Merinding

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Horor (Hantu)
Lolos moderasi pada: 12 September 2017

Suatu Hari, aku pulang mengaji malam-malam, lewat Kuburan Delima. “Cateline!” aku terkejut, ada yang memanggilku dari belakang, tetapi tidak ada siapa-siapa. Aku merinding. Kupercepatkan langkahku, agar bisa sampai ke rumah cepat.

Setelah sampai rumah, keringatku kulap, lalu aku ke kamar mandi, Wudhu, Sikat Gigi dan cuci muka. Setelah itu aku Shalat Isya terlebih dahulu, Setelah Shalat, aku langsung tidur.

Esoknya, di pagi hari aku pergi ke sekolah, melewati Kuburan Delima lagi, aku lupa dengan kejadian tadi malam, jadi aku santai santai saja melewati Kuburan itu. “Cateline!” teriakan tadi malam tiba-tiba datang lagi, membuatku mengingat kejadian tadi malam. Aku kembali merinding, aku mempercepat langkahku lagi.

Akhirnya, aku tiba di sekolah dengan selamat dan aman. “Cateline!” ada teriakan lagi, namun itu tak asing bagiku, itu Suara Lily, teman sebangkuku. “Lily!” teriakku balik. Kami akhirnya bermain bersama hingga Bel masuk, pelajaran pertama siap dimulai.

Disaat aku menulis, ada yang membisikkanku. “Cateline,” bisikan itu makin lama makin keras, namun tak ada satu pun temanku yang merasa bisikan itu, hanya aku yang dengar. Aku menyenggol Lily. “Apa?” bisik Lily. “Kamu ngerasa ada yang bisikin gak sih?” tanyaku kepada Lily. “Tidak.” jawab Lily, sambil kembali menulis, aku pucat, ternyata benar, hanya aku yang dengar bisikan itu, makin lama aku makin merinding.

Aku mengajak Lily ke toilet. Pada saat jalan ke Toilet, bisikkan itu masih ada. “Cateline,” bisiknya, aku sama sekali tidak melihat siapapun di belakangku. Merinding kembali mendatangiku.

Akhirnya Bel pulang berdering. Aku pulang sendiri, jalan. Aku kembali lewat ke Kuburan Delima. Aku penasaran dan langsung masuk ke Kuburan itu, tak ada yang membuatku ngeri dan merinding. Karena banyak orang di situ, ada Kuburan yang banyak dikerumuni teman-temanku. Aku datangi, dan ternyata yang meninggal adalah… Lily! Tak sadar aku, pucat, sedih, kaget. Menemaniku, Lily yang tadi siang bermain denganku, kini telah pergi selamanya.

Mira, temanku memberi surat kepadaku, katanya itu surat dari Lily, untukku. ‘Cateline, yang selama ini memanggilmu adalah kakakku, ia selalu menemanimu, karena ia sangat suka padamu, menyayangiku, aku pura-pura tidak mendengar suara bisikan itu, sebenarnya aku juga mendengar. Sekarang, kakakku memanggilku untuk menemaninya, tentu, kakakku ingin aku temani dia untuk selamanya. Aku sudah bilang ke kakakku untuk tidak membuatmu merinding lagi.’ Salam Lily. Aku kaget tak terkira, kak Lila, kakak Lily, ternyata sudah Tiada,

Akhirnya setiap hari Libur, aku selalu pergi ke kuburan Lily, aku sudah tak merinding lagi.

Cerpen Karangan: Shafa Maura Raihanah
Facebook: Shafa Maura Raihanah
Nama Lengkap: Shafa Maura Raihanah
Umur Saat Ini: 8 (ingin 9 tahun di bulan juli nanti.)
TTL: Juli 23 2008.

Cerpen Merinding merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Psycho (Click Clack)

Oleh:
Michael berjalan sendirian di tengah gelapnya malam. Dengan hanya modal senter di hp nya, michael memberanikan dirinya untuk jalan pulang ke rumah. Salah dia sendiri. Kenapa tak cepat cepat

Alter Ego

Oleh:
“Please save me.” hanya itu kata yang mampu aku ucapkan setiap kali aku dibuang dan disisihkan ‘lagi’ oleh manusia. Aku adalah seekor kucing berwarna jingga dengan bulu tebal dan

Gara-Gara Hantu

Oleh:
Pagi ini Maya bersekolah seperti biasa. Dengan berjalan kaki, ia pun berangkat. Embusan angin yang menerpa lembut kulitnya sama sekali tidak membuatnya segar. Akan tetapi, ia tahan rasa kantuk

Sendirian Di Kamar

Oleh:
“blugg!” dengan cepat aku menutup rapat pintu kamarku dan ku kunci pintunya supaya aku dapat menyendiri dengan leluasa. Aku baru saja bertengkar dengan Ibuku. Masalahnya karena dia tak mengizinkanku

Adikku Tumbalnya

Oleh:
Aku mempunyai seorang adik, neira namanya. Aku suka memanggilnya Ira. Sesuai namanya, sifatnya pun sama. Ceria, pintar dan selalu tertawa dalam suasana apapun. Tapi akhir-akhir ini dia berubah, aku

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *