Luku Berdarah

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Horor (Hantu)
Lolos moderasi pada: 12 January 2016

Awal mula terungkapnya cerita ini dari anak bernama Nila yang lagi liburan di desa tempat tinggal pamannya bersama kedua temannya yaitu Ani dan Niya. Keduanya mempunyai kelebihan melihat makhluk halus. Paman Nila adalah kepala desa di desa itu. Kedatangan mereka disambut meriah oleh paman, bibi, dan tetangga paman yaitu Kakek Bani teman dari kakekku yang sudah lama meninggal. Mereka sudah berteman lama sekali dan kakek buyut mereka juga bekas pejuang indonesia.

Liburan hari pertama jalan-jalan keliling desa dan menikmati udara segar di desa. Hari kedua kami ikut paman membajak sawah. Penduduk setempat membajak sawah menggunakan luku dan sapi bekantan yang besar. Kami sangat senang hingga kami besok ingin lagi ikut ke sawah.

Kata paman, “besok Paman tidak ke sawah sebabnya 3 hari lagi jumat kliwon luku tidak bisa digunakan. Paman langsung membawa luku dan luku itu ditaruh. Paman juga berpesan jangan ada yang masuk di gudang dalam 3 hari ini. Besok kalian ikut Kakek Bani mengisi kolibek untuk pembibitan karet.”

Keesokkannya setelah sarapan pagi kami membantu Kakek Bani mengisi kolibek.
“Ngisi tanahnya pake apa ya Kek?” tanyaku.
“Pake cetok, kalian cari cetok saja dulu” jawab kakek. Kami bertiga lari ke dapur.
“Bibi cetok ditaruh di mana ya?” tanya kami.
“di gudang” jawab bibi.

Kami bergegas masuk ke gudang ketika kami mencari cetok mata kami tertuju pada luku alat pembajak sawah. Kami bertiga terkejut sekali, luku itu mengeluarkan darah segar. Niya mendadak pingsan dan Ani menjerit histeris sambil menunjuk-nunjuk tangan. “Lihat kasihan orang-orang itu ia luka-luka mengeluarkan darah, merintih kesakitan” ujar Ani. Aku ketakutan sambil meminta tolong. “Paman, Bibi, Kakek!!” jeritku. Mereka berlari dan menghampiri aku di gudang. Bibi matanya langsung terbelalak dan langsung pingsan.

“Paman sudah bilang jangan masuk ke gudang, kalian bandel sih!” ujar pamannya. Naya, Ani, bibi langsung dibawa di kamar. Ketika mereka sudah sadar paman dan Kakek Bani menceritakan tentang luku itu.

“Luku dibuat oleh Bapak Kakek kita dan Kakek Bani saka kagu ulin bekas saka rumah tahanan penjahat. Yang dibongkar digunakan untuk penyekapan dan penyiksaan pejuang kita yang tertangkap. Setelah mereka disiksa mereka dibawa dengan mobil tahanan dan dibuang di kedung buaya. Nanti ku tunjukkan, tempatnya tidak jauh dari sini. Kedung adalah kolam yang diisi oleh buaya. Ketika daerah ini merdeka belanda diusir dan buaya itu ditembak tanpa sisa oleh pejuang kita.” ujar paman.

“Mereka kasihan Paman merintih dan kesakitan.” kata Niya dan Ani.
“Bagaimana kita mencari orang pintar untuk menyempurnakan Paman, Kakek Bani, dan Bibi?” ujar Nila.
“Ide bagus, setuju mengapa tak terpikir dari dulu cerita ini dirahasiakan saja” ujar bibi.

Kini kalian sudah tahu betapa sakitnya mereka berjuang. Ini untuk kalinya mengerti sebagai penerus bangsa harus melakukan hal-hal yang positif dan berguna untuk negeri kita. Ini tugas kalian anak indonesia untuk berjuang menjaga, memajukan, mempertahankan negeri kita. Agar perjuangan mereka tidak sia-sia.

Selesai

Cerpen Karangan: Devi Rahmadani
Facebook: Devi Rahmadani
Nama: Devi Rahmadani
kelas: IX A
SMPN 3 MATARAMAN

Cerpen Luku Berdarah merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


In Winter

Oleh:
Hari itu hujan turun dengan deras. Kabut menyelimuti kota itu. Hawa dingin nan mencekam mengelilinginya, membuatnya bagaikan tempat kelam yang belum terjejaki. Hujan terakhir di musim gugur yang membalut

Norma Comaccos

Oleh:
Aloha, bertemu lagi denganku, Comaccos. Memangnya, sebelumnya kita pernah bertemu? Hahaha tentu saja tidak! Maukah kalian membaca kisahku? Hmm.. jika tak mau pun, akan kupaksa kalian agar tetap membacanya.

Jangan Sendirian

Oleh:
Malam itu aku baru pulang dari tempat kerja, udaranya sangat dingin hingga menembus kulit, bajuku yang tipis membuatku menggigil dingin Aku lupa membawa jaket hangatku, aku melewati jalanan yang

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *