Masa Lalu Berdarah

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Horor (Hantu), Cerpen Misteri
Lolos moderasi pada: 29 July 2020

“Selamat datang di rumahku!” kata seorang wanita yang duduk sambil minum teh.
“Terima kasih nyonya. Jadi hari ini saya sudah mulai bekerja?” Asih meletakan barang bawaannya di lantai.
Pemilik rumah itu bernama Rossa. Rossa telah cukup lama ditinggal mati oleh suami dan anaknya. Sudah bertahun-tahun ia menghabiskan masa hidupnya di rumah hasil warisan suaminya.
“Kamu sudah boleh bekerja. Disanalah kamarmu.” Rossa mengantarkan Asih ke depan kamarnya.
“Silahkan kamu istirahat dulu. Nanti jam 4 sore, barulah kau mulai bekerja.”
Asih mengangguk sambil tersenyum, “Terima kasih Nyonya.” Lalu menutup pintu kamar dan merapikan pakaian yang ada di dalam koper.

Rossa melangkah pergi dan duduk di atas kursi, melanjutkan kegiatannya. Di penghujung siang, ia biasa menjahit sehelai kain untuk dijadikan mantel. Di usianya saat ini, ia masih bisa melakukan beberapa hal yang bisa ia kerjakan sendiri. Soal mempekerjakan Asih hanya untuk berjaga-jaga jika terjadi apa-apa dengannya.

Di dalam kamar barunya, terlihat Asih berlamun indah. Kemudian pikirannya menjadi kacau. tentang bayang kelamnya dulu. Ia berusaha membuang semuanya. Namun sulit. Seperti ada sesuatu yang memaksanya.
“Aa.. argh!”, Asih berusaha menahan tubuhnya yang perlahan jatuh. Di matanya terbayang sosok laki-laki yang samar. Merasa tak kuat, Asih pun merobohkan tubuhnya di atas ranjang.

Sorenya, Asih mulai membersihkan tiap sudut rumah Rossa, “Berdebu sekali…”
“Memang ruangan ini sudah lama tak dibuka, apalagi dibersihkan. Semenjak anakku meninggal.” Kata Rossa yang tiba-tiba muncul.
“Maafkan saya bu, saya…” kata Asih yang merasa bersalah.
“Tidak perlu minta maaf. Lagipula, apa salahmu? Kamar ini menjadi saksi bisu atas perampokan yang terjadi beberapa tahun lalu.” Air mata Rossa menetes.
Asih benar-benar membuat majikannya bersedih. Tapi, ia sudah mulai tenang karena Rossa memaafkannya.

“Kalau begitu saya lanjut kerja dulu Bu.”
“Kamu tak ingin aku melanjutkan kisahnya?” tanya Rossa.
Asih menggeleng pelan dan berkata, “Saya mau, tapi bukan sekarang. Rumah Ibu belum semuanya kubersihkan. Izinkan saya untuk melanjutkannya.”
“baiklah.” Kata Rossa, “permisi.” Tambah Asih.

Rossa terduduk di atas ranjang anaknya. Asih sesekali melirik. terlihat Rossa yang mengambil boneka kayu milik anaknya dan menyisiri rambutnya perlahan. Asih yang melihat itu, heran dengan sikap Tuannya.

Tiba-tiba, bulu kuduk Asih berdiri. Benar saja, seketika boneka itu berubah menjadi sosok anak laki-laki yang menatap tajam Asih. ia pun ketakutan dan berteriak keluar dari kamar itu.
Rossa yang mendengar teriakan Asih, langsung menghampirinya dan membawa Asih tuk duduk sambil melanjutkan yang belum sempat diselesaikannya.

“Asih tenanglah. Baiklah, aku akan melanjutkan ceritaku tadi. Dengarkan baik-baik.”
Asih mengangguk, masih dalam keadaan takut. Ia pun berusaha tenang dan mendengarkan cerita majikannya.

“Jadi begini, beberapa tahun lalu, rumah kami dirampok oleh sekumpulan orang. Dan pada saat itu, kami sedang berada di kamar anakku. Tiba-tiba kumpulan orang yang tak diinginkan masuk dan membunuh suami serta anakku, aku pun tak tinggal diam. kau tahu apa yang terjadi berikutnya?” Asih menggeleng, kepalanya terasa pusing seketika.
“Mereka juga mati, tapi ada satu orang yang berhasil lolos dengan membunuh semua orang yang ada di rumah itu.”
“kepalaku.. pusing. Bu, sebentar!” Kata Asih sembari memegang kepalanya.

“Aku, mengingatnya!” tambah Asih. Air matanya menetes.
“jadi kau sudah mengingatnya?” Rossa berdiri dan mendekati Asih. Ia kaget melihat majikannya itu sudah membawa sebilah pisau.
“Bu, jadi.. jangan Bu, jangan!”
“Ini akibat perbuatanmu Asih. Sekarang, lengkap sudah orang-orang di masa itu.” Kata Rossa sambil menatap ke bawah

Selesai

Cerpen Karangan: Muhammad Yusuf Shabran
Penulis bernama lengkap Muhammad Yusuf Shabran. Penulis lahir di Balikpapan, Kalimantan Timur, 10 Juli 1997. Ia lulus SMA pada tahun 2015 dan melanjutkan pendidikannya di salah satu perguruan tinggi di Yogyakarta. Kegiatan menulis sudah dilakukannya sejak SMP. Sempat terhenti di penghujung masuk SMA dan melanjutkannya lagi setelah lulus.
Penulis memiliki hobi yang beragam. Mulai dari membaca, bermain game online, menulis, dan masih banyak lagi. Mottonya adalah “Tersenyumlah walau itu pahit”, karena dengan itu kita senantiasa menerima apa adanya.
Jika ingin berinteraksi dengan penulis, kalian bisa berkunjung ke salah satu akun sosial medianya, Facebook: Myusufshabran[-at-]yahoo.com, Email: ucupgaul10[-at-]yahoo.com.

Cerpen Masa Lalu Berdarah merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Gadis di Bawah Hujan

Oleh:
Bel pulang sekolah sudah terdengar sejak 30 menit lalu. Namun, keramaian di koridor-koridor kelas tak kunjung surut. Wajah-wajah kesal sekaligus khawatir terlihat dari setiap sudut koridor. Wajah-wajah yang memandang

Queer (Cap of Tooth Paste)

Oleh:
Salma pulang ke rumah dengan terengah-engah. Dia baru saja dari bioskop bersama teman-temannya. Dia tahu dia bolos sekolah saat jam kedua demi menonton film horor baru yang sudah ia

Biola Anya

Oleh:
‘Ngiiiiik…’ suara biola felis terdengar sangat melengking, membuat semua yang mendengarkannya ingin tutup telinga. Oh iya, namanya Felis dia adalah seorang gadis berumur 13 tahun yang sangat ingin belajar

Tumbal

Oleh:
Pada suatu hari di tengah siang yang panas, aku sedang menempuh perjalanan ke dareah terpencil di pedesaan memakai mobil dengan pakaian yang sangat bagus. Di tengah perjalanan ke desa

Kutunggu di Pintu Akhirat (Part 3)

Oleh:
Samkosim, Kepala Desa Karangtengah baru saja menyelesaikan kebutuhan biologisnya dengan istri mudanya pada penghujung malam itu ketika di halaman rumah besarnya terdengar suara mobil berhenti. Belum lagi sang Kepala

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “Masa Lalu Berdarah”

  1. Dinibel says:

    Keren tapi sayang terlalu singkat, kalo boleh saran tolong jabarin lagi yaaa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *