Mati Suri

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Horor (Hantu)
Lolos moderasi pada: 16 November 2014

Hai, namaku Ken. Aku duduk di kelas 7. Aku anak sebatang kara. Hujan atau panas pun aku selalu sendiri. Jarang ada yang menemaniku. Membutuhkanku hanya ada butuhnya saja. Ke kantin saja sendirian apalagi pulang sekolah
Saat di kelas aku duduk sendiri di kelas. Entah, mengapa perasaanku tidak enak begini.

Pak Hilmi bilang bahwa sekarang ada pembagian kelompok pelajaran Bahasa Sunda. Aku tidak tau kelompokku bersama siapa.
“Sa, aku boleh tidak sekelompok bersamamu?” Tanyaku
“Aku sudah cukup. Kelompok yang lain sepertinya juga sudah cukup.” Jawab Elisa
“Ya sudahlah aku sendiri saja.” Pintaku dengan nada yang malas

Saat mengerjakan tugas kelompok tiba-tiba ada seorang wanita berambut panjang memakai baju seragam sekolahanku. Dan ternyata… Itu Firda. Firda berkata dia ingin mengajakku untuk kerja kelompok bersamaku.
“Ken jangan mau kerja kelompok bersamanya. Kamu bakal dikacangin sama dia!”
“Siapa yang berkata seperti itu padaku? Sepertinya, tidak ada satu orang pun di sebelahku? Di sebelahku hanya tembok dan Firda. Hmm.. mungkin hanya perasaanku saja kali ya.” Tanyaku dalam hati
“Coba kamu tengok ke belakang…” Katanya sambil bersiul
Astaga!!! Wanita bermuka hancur yang penuh darah!! Ternyata dia yang dari tadi menghasut obrolanku dengan Firda! Siapa dia? Kenapa tiba-tiba dia Ada di sebelahku? Karena aku kaget, aku menendang kursi ke arah belakang.
“Dih, kenapa kamu Ken?” Tanya Arka kebingungan
“Aa…Ddd…aaa… Sssesesese…taa..nnn!!!” Jawabku sambil menjerit ketakutan
“Hah? setan? Hahaha yang namanya setan itu ada di malam hari. Bukan di Siang hari. Biasanya saja kamu tidak seperti itu.” Katanya sambil tertawa terbahak-bahak
Tiba-tiba Arka tertiban proyektor yang jatuh secara drastis. Lalu, aku bingung mengapa Arka ketiban proyektor secara tiba-tiba? Aneh sekali. Arka pun dibawa ke UKS. Lalu, aku bingung mengapa saat aku mengantar Arka ke UKS kakiku sangat berat untuk dilepaskan.
“Woy!!! Tungguin aku!” Teriaku karena aku ketakutan di kelas
Aku pun terkunci di dalam kelas.
“Hai Ken”
“HAAAA! Jangan ganggu aku aku tidak bermaksud mengganggumu maafkan aku!” pintaku sambil menjerit dan menutup mukaku sambil jongkok
“Aku tidak bermaksud menakutimu. Aku hanya ingin kamu menemaniku agar aku dan kamu tidak kesepian. Tadi, yang menjatuhkan proyektor ke badan Arka itu adalah aku.” Ucapnya dengan nada datar
“Na… na… namamu siapa?” Tanyaku sambil ketakutan
“Namaku Joya. Sebut saja Oya. Aku adalah anak dari pemilik Kuburan ini. Kini, kamu telah menjadi hantu. Bukan lagi manusia.” Katanya sambil memegang rambutnya yang sangat panjang
“Kuburan? Ini sekolah! Bukan kuburan! Aku ini sudah menjadi hantu? Ini dunia N-y-a-t-a!” Kataku sambil membentak
“Kamu tidak mempercayainya? Coba saja kamu mengambil pulpen. Setelah itu, bawa pulpen itu untukku.” Pintanya sambil menatapku dengan muka jutek
Aku hanya bisa terdiam.

Ternyata apa yang diomongkan Joya itu benar.
“Ini bukan lagi sekolah. Tetapi, kuburan. Kuburan keegoisan. Dimana manusia yang mengunjungi tempat ini lalu menyepelekannya/tidak percaya kalau disini ada hantu lalu, mereka akan kubunuh secara kejam! Karena teman-temanmu selama ini sebenarnya tidak ada.” Ucapnya dengan suara yang tegas
“Jadi, selama ini aku tidak sekolah? Alasanku tidak mempunyai teman, itu?” Tanyaku sambil kebingungan
“Pertanyaanmu benar semua. Apakah kamu ingin menjadi sahabatku? Ingat! Kamu ini hantu. Bukan lagi manusia!” Bentaknya
“Baiklah. Mengapa aku bukan lagi manusia?” Tanyaku dengan menjerit
“Karena, kamu tadi sudah menanggapi Arka dengan menjawab DISINI ADA SETAN!” Jawabnya dengan mata yang tajam
Tiba-tiba Oya itu menjelaskan semuanya padaku. Bahwa, dia anak pemilik sekolah ini yang telah meninggal karena bunuh diri. Bunuh diri karena dirinya selalu sendiri tak ada satu orang pun yang menemaninya. Sepertiku. Selain itu, dia juga sering dibully oleh teman-temannya yang tidak suka sama Oya.
“Wah, betapa malang hidupmu. Yang sabar ya Oya masih ada aku yang menjagamu. Hidupmu dan Hidupku sama.” Kataku sambil meneteskan air mata
“Iya terimakasih telah memberi motivasiku.” Ucapnya sambil tersenyum di depan hadapanku
“Iya sama-sama dengan senang hati.” Balasku dengan senyuman yang lebih lebar darinya

Hidupku hanya bersama Oya. Aku dan Oya bagaikan adik kakak. Kemana-mana selalu bersama. Menampangkan diri di depan manusia yang ke kuburan. Agar manusia itu tidak mengganggu penghuni Kuburan ini seperti Aku, Oya, Arka dan yang lainnya. Tetapi sayang, Arka beda dunia denganku. Waktu pun cepat berlalu. Sudah 3 hari aku bersama Oya.
Lalu, apa yang akan terjadi?
“Oya, apakah ini sudah 3 hari?” Tanyaku dengan peluh yang bercucuran
“Hmm.. iya ken. Aku ingin pergi ke sana dulu ya. Maafkan aku kalau aku sudah membentakmu dan mengambil rohmu hanya untuk menemaniku bermain. Kembalilah kepada Jasadmu. Selamat tinggal sahabat dunia lainku.” Kata Oya sambil berjalan menuju pintu yang besar entah dia kemana
Aku pun menangis lalu kembali ke jasadku. Aku pun membuka mataku ke dunia nyata.
“Arka? Kamu masih ada disini?” Tanyaku
“Memangnya kamu pikir aku dimana Kennn?” Tanyanya sambil menahan tertawa
“Bubububu…kannya kamu tertiban proyektor?” Tanyaku sambil grogi
“Hahaha dasar indigo. Aku ini di sebelahmu dari tadi. Tapi tadi aku hanya tertiban buku di atas proyektor.” Jawabnya sambil tertawa
“Tadi kamu terkunci disini dan tidur tetapi kamu sekarang sudah sadar.” Ucap Firda sambil mengerjakan Prnya
Apa yang aku alami tadi? Siapa wanita Oya yang cantik berambut panjang itu? Mengapa dia bilang aku ini sudah menjadi hantu? Mungkin itu hanya mimpi.
Astaga!!! Rupanya Sahabat hantuku.

Cerpen Karangan: Niken Yeckti Rachmahatmi Adiputra
Blog: http://nikenyecktiradiputra.blogspot.com
Facebook: Alditsa Niken Sadega Episode II
Dengan menulis aku akan bisa mengungkapkan kalimat dan cerita hidupku. Bahkan perasaanku.

Cerpen Mati Suri merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Hantu Bawah Tangga

Oleh:
Waktu itu saya masih berumur 9 tahun, waktu itu ada sebuah tulisan di mading sekolah SD saya yang mengatakan bahwa dulu ada alumni sekolah saya ini, mempunyai dendam kepada

Ghost Train

Oleh:
Pemuda bersurai cokelat madu itu sudah menunggu lebih dari satu jam. Kereta yang dijadwalkan tiba pukul sembilan lebih lima belas menit agaknya tidak tepat waktu. Kedua manik matanya bergerak

Missing (Part 2)

Oleh:
Di sebuah cafe, aku mengajak beberapa teman bertemu. Bayu, Davi, Mia, Anty, dan Shiva datang bersamaku. Aku ingin mengajak mereka merundingkan kembali rencana gila yang Mia ajukan dan mereka

Bela

Oleh:
“Aku tak tau kejadian aneh apa yang kulihat… Aku melihat dia berkata “bela!! aku mau masuk islam…” sekilas aku tertawa ia sedang kesurupan atau apa? 17 oktober 2015 Saat

Diary Itu

Oleh:
Hai, guys. perkenalkan nama saya Adel Manda Putri. Biasa dipanggil Adel. saya ingin menceritakan pengalaman saya yang satu ini. Ingat, jangan membaca cerita ini sendirian. Pagi ini saat aku

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

5 responses to “Mati Suri”

  1. dewi says:

    Aneh…mempunyai sahabat koq hantu

  2. dilla itoe selalu war werr says:

    pengen buat cerpen tp gak bisa:'(

  3. rifa says:

    dewi: bida jadi ko punya sahabat hantu

  4. erisa bella zahra says:

    ceritanya lucu dan menarik bangets_

  5. Resti says:

    Banguss Bangett Certanya :D, 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *