Leon’s Horror Stories

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Horor (Hantu), Cerpen Jepang
Lolos moderasi pada: 29 December 2016

“CPAKK.. CPAKK…”
“ZAAA…”
Suara langkah kaki seseorang yang sedang berlari menuju ke sebuah halte untuk berteduh dari guyuran hujan yang tiba-tiba turun

“Wah… Kau juga mau berteduh dari hujan, ya.” Sapa seorang laki-laki bertopi pandora hitam itu kepada orang yang datang menghampirinya untuk berteduh di halte tersebut dari guyuran hujan. “Hujannya Turun tiba-tiba. Ayo, silahkan duduk di sini.” Tambah laki-laki bertopi pandora hitam ini sambil tersenyum tipis

“ZAAAA…”
Hujan pun bertambah deras dan angin pun bertambah kencang meniupi dahan pepohonan yang tumbuh di sekitar

“Hujannya sepertinya akan awet ya.” Ucap laki-laki bertopi pandora hitam ini yang dikenal dengan nama Leon. “Sebenarnya, saya sedang meneliti tentang legenda dan kisah-kisah misterius. Untuk mengisi waktu, maukah mendengarkan kisah ODANA-SAN??” Tanya Leon sambil membuka sebuah buku bersampul hitam.

“ZAAA!”

“Kisah ini diceritakan turun-temurun di daerah sekitar sini sejak zaman dulu. Kisah tentang makhluk dari dunia lain…” Ucap Leon yang sudah memulai ceritanya.

The Story Begins
“Yuuki-chan!” Teriak seorang wanita muda sambil melambaikan tangannya kearah seorang gadis yang baru saja keluar dari dalam bus.
“Bibi! Nenek! Lama tak jumpa!” Teriak gadis ini juga yang dikenal dengan dengan nama Yuuki, ia pun segera menghampiri bibi dan neneknya.
“Sudah berapa lama sejak kamu terakhir menginap disini ya?” Tanya wanita muda ini yang ternyata bibinya.
“Hmm, mungkin sudah hampir 10 tahun lalu.” Jawab Yuuki sambil tersenyum lebar.
“Kak Yuuki!” Sapa seorang gadis kecil yang sedang bersembunyi di belakang ibunya.
“Shiro-chan! Wah! Lama nggak ketemu. Kamu sudah besar, ya!” Ucap Yuuki sambil tersenyum penuh kebahagiaan.
“Nah, Yuuki-chan bisa pakai kamar yang di dalam, ya.” Ucap bibinya sambil tersenyum.
“Baik!” Ucap Yuuki singkat.

Di dalam kamar
“Sudah lama juga nggak masuk ke kamar ini. Kalau nggak salah, dulu aku sering main disini…” Ucap Yuuki sambil meletakkan barang-barangnya.

Selesai meletakkan barangnya, Yuuki pun berjalan mendekati sebuah meja belajar yang sudah tua. Perlahan ia membuka laci meja.

“Nggak berubah, sama dengan yang dulu, ya… AH!” Ucapnya sambil tersenyum namun tiba-tiba ia terkejut dan matanya pun langsung tertuju ke sebuah kertas yang berisikan sebuah gambar, gambar Yuuki dan neneknya. “Uwah! Gambar yang kubuat waktu kecil! Kangen, deh! Disimpan semua ya…” Ucap Yuuki sambil tersenyum sampai-sampai menutupi kedua matanya.

Namun tiba-tiba matanya tanpa disengaja tertuju ke sebuah gambar yang berada di pojokan kertas, gambar itu seperti setengah lingkaran dengan kedua mata di tengah-tengahnya dan semua tubuhnya berwarna hitam gelap kecuali kedua matanya.

“Yang di pojokan ini siapa…?” Tanya Yuuki pada dirinya sendiri sambil terus melihat gambar tersebut, karena di setiap kertas yang ia gambar selalu ada gambar aneh tersebut di pojokan kertasnya.

Di dapur
“Bukannya itu Odana-san” ucap nenek Yuuki sambil mencuci piring kotor.
“Odana-san?” Ucap Yuuki yang penuh dengan tanda tanya.
“Makhluk dari dunia lain yang tinggal di daerah ini sejak dulu.” Ucap Neneknya lagi sambil terus mencuci piring. “Dia tinggal di dalam lemari atau di bawah kolong tempat tidur kadang-kadang di pojokan kamar. Tetapi, setelah beranjak dewasa, semua orang akan melupakan keberadaannya.” Tambah neneknya lagi dengan nada santai.
“Oh, iya. Yuuki-chan dulu sering cerita tentang Odana-san, kan?” Ucap Bibinya sambil membersihkan meja makan.
“Eh?” Itulah kira-kira jawaban yang bisa diberikan Yuuki, karena dia benar-benar bingung saat ini.
“Kamu sering cerita kalau kamu main sama Odana-san, kan.” Tambah bibinya lagi.
“Masa, sih… Aku baru dengar, lho?” Ucap Yuuki sambil meletakkan piring-piring ke dalam lemari.
“Yah, Odana-san pasti jadi kesepian, ya.” Ucap bibinya sambil tersenyum tipis.

“Setelah beranjak dewasa, semua orang akan melupakan keberadaannya…” Ucapan neneknya tadi masih saja terus berputar di otak Yuuki.
“Jangan-jangan itu cuma cerita karangan supaya dapat perhatian orang dewasa.” Pikir Yuuki sambil berjalan membawa keranjang baju, hingga ia tidak sadar menginjak sebatang krayon dan membuatnya jatuh ke lantai.

“KYAAA?!”
“BRUUUKKK!”
“Kak Yuuki?!” Ucap Shiro yang kaget saat mendengar teriakkan Yuuki. “Maaf, gara-gara krayon Shiro…” Ucap Shiro sambil memunguti krayonnya.
“Nggak apa-apa, kok…” Ucap Yuuki sambil tersenyum.
“Shiro kasih plester, ya!” Ucap Shiro yang langsung menempelkan plester ke lutut Yuuki yang sedikit terluka.
“Maaf, justru aku yang mengganggu, padahal kamu lagi gambar…” Ucap Yuuki sambil mengelus kepala Shiro dan tanpa sengaja ia melihat gambarnya Shiro yang juga terdapat Odana-san di pojokan kertasnya.
“Shiro-chan, yang kamu gambar di pojokan kertas ini…” Ucap Yuuki sambil memandangi wajah Shiro.
“Ah itu, ya. Itu orang yang ada di pojokan kamar kak Yuuki!” Ucap Shiro polos sambil tersenyum.

“ZAAA!”
Malam pun tiba dan hujan pun tiba-tiba turun dengan begitu derasnya.

“ZRAAK!”
Terlihat juga Yuuki yang sedang masuk kedalam kamarnya dan perlahan membukakan pintu.

“Meski Shiro ajak ngomong, sama sekali nggak mau jawab. Dia sembunyi didalam lemari.” Ucapan Shiro yang menghantui Yuuki, hingga disaat masuk ke dalam kamar mata Yuuki pun langsung tertuju ke lemari.

Perlahan ia mendekati lemari dan tangan kanannya pun telah siap untuk membukakan lemari tersebut dan…

“ZRAAAK!”
“Apaan, sih… Cuma lemari biasa…” Ucap Yuuki dengan kringat dingin yang masih mengalir di wajahnya. “Hah! Ada yang terukir di dinding lemari?” Ucapnya terkejut dan langsung membaca ukiran tersebut.

“JANJI PENTING! MESKI YUUKI SUDAH BESAR, YUUKI NGGAK AKAN MELUPAKAN ODANA-SAN!”

Begitulah kira-kira ukiran di dinding lemari yang ternyata sebuah tulisan yang dibuat oleh Yuuki sewaktu ia masih kecil.

“Pantas saja aku merasa terkenang dengan lemari ini… Waktu aku kecil, saat kesepian karena tak ada yang memperhatikan, rasanya aku bermain di sini bersama seseorang… Dan seseorang itu ternyata Odana-san… Jadi selama ini Odana-san selalu di sini, menantiku kembali…” Pikir Yuuki waktu itu sambil duduk di kursi kayu yang berada dekat dengan meja belajar yang sudah tua di depan lemari kayu tua itu. “Meski begitu, aku malah sudah lupa soal janji itu… Maaf ya, Odana-san. Walaupun aku sudah besar dan tidak bisa melihat wujudmu lagi, aku tidak akan melupakanmu lagi…” Ucap Yuuki sambil melihat gambar Odana-san yang ia gambar waktu kecil.

Namun sepertinya Yuuki belum sampai habis membaca ukiran tersebut. Karena di bawahnya lagi masih terdapat ukiran yang bertuliskan.

“KALAU AKU MELUPAKAN ODANA-SAN, AKU JUGA AKAN JADI SEPERTI ODANA-SAN.”

Begitulah tulisan ukiran terakhir tersebut dan tak lama keluarlah sebuah makhluk bermata besar dan bertubuh gelap dengan tangan yang memiliki kuku-kuku yang panjang menatap Yuuki dari balik pintu lemari.

“WUZZ!”

“Yuuki-chan? Tidak ada di kamar, ya? Aneh sekali. Pergi ke mana, ya?” Tanya bibinya pada diri sendiri saat melihat kamar Yuuki yang kosong tersebut.
“Mama… Kak Yuuki ada di kamar, kok.” Ucap Shiro sambil menunjukkan jari telunjuknya ke dalam kamar Yuuki.
“Aduh, jangan bicara ngawur! Sepertinya dia juga tidak pergi keluar. Coba kucari di luar!” Ucap bibinya yang langsung saja pergi. Sementara Shiro hanya berdiri diam menatap ke dalam kamar Yuuki.
“Kak Yuuki ada di situ, kok… Tuh, di pojok kamar.” Ucap Shiro sambil menatap pojok kamar Yuuki. Dan benar saja, disana ada Yuuki yang sedang duduk memeluk kedua kakinya dengan tubuh yang menjadi gelap dengan mata besar menatap Shiro.

THE STORY END

“Wah… Hujannya sudah lumayan reda, ya.” Ucap Leon sambil menadahkan tangannya. “Saya permisi duluan. Terima kasih sudah mau mendengarkan cerita saya yang membosankan.” Ucap Leon sambil tersenyum dan langsung beranjak pergi dari tempat itu.

Omong-omong, apakah kamu juga memiliki sesuatu yang kamu lupakan?

TO BE CONTINUED

Cerpen Karangan: Leon Lockhart

Cerpen Leon’s Horror Stories merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Sarinah (Last Part)

Oleh:
Audy, Andre dan July memalingkan pandangannya kearah kanan mereka begitu terlihat ada seberkas cahaya dan bayangan seseorang dari arah dapur. Mbok Surti berjalan pelan-pelan, tangan kanannya memapah Mbah sarinah

Akhir Liburan

Oleh:
Gita berhenti sejenak saat mendengar suara aneh di kamar tante Dian, “Suara apa itu” gita mengintip di sela pintu kamar tante Dian, tapi dia tidak melihat apa apa “Aneh”

Under The Night

Oleh:
“Hime-sama?” Pandangannya terarah pada gadis kecil yang meringkuk di sudut taman, tepat di bawah pohon sakura yang membeku. Udara dingin yang membawa kepingan kristal salju menyelinap pada celah di

The Doll

Oleh:
Mira dan Ica adalah 2 sahabat yang sangat akrab. Mereka sangat dekat seperti kaca dan pintu. Tidak ada yang bisa memisahkan mereka selama ini. Suatu hari mereka pergi berliburan

Tumbal

Oleh:
Aku seorang pelajar SMA, aku mengambil jurusan IPS karena aku memang suka ilmu sosial aku juga suka ilmu psikologi. Aku adalah anak dari keluarga yang berbahagia. Sore itu aku

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

6 responses to “Leon’s Horror Stories”

  1. Multi Alizahra says:

    Wahh kasian tu yuuki-chan!!
    Jadi sama kayak odana-san.
    Sabar ya mvok yuuki!

  2. ella says:

    Waah siapa tuh yg ngedengerin ceritanya leon ? . Penasaran nih .

  3. Cindy Flowencya says:

    Ceritanya seru bangett. Pake bangett,btw siapa yg denger ceritanya Leon?Apakah Yuuki-chan?Penasaran bangett

  4. Patrice Vani Hosana says:

    It’s a nice story. Gue tuh like banget. Siapa yang dengerin ceritanya leon ya? I’m very love this story

  5. Shafa Maura says:

    Leon ngomong sama siapa? Seru… aku masih kecil… belum pikun… seingat aku aku gak melupakan semua… dulu aku suka ngomong sendiri, meskipun aku gk lihat orangnya, orang lain juga gak lihat, aku beri nama mereka Ibah, Putri… kalau kakak nanya siapa mereka, aku jawab mereka adalah sahabatku yang sudah meninggal, kakakku jadi takut.

  6. Shafa Maura says:

    SOOO NICE… I LIKE THIS. sebenarnya, dulu aku suka ngomong sendiri. hehehe maklum lah.. tiga sampe lima tahun, aku gak melihat mereka, orang lain juga gk liat mereka, namanya ibah dan putri, aku jawab, soalnya kakak aku nanya, ibah dan putri adalah adek kakak yg udh meninggal, kakak aku jadi ketakutan deh.. hahaha wakawaka

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *