Mereka Ikut Bermain Petak Umpet

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Horor (Hantu)
Lolos moderasi pada: 23 October 2018

Ini kisahku. Kisah yang kualami sendiri bersama ketiga sahabatku. Aku akan memberi mereka nama samaran.

Saat itu, aku, Rachell, Hana dan Tiara janjian untuk bermain ke rumah Hana. Kami akan membuat slime. Karena rumahku dan rumah Tiara berdekatan, kami berangkat berdua menaiki mobilku. Sedangkan, rumah Rachell dan Hana juga berdekatan.

Sesampainya di rumah Hana, kami pun langsung membuat slime. Setelah membuat slime, kami mengobrol ngobrol dan bersendau gurau. Mama Hana sedang pergi beli makan.

Setelah selesai makan,
“Ke rumah Rachell aja yuk!” ajak Hana.

Dengan berjalan kaki, kami sampai di rumah Rachell. Di jalan tadi, kami sempat membeli pop ice lho.
“Gimana kalau kita nonton film?” usul Rachell.
Kami pun menonton film di laptop Rachell.

Setelah menonton film, kami memutuskan untuk bermain petak umpet. Saat itu, yang jadi adalah Hana. Hana menghitung. Aku bersembunyi di bawah meja makan, Tiara di gudang, sedangkan Rachell di dalam mobil.

Setelah selesai menghitung, Hana melihat ke arah mobil. Ia melihat ada Rachell dan aku berdiri di sebelahnya. “Rachell santi jadiii!!!” teriak Hana. Tiara mendengar teriakan itu. Tapi aku tidak. Pikir Tiara, mungkin karena Hana sayang pada Rachell dan aku. Rachell pun melompat turun dari mobil. Aku dalam pandangan Hana juga turun dan ikut berlari lalu menghilang dalam sekejap.

Setelah permainan, Hana menceritakan semuanya tentang tadi.
“Lho, aku aja di bawah meja makan kok” kataku aneh.
“Iya, aku denger Hana manggil Rachell dan santi” tambah Tiara.
Kami pun ketakutan. Lantas, siapa itu? Kok aku ada 2 ya?

Cerpen Karangan: Yacinta Artha Prasanti
Blog / Facebook: santi artha

Cerpen Mereka Ikut Bermain Petak Umpet merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Tumpukan Sampah di Masa Depan

Oleh:
Terdengar suara riuh mesin dari dalam ruang percobaan Deni. Siang ini Deni, Sarah dan Andi akan mencoba alat rancangan mereka yang terbaru. Menurut mereka, ini adalah alat rancangan mereka

Maaf Mama

Oleh:
“Kalau pulang sekarang pasti gak ada lagi angkot, tapi kalau gak pulang mama pasti marah. Tapi mau naik apa, aduh…” langkah Dita tergangu karena lubang besar di jalannya. Karena

Pahlawan Kampung

Oleh:
“Mengapa tidak belajar?” Tanya Ibu kepada Rofa. “Bentar, lagi asyik nonton nih” jawab Rofa sambil asyik melihat televisi. Ya Rofa adalah anak yang cukup pemalas, hari harinya hanya bermain

Chie Si Patung Hidup

Oleh:
Aku dapat mendengarnya, mendengar derap langkah itu yang semakin mendekatiku. Sudah ku duga, bersembunyi di dalam lemari sendirian itu memang tak aman. Tetapi di luar, lebih mengerikan daripada bom

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *