengah hutan daerah pegunungan Banjarmasin Kalimantan selatan tinggalah seorang nenek tua renta sebut saja namanya Nenek Inah dan seorang cucu perempuannya yang sedang mengandung

Wanita Berbaju Hitam

Oleh:
02.00 siang. “Bagaimana?” tanya seorang polisi di sebelahku. Aku menggeleng. “Tidak ada,” jawabku. “Ah..” katanya pelan. Polisi itu lantas pergi menjauh meninggalkanku. Langkahnya yang berat bisa ku rasakan dari

Kematian 12 Penari

Oleh:
“Sudah saatnya, setelah sekian lama..” Suara serak itu sayup-sayup terdengar. Langkah kakiku berusaha ku pelankan. Aku tak ingin membuatnya berbuat yang tidak-tidak padaku. Kamarnya sukses ku lewati tanpa sepengetahuannya

Aku Bukanlah Aku

Oleh:
Namaku Laura Aurora aku lahir dari keluarga yang sederhana, makan pun harus berusaha. Aku beruntung bisa sekolah di SD Will Quality kelas termewah yang masuk dalam urutan ke-10. Ibuku

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

2 responses to “Kutukan Masa Orientasi”

  1. A.Naila Isna Maghfirah says:

    Meskipun ceritanya pendek,tapi feel nya dapat o.O

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *