Maria Anakku

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Horor (Hantu), Cerpen Misteri
Lolos moderasi pada: 20 September 2018

Saat itu ada sebuah keluarga tak harmonis karna sibuk dengan urusannya masing-masing. Ada seorang gadis kecil berambut pirang berumur 7 tahun bernama Maria Salsabila yang sering ditinggal sendirian di rumah oleh kedua orangtuanya, karena dia juga anak tunggal dari pasangan suami istri Pak Hendrik dan Bu Maya yang sudah 9 tahun usia pernikahan mereka, namun mereka sibuk dengan pekerjaan masing-masing, sehingga kurang ada waktu untuk berkumpul.

Suatu hari, mereka pindah dari kontrakan, dan menetap di sebuah rumah tua yang baru mereka beli. Saat malam itu Maria sedang ada tugas matematika, ia ingin meminta bantuan mamanya, perlahan ia mendekati mamanya yang berada di ruang tengah dengan laptop di depannya

“Ma, ajarin Maria mat..” ucapnya terpotong.
“Maria lihatkan mama sedang apa?!, Pekerjaan ini harus selesai malam ini juga Maria.. jangan ganggu mama dulu! suruh papamu sana!” Bentak mamanya menatap tajam mata Maria.

Lalu Maria pergi menemui papanya di kamar yang juga sibuk dengan pekerjaannya sebagai seorang arsitektur. “Pa.. ajarin Maria mat..” ucap Maria yang pelan lagi lagi terpotong. “Tolong Maria, sebelum masuk kamar ketuk pintu dulu! Papa masih sibuk mendesain rumah, nanti kalau papa sudah selesai, nanti papa ajarin, belajar sendiri dulu..” jawab Papanya.
Maria pun dengan wajah cemberut kembali ke kamarnya.

“Maria kesel! Maria benci! Nggak ada yang peduli sama Maria, semua sibuk sendiri. Maria selalu.. aja sendiri.” ucap Maria sambil menangis.

Tiba tiba ada suara misterius..
“Maria tidak sendiri… ada Mama di sini…” ucap suara misterius itu.
Maria terkejut mendengar suara yang berasal dari kolong tempat tidurnya.
“Siapa? siapa di situ?” Tanya Maria sambil perlahan mendekati kolong tempat tidurnya.

Tiba-tiba ada seseorang yang membuka pintu kamar, ia terkejut, dan ternyata itu papanya.
“Maria apa yang kamu lakukan?” Tanya papanya.
“Aku tadi mendengar suara perempuan di bawah kolong tempat tidurku pa.. lalu aku..” jawab Maria terpotong.
“Haah sudahlah, hanya perasaanmu saja, mana mungkin ada seseorang di bawah kolong tempat tidur. Oh iya, tadi katanya mau belajar. Sini ayah ajari.”

Mentari mulai bersinar, Maria begitu semangat untuk pergi ke sekolah. Di ruang makan, terlihat papa dan mama Maria sedang sarapan, Maria pun ikut bergabung sarapan dengan papa dan mamanya.

“Papa… Terimakasih semalam sudah membantu Maria mengerjakan pr, mama sih.. suruh ngajarin malah bentak bentak Maria!” ucap Maria.
“Tumben, disaat sibuk mendesain mau ngeluangin waktu” Sahut mama Maria.
“Ha? kapan aku menemani Maria belajar? Kamu kan tau tadi malam aku begadang sampai tertidur di meja kerjaku, aku tidak ke kamar Maria, Maria ada ada aja!” jawab papa Maria.
“Tapi pa..” sahut Maria terpotong.
“Hah sudahlah, ayo cepat habiskan sarapanmu!” ucap papa Maria.
Lagi-lagi tidak ada yang mau mendengarkan Penjelasan Maria.

“Kalau semalam bukan papa terus siapa?” Tanya maria dalam hati sambil menatap serius kearah kamarnya.

Pulang sekolah maria nebeng temannya, karena papanya masih sibuk menemui clientnya. Maria masuk ke rumah dan mendapati mamanya di dekat ruang makan.
“Ee Maria sudah pulang.. Ayo nak, sini makan dulu, mama sudah siapkan makanan kesukaanmu” ucap mamanya dengan lembut dan tersenyum.
“Tumben mama pulang duluan, dan mau menyiapkan makanan untuk Maria, biasanya mama cuek” Jawab Maria sambil memakan makanan favoritnya itu.
“Sudah.. makan saja, mama hari ini pulang cepat supaya bisa nemenin kamu di rumah sayang” jawab mamanya dengan mengelus rambut Maria.
“Mama kok tiba-tiba baik sama Maria” ia bertanya dalam hati dan menatap curiga mamanya tersebut.

Tiba-tiba Maria mendengar suara mobil di depan rumah, ia melihat di jendela, papa dan mamanya keluar dari mobil. Maria terkejut melihat mamanya bersama papanya.
“Loh.. itu mama pulang sama papa, la terus tadi…” Maria menengok ke belakang dan dia menjerit, karena melihat mamanya berubah menjadi sesosok wanita tua yang mengerikan, wajahnya berlumuran darah dan tanpa mata. Tiba-tiba,… wuss… Maria langsung dibawa pergi oleh sosok itu. Papa dan mama Maria mendengar jeritan di dalam rumah, mereka pun masuk dan mendapati tas dan sisa makanan Maria di ruang makan. Mereka bertanya-tanya di mana Maria dan siapa yang menyiapkan makanan.

Lalu mereka mencari Maria di dalam kamar Maria. Lalu terdengar suara misterius,
“Jangan ganggu aku dan anakku, kalian manusia jahat. Pergi dari sini! aku tidak ingin anakku sedih karena kalian!”
suara Maria lalu terdengar,
“Papa.. Mama.. tolong Maria!!!”.
Langsunglah muncul sosok menyeramkan tadi dari bawah kolong tempat tidur Maria. Mereka berdua terkejut melihat sosok wanita tua menyeramkan tanpa mata.
“Siapa kau? Di mana anakku?!” teriak mama Maria.
“Dia anakku!!! pergi kalian!! Ini Rumahku!!” teriak sosok hantu wanita menyeramkan itu tampak marah.

Papa dan mama Maria pun pergi mencari bantuan, mereka pergi ke paranormal bernama Rose untuk menanyakan apa yang terjadi dan di mana anaknya. Rose itu memberi tahu mereka bahwa rumah yang mereka beli itu angker. Dulu, di situ ditinggali keluarga yang kaya raya, hingga suatu saat mereka jatuh miskin, ibu yang sangat sayang kepada anak gadisnya yang juga berumur 7 tahun itu harus mengalami kejadian yang tidak diinginkan oleh ibu manapun, anaknya dibunuh oleh suaminya sendiri untuk dijual organ tubuhnya, hanya untuk mendapatkan kekayaan kembali. Lalu ibu anak itu melawan suaminya sendiri, hingga ibu tersebut mengambil pisau dan mencolok matanya sendiri untuk diberikan kepada suaminya, dan sebelumnya dia bilang “Jangan jual organ tubuh anakku, jual saja punyaku! aku tidak rela jika kau jual organ tubuh anak kita untuk kekayaan dan kepuasanmu sendiri” ucap ibu itu sebelum dia mencolok matanya. Suaminya merasa sangat bersalah, dia terlanjur membuat 1 anak dan istri tercintanya mati di tangannya. Lalu dia tidak jadi menjual organ tubuh anak dan istrinya. Dia mengubur istrinya di tempat yang kini jadi tempat tidur Maria, di bawah kolong tempat tidur Maria. Suaminya itu lalu pergi dan belum pernah kembali lagi.

“Dan… Cepat cari anak wanita itu di belakang rumahmu, sebelum matahari terbit! kalau tidak anakmu akan dibawa ibu itu bersamanya selamanya. Setelah itu baca mantra ini 3 kali dan arwah anaknya akan muncul, dan kau telah mempertemukan anak dan ibu itu kembali, dia mengira Maria itu anaknya, kuburkan jasad mereka berdua dengan layak dengan begitu Maria bisa kembali di pelukanmu” ucap Rose.

Setelah itu, mereka berdua pulang dan langsung ke belakang rumah untuk mencari jasad anak itu, mereka menggali di setiap titik yang mereka anggap di situlah tempat penguburannya. Tak sengaja mereka melihat gundukan tanah yang ditumbuhi banyak rerumputan dan ditancapi batu yang berlumut, mereka menghilangkan lumut itu dan mereka melihat batu itu bertuliskan Maria Salsabila, 1990. Mereka kaget namanya sama dengan anak mereka. Tanpa pikir panjang mereka langsung menggali tanah itu dan akhirnya mereka menemukan jasad anak itu. Mereka masuk ke dalam rumah lewat pintu belakang menuju kamar Maria dan membacakan mantra yang diberikan Rose tadi

“Arwah datanglah, arwah Maria anakku datanglah, Ibu di sini menjemputmu, arwah datanglah.. datanglah.. datanglah” mereka berdua membaca mantra itu, hingga saat mantra ketiga.
“Ibu di sini menjemputmu, arwah datanglah..” mantra mereka terpotong karena kehadiran sosok hantu wanita menyeramkan itu lagi. Mereka lari menghindari sosok hantu tersebut karena ketakutan.
“Istriku! ayo cepat kita selesaikan mantranya! kalau tidak arwah anaknya tidak akan muncul dan kita akan kehilangan anak kita untuk selamanya!” seru papa Maria.

Tiba-tiba mereka menabrak seorang lelaki tua renta, hitam tinggi yang ternyata adalah suami dari sosok wanita itu, dia kembali ke rumah itu berniat untuk melihat keadaan rumah penuh kenangannya.
“Ada apa lari-lari malam-malam begini? Oh.. iya! apakah kalian yang membeli rumah ini di mang udin? saya pemilik asli rumah ini” ucap laki-laki tua renta itu.
“kalau begitu anda suami ibu itu dan ayah dari Maria Salsabila yang kau bunuh sekitar 1990’an” jawab papa Maria sambil memegang erat pundak istrinya.
“Iya.. bagaimana kalian tau? dan apakah itu jasad anakku? kenapa bisa ada di..” ucap laki tua renta itu terpotong karena sosok wanita tanpa mata itu datang bersama Maria yang berwajah pucat dengan mulutnya yang ditutupi tangan sosok wanita itu.
“Sinta? itu kau? dan anak itu anak kalian berdua? Aku mohon maafkan perbuatanku dulu, kembalikan anak itu kepada mereka, dia bukan anak kita, dia bukan anakmu Sinta!” ucap suami wanita itu.
“Tidak! Ini anakku! Lihat suamiku, dia telah kembali.” Teriak sosok hantu wanita itu sambil tersenyum melihat Maria.

Suasana semakin mencekam, dan fajar kurang 2 jam lagi terbit. papa dan mama Maria membaca mantra yang terakhir dan muncullah arwah Maria gadis cantik kesayangan sosok hantu wanita itu.
“Maria? anakku?” teriak sosok hantu wanita itu dan suaminya.
“Ibu.. Ayah..!” teriaknya.
Sosok hantu wanita itu kemudian melepaskan Maria putri pak Hendrik dan menghampiri Maria putrinya.

Setelah itu mereka berdua tersenyum dan bilang kepada pak Hendrik dan bu Maya
“Terimakasih sudah mempertemukanku dengan Maria anakku, dan untuk anakmu.. Jaga dia dengan baik, jangan biarkan dia sendirian. Maafkan aku, aku yang waktu itu menemani Maria belajar, aku tidak ingin melihatnya sedih, aku yang menemaninya saat dia kesepian di rumah. Dan suamiku, kuburkan jasad kami berdua berdampingan, aku sudah memaafkanmu..” ucap sosok hantu wanita itu dengan tersenyum bahagia.
Perlahan sosok hantu wanita dan putrinya itu menghilang. Pak Hendrik, bu Maya dan pak Bayu segera menguburkan jasad wanita dan putrinya itu di tempat yang layak dan berdampingan

Mentari pun terbit dengan indahnya.
“Maria.. Mama dan papa janji tidak akan pernah membiarkanmu sendiri lagi, maafkan kami tidak pernah menemanimu, mulai saat ini kita akan terus bersama dan pak Bayu, saya bersyukur pak Bayu kembali lagi kerumah ini dan membantu kami, jika tidak kami pasti akan kehilangan Maria.” ucap mama Maria.
“Iya sama-sama, saya juga berterimakasih, saya bisa bernafas lega melihat kepergian istri dan anak saya dengan wajah tersenyum, dan sempat meminta maaf, saya akan mengganti semuanya, rumah ini anggap saja saya beli kembali, saya ganti rumah saya yang ada di Bandung, biarlah rumah ini saya jaga, di sini banyak kenangan bersama istri dan anak saya. Saya harap bapak dan ibu setuju.. Sekali lagi terimakasih” ucap pak Bayu.

Akhirnya, keluarga pak Hendrik setuju untuk pindah ke Bandung, dan pak Bayu hidup tenang dan merenovasi rumah tua dengan sejuta kenangannya itu menjadi rumah yang indah. Dan keluarga pak Hendrik pun juga menjadi harmonis, Maria tidak sendirian lagi, bahkan setiap hari minggu mereka berlibur bersama.

Cerpen Karangan: Vira Widhia Wati
Facebook: Vira Widhia
Tukang Desain

Cerpen Maria Anakku merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Burger (Part 2)

Oleh:
“Pemilik warung itu udah pasti dihukum mati kata gua” lanjutku. “Kriminal banget ini mau diliat dari mana aja” “Mana gua hampir tiap hari beli daging di sono lagi” aku

Ekspedisi Terakhir

Oleh:
Pada malam jum’at, hujan deras, kami seluruh pengurus OSIS dan MPK pergi ke sekolah untuk membantu Pak Akbar yang ingin mengadakan ujian online di Aula Tamalaki. Pada saat itu,

Bus Desa Jungdul

Oleh:
Aku Lin ji. Hal yang terindah bagiku adalah hari pertama di sekolah baru. Penyebab kepindahanku ke desa ini karena suatu pekerjaan orangtuaku. Aku duduk di sebuah halte yang tampak

Gadis Pemimpi

Oleh:
Di jalan suaka indah terdapat beberapa rumah yang sudah tak berpenghuni. Alhasil tempat ini dimanfatkan satu kelurahan warga asing alias HANTU! Salah satu rumah mewah nan megah, ada satu

Petak Umpet Malam Jumat Kliwon

Oleh:
“1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10!!!”, suara Ari menghitung angka, sementara teman yang lainnya bersembunyi, Robi berada di balik pohon jati keramat yang baru saja

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *