Lelaki Setengah Waras

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Horor (Hantu)
Lolos moderasi pada: 12 May 2016

Rindu itu membuat air mata kering, satu-satunya waktu yang tak ingin ku lewati adalah malam, setiap kali langit berubah pekat, aku selalu kelaparan, maksudku begini -mataku lapar ingin memangsa sosok bayangan cantikmu- dan aku selalu kehausan, maksudku begini -telingaku mendahaga akan suaramu, suara paling indah di dunia- aku yakin, orang-orang akan mengira aku tidak waras, kalau mereka tahu, jika setiap malam fotomu kuberi garam, sambal, kecap, lalu ku makan hingga masuk ke dalam lambung. Suatu kebahagiaan yang luar biasa, tatkala sang surya menjadikan langit penuh cahaya, tandanya hari sudah siang -siang adalah waktu yang paling aku suka- sebentar lagi kita akan bertemu di kampus, dan aku siap, mendengar segala ceritamu, menuruti semua inginmu, memberikan apa saja yang menjadi permintaanmu, apa pun yang kamu mau pasti akan ku lakukan.

“Aku haus,” katamu.

Tanpa menunggu lama, aku langsung pergi membelikan minum, aku tidak malu walau orang-orang mengira aku adalah jongosmu. Yang penting, kamu mengakui aku sebagai pacarmu. Sungguh menggebu-gebu di dalam dada, gelora cinta yang menggila, aku cinta mati kepadamu. Setiap kali tanganmu yang lembut itu menyentuhku, aku selalu menjilati bekasnya, dan aku telan bersama ludah. Tapi hari ini darahku mendidih, kala ku dengar kamu, mengatakan sayang kepada lelaki yang paling ganteng di kampus kita. Tentu saja aku membentaknya, dan aku ingin mencabut hidungnya yang mancung, namun bukannya membelaku, kamu malah menampar wajahku yang pas-pasan dan pergi bersamanya. Sebagai seorang manusia yang punya hati, tentu saja aku terluka, dan kamu telah membuat aku gila, lebih gila dari cinta yang pernah aku ciptakan untukmu. Setiap hari menjelang malam, wajahmu seolah beterbangan, di sudut-sudut kamar, dan keheningan mengiramakan halusinasi suaramu.

“Aku mencintaimu,” ucapku pada fotomu yang tak bernyawa.
“Aku juga,” jawab fotomu, dalam imaji setengah warasku.
“Jangan tinggalkan aku!”
“Tidak, aku ada di sini untukmu.”

Aku meraung-meraung sendiri, begitu menderita, sementara dirimu begitu bahagia bersama dia. Aku robek fotomu, lalu aku bakar, aku seduh, dan ku minum. Enaknya, air teh rasa patah hati. Tidak ku hiraukan sepiring nasi dan lauknya, karena nafsu makanku berganti nafsu kesumat. Dalam dua hari, aku sengaja tidak makan, biar kamu melihat betapa menderitanya hidup tanpamu. Namun nyatanya kamu tidak peduli. Lima bulan kemudian, kondisiku semakin tidak waras, setiap malam aku bisa menghabiskan sepuluh sampai lima puluh fotomu untuk dimakan. Bahkan aku menambahkan menu baru, aku siapkan lima lembar kertas kosong, kemudian aku tulis namamu dan aku makan kertas itu.

Aku memang gila, bahkan ketika mendapat kabar bahwa kamu hamil, malam-malam aku mengikuti kalian ke rumah seorang Nenek tukang ab*rsi, setelah selesai dan situasi sudah aman, aku pun langsung mandi dengan darah bekas ab*rsimu, dimana coba letak kewarasanku? Aku pantas disebut orang gila. Tapi itu hanya masa lalu, maksudku begini -sekarang aku sudah waras- kamu tidak pernah selingkuh, tidak ada ab*rsi, dan tidak ada fotomu yang ku makan, maksudku begini -semua itu hanya halusinasiku, gara-gara nark*ba- setelah jauh dengan barang haram itu, kini aku menjadi normal, dan tidak pernah ada lagi, halusinasi segila tadi. Terima kasih kamu sudah menjadi istri yang baik dan membimbing anak-anak kita, supaya tidak terjerumus seperti Ayahnya.

Cerpen Karangan: Hari N. Muhamad
Blog: harinoer.blogspot.com

Cerpen Lelaki Setengah Waras merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Wajah Di Balik Jendela

Oleh:
Di suatu hari terlihat keluarga Nabilah yang baru pindah rumah pun memasuki rumah barunya, Nabilah yang baru berusia 7 tahun pun berkata. “Mama, lumahnya bagus banet (Mama, rumahnya bagus

Perasaan Ku

Oleh:
Malam ini aku tidur lebih awal, tidak seperti biasanya aku akan tidur setelah film yang ku tunggu selesai, alasan aku tidur lebih awal sebenarnya aku tidak ingin disuruh Ibu

Keji

Oleh:
“Ah sial, cerita ini sangat menyeramkan!” Kulemparkan buku yang telah kubaca ke sisi kasur di kamarku ini, setiap kata yang dimuat pada buku cerita tersebut sukses membuat bulu kudukku

Blackstreet

Oleh:
Malam semakin pekat, suara anjing liar melengking memenuhi telinga siapapun di tempat itu, Blackstreet. Sebuah kota kecil dengan nama terunik, menurutku nama tersebut lebih cocok untuk sebuah jalan atau

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *