Maaf

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Sedih, Cerpen Horor (Hantu), Cerpen Pengalaman Pribadi
Lolos moderasi pada: 3 March 2021

Namaku Anggita, kini aku duduk di bangku SMK, kini aku sudah dewasa. Entah mengapa aku baru merasakan penyesalan sekarang, setelah bertemu salah seorang anak kecil (anak indigo) yang berbicara kepadaku bahwa ada sesosok yang mengikutiku kemanapun aku pergi karena ia sangat menyayangiku yang datang dari maslaluku, lalu aku mencoba mengingat-ingat siapa sesosok itu?.

Anak kecil itu menjelaskan bahwa sesosok itu adalah orang yang pernah mempunyai hubungan denganku, yang tidak lain adalah mantanku yang sudah meninggal 4 tahun yang lalu. Anak kecil tersebut menjelaskan bahwa sesosok itu akan terus mengikuti hingga aku mendapatkan pasangan hidupku.

Iya memang dulu aku pernah mempunytai mantan yang sudah meninggal, dan meninggalnyapun itu karena aku, dia meninggal karena dia merasa putus asa ketika melihatku mempunyai hubungan juga dengan sahabatnya dan dia lebih mengikhlaskan aku bersama dengan sahabatnya. Perkataan terakhirnya hanyalah “jaga sahabatku dengan baik ya, semoga bahagia dengan sahabatku, karena sahabatku itu baik dan selalu menemani aku dari kecil” lalu aku bertanya “kenapa kamu mau mengikhlaskan aku untuk sahabatmu kalau kamu memang benar-benar sayang sama aku?” sahutnya “karena sahabatku lebih baik dari aku, jadi aku menitipkanmu pada sahabatku. Kamu jangan nangis ya!” sahutku kebingungan “mengapa aku harus menangis jika hanya kamu tinggal pergi?” saat itu dia hanya membaca pesanku tanpa membalas apapun, aku semakin bingung dengan ucapannya yang semakin lama semakin menimbuklkan tanda tanya dipikiranku.

Detik berlalu menjadi menit, menit berlalu menjadi jam dan kini pun aku mulai mendapatkan kabar lagi setelah pesan terakhir yang aku kirimkan hanya dibacanya tanpa dibalas itu. Dan yang membuata aku terkejut ketika membaca pesan itu adalah ketika aku medapat foto yang dikirimkan oleh ayahnya melalui akunnya yang berisikan foto yang bertuliskan “tolong foto aku dan kirimkan fotoku kepada anggita” lalu ada 2 foto lagi yang bergambarkan ketika ia sudah berlumurkan darah dan tidak sadarkan diri dan disitu ada pesan “ini ayahnya arvin nak, ini Anggita kan?” lalu aku menjawab “iya ini saya pak”. Saat itu aku hanya berfikir mungkin ia hanya pingsan, aku tidak terlalu menghawatirkannya karena memang aku tidak begitu menyayanginya. Lalu aku bertanya kepada ayahnya “lalu sekarang arvin dimana?” “arvin sekarang sedang di IGD nak, anaknya belum sadarkan diri” “oh iya om terimakasih”

1 jam kemudian aku mengirim pesan lagi “assalamualaikum om, apakah arvin sudah sadar?” “waalaikumsalam, belum nak ini anaknya belum sadar” lalu aku mulai khawatir dan berfikir jika beberapa jam lagi aku bertanya dan jawabannya masih sama maka aku akan memblokir semua akun dan nomornya.

Setelah beberapa jam itu aku mulai mencari kabar dengan menelepon dan ternyata saat aku menelepon ada suara perempuan menangis yang mungkin itu ibunya, saat itu aku bertanya apakah arvin sudah sadar om dan ternyata jawabannya sama yaitu belum sadar juga nak, lalu aku menutup teleponnya dengan ketakutan. Disaat itulah aku memblokir semua akun dan nomornya.

Keesokan harinya salah satu temannya membuat pesan siaran yang bertuliskan bahwa ada temannya yang meninggal dan tertulis di pesan itu dengan nama Arvin Putra. Pada saat itu aku hanya bodo amat karena aku memang tidak punya rasa dengannya. Tapi saat aku bertemu anak indigo itu dan berkata bahwa sesosok yang menyayangi dan selalu mengikutiku kemanapun aku pergi itu adalah ia, saat itulah aku merasa menyesal karena telah menyia-nyiakannya orang yang tulus menyayangiku selama ini. Dan sekarang aku kebingungan harus melakuakan apa ketika ini semua sudah terjadi.

Penyesalan memang datang di akhir. Dan selamat jalan mantanku (Arvin Putra). Semoga tenang disana dan mendapat terpat terbaik disisinya. Amiin.

Cerpen Karangan: Devi Anggita

Cerpen Maaf merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Wait For Me In Heaven

Oleh:
‘Tunggu aku yah di surga. Aku sayang banget sama kamu. Maafkan aku, aku pernah membentakmu. Dan sempat tidak percaya denganmu. Aku lebih percaya dengan lelaki b*rengsek itu daripada kamu

Dusta (Part 2)

Oleh:
Seorang lelaki, duduk di ruang tamu bersama dengan seorang lelaki tua berpakaian seperti dukun. Ruang tamunya penuh dengan tengkorak-tengkorak manusia, “Kau mau aku buat apa?” Tanya dukun itu kepada

Bintang Terindah

Oleh:
Taman bintang. Begitulah kami menyebutnya. Taman indah yang menjadi saksi setiap detik kebersamaanku bersama dia. Seperti melihat bintang di langit malam. Satu hal yang tak pernah bisa kami lupakan.

Dia, Tuhan…

Oleh:
Dia Dia. Dia Dia Hanya dia Hanya dia Hanya dia yang aku inginkan Tuhan, aku sangat mencintai dia Engkau juga tahu bahwa dia juga mencintaiku Satukan kami Jika itu

Via BBM

Oleh:
Namanya Tut Wuri Hidayatun Nur Aziza. (panjang bener namanya) Iya emang segitu namanya mau ditambahin lagi nih ceritanya? Lah terus judulnya ape lagi?. Hah ude ude kagak perlu dibahas

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *