Masa Lalu dan Malaikat Itu

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Sedih, Cerpen Horor (Hantu)
Lolos moderasi pada: 20 May 2013

Mega harus merelakan kepergian Gilang. Kecelakaan itu terjadi di depan matanya sendiri. Mobil jazz yang dikendarai Gilang tiba-tiba hilang kendali dan menabrak pembatas jalan. 7 hari setelah kepergian Gilang, Mega berziarah ke makam Gilang. Ditemani Yuna, adik Gilang, mereka berdoa agar Gilang mendapat tempat terindah di sisiNya. Hampir satu jam mereka di sana. Rio, anak tukang gali kubur di sana menghampiri Mega.
“Mega..” Mega yang mendengarnya pun bingung. Rio lalu duduk di sampingnya. “Aku Gilang”
“Jangan gila kamu, Gilang sudah meninggal!”
“Tapi aku Gilang”
“Bukan kau bukan Gilang” Mega histeris dan meninggalkan tempat itu, tapi Yuna masih di sana. Ia penasaran dengan laki-laki yang mengaku kakaknya itu. Rio menceritakan yang sebenarnya pada Yuna bahwa ia adalah Gilang, kakaknya. Tapi Yuna menanggapnya bergurau terlebih saat Rio mengatakan arwah Gilang merasuki tubuhnya.
“Yuna, tunggu.. aku Gilang, kakakmu, tolong percayalah..” Rio berusaha menahan kepergian Yuna.
“Kita bicara di tempat lain saja” Yuna mengajaknya pergi ke suatu tempat.
“Ini tempat pertama kali aku bertemu Mega..” mendengar perkataan Rio, Yuna sangat terkejut. Apa mungkin yang di katakan Rio itu benar? Tak mungkin seseorang yang telah meninggal bisa hidup kembali dengan merasuki tubuh seseorang.

Untuk memastikannya, Yuna mengajukan satu pertanyaan yang hanya dapat di jawab oleh Gilang.
“Siapa Mega?” itu pertanyaan yang diajukan Yuna. Tanpa pikir panjang Rio menjawabnya dengan mantap.
“Waktu kecil dia teman baikku, lalu jadi sahabat baikku..” Yuna benar-benar tak bisa percaya apa yang ia dengar dari Rio. Ia bertanya kenapa kakaknya bisa seperti ini. Rio mengatakan sebelum kecelakaan maut itu terjadi, ia sempat menyatakan perasaanya pada Mega, Mega berjanji akan memberi jawaban di tempat pertama kali mereka bertemu. Dalam perjalanan menuju tempat itu, mobil yang dikendarainya tiba-tiba hilang kendali dan menabrak pembatas jalan, hingga akhirnya ia meninggal.

Di dunia lain, ia bertemu seorang malaikat bernama Jlo, Jlo mengetahui semua tentang Gilang dan Mega, Jlo memberikan sisa hidupnya yang hanya tinggal 3 hari untuk membantu Gilang agar dapat menemui Mega, dan mendengar jawaban darinya. Dengan begitu Gilang akan tenang di alam sana.
“Aku tahu hari ini Mega pasti akan mendatangi makamku. Apa sekarang kau percaya?”
“Cukup masuk akal kakak..”
“Sekarang waktu kita tidak banyak, kita harus menemui Mega..”

Mereka mendatangi rumah Mega dan melihat Mega sendirian di taman. Yuna menyuruh Rio menemui Mega sendiri. Rio mencoba menjelaskan sedikit demi sedikit kepada Mega meskipun dari awal Mega tak mempercayainya.
“Waktuku hanya 2 hari lagi Mega, entah kau mau percaya atau tidak, aku hanya ingin mendengar jawabanmu atas pertanyaanku, maksudku pertanyaan Gilang..”
“Kalau aku mengatakannya, apa Gilang bisa hidup kembali?”
“Tidak, tapi dia akan bahagia di sana”
“Baiklah, 2 hari lagi aku akan memberitahumu, di tempat Gilang mengalami kecelakaan..”
“Baiklah, tapi sekarang aku harus pergi.”
“Pergi untuk menemui Jlo?”
“Kenapa kau bisa mengetahuinya? Jlo adalah malaikat”
“Aku bertemu dengannya di mimpiku semalam, ia sudah menceritakan semuanya padaku..”

Hari terasa begitu cepat. Tiba saatnya ia mendatangi tempat kecelakaan mautnya itu. Ia sudah di tunggu oleh Jlo. Jlo memberitahunya hal yang mengejutkan yang akan terjadi. Mega akan mengalami hal yang sama dengan Gilang.
“Apa maksudmu Jlo?”
“Sesuai takdir, hari ini Mega akan pergi untuk selamanya.” Jawab Jlo tenang. “Dia tidak mengatakan apa saja yang aku beritahu padanya, bukan?”
“Ya aku mengerti kenapa dia memintaku datang ke sini” persis seperti apa yang dialaminya, Mega mengalami kecelakaan di depan matanya sendiri. Sebelum menghembuskan nafas terakhirnya Mega mengatakan ia juga mencintai Gilang.
“Dengan begini, kau tak akan sendiri di sana..” Sesuai apa yang telah disepakati antara Gilang dengan Jlo, arwah Gilang meninggalkan tubuh Rio bersama dengan arwah Mega. 7 hari setelah peristiwa itu, Yuna mendatangi makam Mega. Ketika akan berlalu. ia kembali bertemu dengan Rio yang tengah membersihkan makam.
“Kakak..” teriak Yuna dan ia segera menghampiri Rio.
“Kakak?”
“Maaf..” Ia tersenyum dan meninggalkan tempat itu.

Cerpen Karangan: Triyana Aidayanthi
Facebook: Triyana Aidayanthi
Seorang penulis pemula nan amatiran yang jatuh cinta dengan dunia menulis karena suka menggambar, hehehe aneh kan?
Salam kenal ya sobat..
Boleh dong kritik, saran, dan share pengalamannya
Twitter : @_triyanaa

Cerpen Masa Lalu dan Malaikat Itu merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Cinta itu Pengorbanan

Oleh:
Aku mungkin sakit saat menulis ini, Aku mungkin terluka. Namun, aku bahagia. Aku bahagia untuk tawanya, untuk senyumnya. Biarkan aku yang menanggung sakitnya, karena ini yang aku mau. Hanya

Senyum Dari Tuhan

Oleh:
Bukan seorang siswa yang patut dibanggakan. Aku hanya siswa biasa yang cukup menjadi pelengkap di cerita SMA mereka. Terkadang hanya membawa tawa untuk mereka atau hanya ikut tertawa bersama

She Is, Who Left Behind (Part 2)

Oleh:
Sudah beberapa halaman dari buku catatan milik Kakaknya yang sudah Chenxiao baca. Tidak seperti dugaan Chenxiao sebelumnya, karena buku peninggalan Kakaknya itu, ternyata bukan buku harian. Tidak setiap hari

Hantu Palasik

Oleh:
Suatu malam yang gelap di tengah hutan daerah pegunungan Banjarmasin Kalimantan selatan tinggalah seorang nenek tua renta sebut saja namanya Nenek Inah dan seorang cucu perempuannya yang sedang mengandung

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

2 responses to “Masa Lalu dan Malaikat Itu”

  1. Deska Purwa Yuliantika says:

    cukup bagus tapi kurang serem

  2. fatimatuzzahra purnama putri says:

    Keren. Romansanya oke. Cuma, kurang serem aja. Tp tetep keren kok kak! (y)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *