Miss

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Horor (Hantu), Cerpen Misteri
Lolos moderasi pada: 30 August 2019

Katakan ia gila, bagaimana bisa ia merindukan sosok pria jangkung itu. Untuk waktu tertentu bahkan ia sangat ingin memeluk pria itu. Mereka bukan sepasang kekasih meski nyatanya banyak yang mengira begitu. Mereka hanya teman berbagi flat. Ia tersenyum miris betapa pria itu begitu dalam memasuki jiwa sentimentilnya.

Ia menatap ruangan tempat di mana mereka menghabiskan waktu untuk membahas kasus yang baru saja selesai mereka tangani. Tak ada potongan jari dan mata di dalam toples selai bekas. Tak ada otak segar dan potongan tangan di dalam kulkas -bersih- hanya ada sayuran dan bahan makanan lain. Tak ada aroma kimia dan bau anyir yang menyengat. Tak ada ceceran merah pekat di kamar mandi. Tak ada bau tembakau atau kok*in dan nik*tin di atas meja -semuanya bersih- mungkin wanita pemilik flat itu sudah membersihkannya ketika ia lebih memilih berdiam diri di kamarnya.

Ia duduk di sofa tempat biasa pria itu duduk. Oh, betapa ia merindukan sosok itu. Sosok pria nyentrik dengan kejeniusan dan keidiotannya. Sosok pria yang egois namun kekanak-kanakkan. Betapa ia masih mengingat apa saja yang dilakukan pria itu. Ia bahkan masih ingat bagaimana cara pria itu mengeluh bahwa ia sangat bosan dan berkata ‘Beri aku kasus yang rumit’ atau bagaimana pria itu duduk diam seharian tanpa makan berhari-hari dan hanya meminum kopi dengan dua balok gulanya. Ia masih ingat itu semua seolah kejadian itu seperti baru saja terjadi kemarin. Tiga tahun bukan waktu sebentar hanya untuk terpuruk memikirkan pria itu.

Satu hal yang masih ia harapkan.
“One more miracle, Sherlock… For me… Don’t be… dead.”
“Would you do that just for me? Just stop it!”.

Selesai

Cerpen Karangan: Reita Cho

Cerpen Miss merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Hutan Misteri (Part 1)

Oleh:
Senja baru saja turun, di kejauhan masih ada semburat merah muda yang cantik. Di tepi jalan terdengar bunyi mesin mobil di mana-mana. Fuhh… aku menghembuskan napas berat melihat pohon-pohon

Tragedi di Hutan Pakem (Part 1)

Oleh:
Asa turun dari angkot tepat di depan halte bus, sudah tiga hari ia bangun pagi-pagi sekali dan pulang sekitar jam 01:00 dini hari, karena harus menjadi panitia Ospek. Hari

Misteri Hilangnya Luthfi

Oleh:
Suasana kelas kini mulai genting. Seisi sekolah gencar dengan isu hilangnya Luthfi di kelas pada jam pelajaran ketiga, pelajaran Bahasa Indonesia, Pak Saroni hari ini. Apakah Luthfi bersembunyi di

Fake After School

Oleh:
Hari ke-131, 1 Agustus 2014 “Awaaaas.” Aah, peristiwa ini terjadi lagi. Sebuah truk merah muncul dari perempatan jalan, kelihatannya supir truk tidak melihat lampu lalu lintas berwarna merah, dan

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *