Lisa

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Horor (Hantu)
Lolos moderasi pada: 5 December 2017

Berat rasanya tubuh ini bangun di pagi hari kerena aktivitas yang melelahkan yang kulakukan di sekolah. Aku bergegas mandi dan berkemas untuk melanjutkan aktivitasku yang biasanya. Sampai di sekolah selalu aku melihat anak yang duduk di pojok kelas dan selalu memasang wajah yang sinis tanpa ekspresi apa pun yang bernama Lisa. Entah kenapa suasana ramai di kelas ketika melihatnya seakan hanya ada kami berdua yang ada dikelas itu.

Aku Joel seoarang anak SMA yang senang main basket dan sering mengikuti perlombaan basket. Kelas pun selesai, tiba-tiba dari belakang dia menepuk pundakku. Aku pun terdiam dan entah kenapa aku termenung aneh, seakan melihat hal yang suram di depan mataku. Namun tiba-tiba temanku Billy menepuk punggungku lagi dan mengajak pulang barang.

Sore pun berlalu, aku kembali ke sekolah untuk latihan basket bersama teman-temanku. Disaat latihan aku merasa ada yang memerhatikan aku dari belakang. Namun ketika aku melihat ke tempat tersebut, tidak ada seorang pun di sana. Aku tidak bisa konsentrasi dengan hal tersebut. Aku pun menghentikan latihanku dan mengganti pemain. Tiba duduk sejenak, entah kenapa aku penasaran dengan keadaan kelasku. Aku pun meninggalkan teman-temanku dan mencoba melihat kelasku yang ada di lantai 3. Tiba di depan pintu kelas, seakan ada bayangan yang baru masuk. Aku dengan cepat menuju pintu kelas dan masuk. Aku terkejut melihat Lisa ada di kelas dan sedang menulis. Aku melihat di belakangnya ada seorang wanita, begitu meyeramkan duduk di dekatnya. Seakan Lisa adalah bonekanya.

Hantu itu pun terbang dan langsung menghampiriku, aku sontak berlari dan menjauhi kelas. Namun ketika aku menuruni tangga, aku melihat seakan banyak sekali anak tangga yang harus kujalani. Aku berteriak minta tolong dan tidak ada yang mendengar. Ketika aku sampai di lapangan, tidak ada sorang pun yang bermain basket di lapangan. Tiba-tiba Lisa sudah berada di lapangan dengan hantu tersebut dan mencoba menghampiri aku. Entah kenapa Lisa berangsur-angsur menghilang dan meninggalkan jejak darah. Begitu juga dengan hantu tersebut menghilang begitu saja. Namun aku terbanggun di tempat duduknya Lisa ketika teman-temanku membangunkanku. Aku benar-benar ketakutan namun kembali tenang setelah aku sadar ternyata aku tertidur. Aku pun pulang bersama teman-teman timku.

Sesampainya di rumah aku merenungkan kejadian yang baru terjadi di sekolah. Aku pun terbaring beberapa saat dan tertidur.

Keesokan harinya, sesampainya di kelas, aku tidak melihat Lisa yang padahal biasanya selalu ada di bangkunya setiap pagi. Entah kenapa suasana di kelas terasa berbeda, tidak ada suasana yang menyeramkan di kelas. Lisa pun tidak masuk seharian, teman-teman pun tidak ada bertanya-tanya tentang Lisa, bahkan guru pun juga sama dengan yang lainnya. Aku penasaran apa yang terjadi.

Pelajaran pun berakhir dan ketika aku bertanya-tanya tantang Lisa, tidak seorang pun yang mengenalnya. Bahkan ketika aku melihat daftar namanya di absen, namanya hilang begitu saja seakan tidak ada yang bernama Lisa. Aku pun mendatangi rumahnya, namun ketika sampai di rumahnya, rumah tersebut menjadi rumah tua yang sangat menyeramkan. Ketika aku bertanya kepada tetangga, rumah tersebut telah lama tidak berpenghuni. Dan ketika aku bertanya nama pemilik rumah tersebut, ternyata pemiliknya bernama Lisa. Aku sontak kaget dan segera bergegas meninggalkan rumah tersebut.

Keesokan harinya aku melihat di koran ada seorang gadis yang berusia 17 tahun hilang di sungai. Ternyata sungai tersebut dekat rumah Lisa, yang memang arus tersebut begitu deras. Namun nama gadis tersebut tidak diketahui karena warga hanya melihat dari jauh seorang gadis melompat ke suangai tersebut dan tidak ada kabar yang jelas.

Cerpen Karangan: Raja Christian Ritonga
Facebook: Raja Christian Ritonga
Saya 22 Tahun, di kota medan. Salah satu kuliah Negri jurusan Teknik Kimia

Cerpen Lisa merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Lantai 66

Oleh:
Namaku Hendra. Aku bekerja sebagai karyawan di PT Indah Sari. Aku bertugas di lantai 65 sebagai karyawan management. Saat gedung selesai direnovasi, aku dan temanku, Reza yang bekerja di

Bukan Home Alone

Oleh:
Rasa takut masih terbayang-bayang di pikiran Hista, sebab tadi sore setelah pulang kuliah ia dan beberapa temannya pergi ke bioskop untuk menonton film horor yang sangat populer. Kemana pun

Bahagia Yang Semu

Oleh:
Menjadi anak tunggal tak selamanya enak, contohnya Meji. Gadis kelahiran Menado itu harus hidup kesepian tanpa adik atau kakak. Dia terlahir sebagai anak tunggal pada keluarga kaya, papahnya juragan

Pria Itu Aku

Oleh:
Sore itu, Kirana meneleponku. Ia memintaku untuk menjemputnya di tempat kursus. Kebetulan saat itu mentari ditutupi oleh awan mendung dan hujan turun disertai angin kencang. Aku tak tega membuat

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “Lisa”

  1. natasya amelia says:

    Wowwww bagussss bangetttt lain kali buatnya lebih panjang lagi donggg dan lebih banyak ku kasih bintang 5 dechhh hehee

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *