Misteri Arwah Gentayangan

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Horor (Hantu)
Lolos moderasi pada: 9 January 2018

Hujan rintik rintik ditambah lagi suara petir yang berguram, aku pun terjaga, jarum jam menunjukan pukul 00.00 tengah malam. Suasana menyeramkan mulai menyelimuti keadaan di sekitar pos ronda yang konon katanya sering ada penampakan sosok menyeramkan, kepalanya penggal terpisah dengan badanya “hiii jadi makin serem, apalagi aku jaga sendirian di sini!” Tuturku dalam hati dengan rasa penuh dengan ketakutan.

Aku mulai merasakan seolah ada suara tangisan perempuan, tapi kualihkan pikiranku ke arah yang positif tapi sia sia, suara itu semakin keras terdengar di telingaku. Aku pun langsung bersembunyi di bawah selimut yang kupakai. “Tek tek tek tek..” Tiba tiba terdengar suara langkah kaki yang sedang menuju ke arahku. Aku menjadi semakin ketakutan, kucoba membaca beberapa ayat ayat suci Al-Qur’an sebanyak mungkin dan suara itu mulai menjauh dari pendengaranku dan hilang “Alhamdulillah” tuturku dalam hati. Suasana untuk sementara ini menjadi tenang.

Jarum jam sudah menunjukan pukul 00.50, aku masih belum bisa tidur karena masih ada rasa takut “sreek sreeek” terdengar suara seperti ada yang mencakar dinding, bulu kudukku mulai berdiri, kuberanikan diri untuk menoleh ke arah suara tersebut, terlihat jelas di mataku sosok itu sangat mengerikan dengan darah dan usus yang berjuntaian sambil memegang kepalanya yang putus dari lehernya. Dengan perlahan sosok mengerikan itu mendekatiku, aku ingin berteriak tetapi tidak bisa.

Tiba tiba datang seseorang berpakaian putih sebagaimana seorang ustad lengkap dengan sorban dan tasbihnya, sososk itu terdiam sejenak tanpa bergerak sedikitpun “kenapa kamu datang lagi dan mengganggu orang di sini” ucap ustad pada sosok menyeramkan itu. Aku hanya terdiam tidak bisa berbicara apa apa entah kenapa. Tiba tiba sosok mengerikan itu berubah menjadi perempuan yang cantik., “arwahku masih belum tenang, aku ingin menemukan seseorang yang sudah memperk*saku dan membunuhku dengan brutal” tutur sosok itu dan kemudian menghilang seketika

Tiba tiba datang seorang laki laki paruh baya dengan sebilah mandau di tanganya “hmm ternyata kalian sudah tahu tentang pembunuhan vina, sekarang giliran kalian yang akan kubunuh” ucap lelaki paruh baya itu, dan langsung menyerangku. Aku berusaha menghindari serangannya tetapi sia sia mandaunya mengenai lengan kiriku. Dengan segera pak ustad datang menolongku dan melumpuhkan laki laki paruh baya itu sampai pingsan.

Aku pun langsung menelepon polisi untuk datang ke TKP. Tak lama kemudian polisi mulai berdatangan dan langsung memborgol laki laki paruh baya tersebut, dengan barang bukti sebilah senjata tajam dan langsung membawanya ke kantor polisi.

Aku pun bertanya pada pak ustad tentang kejadian sebenarnya, “tiga minggu yang lalu ada pembunuhan di sekitar sini dek, dan pria itu sudah dicurigai oleh masyarakat, hanya saja tak ada bukti kuat untuk melaporkannya ke pihak yang berwajib” jelas pak ustad. Karena aku anak baru di sini jadi aku kurang tau apa masalah yang ada di sini, untung saja aku sempat merekam suara laki laki tadi dan menyetelnya kepada pak ustad dan aparat kepolisian yang menjdikan semua bukti pembunuhan menjadi kuat. Aparat kepolisian mulai membawakan kotak pengobatan untuk mengobati lengan kiriku yang terluka, dan setelah itu berterima kasih karena kami sudah membantu dan melaksanakan tugasnya kembali.

Tinggal kami berdua di pos roda ini, kemudian datanglah sosok perempuan cantik itu menghampiri kami “terimakasih atas bantuan kalian kini aku sudah bisa tenang di alamku” tutur sosok itu. “Jangan berterimakasih pada kami berterima kasihlah pada Allah”. Tiba tiba sosok itu menghilang seketika. Malam ini aku terpaksa bermalam di rumah pak ustad semalaman ini dan pak ustad mengizinkan

TAMAT

Cerpen Karangan: Ahmad Fahrurazi
Facebook: Ahmad Fahrurazi

Cerpen Misteri Arwah Gentayangan merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Ruangan itu

Oleh:
Hari ini tidak seperti hari-hari biasanya, semua siswa ketakutan setelah mengalami insiden itu. Temanku yang memasuki ruangan itu meninggal, temanku yang bernama Chanzeol biasa kupanggil chan-chan, dia suka sekali

Pria Itu Aku

Oleh:
Sore itu, Kirana meneleponku. Ia memintaku untuk menjemputnya di tempat kursus. Kebetulan saat itu mentari ditutupi oleh awan mendung dan hujan turun disertai angin kencang. Aku tak tega membuat

Pisau Berkarat

Oleh:
Darah bercerceran di mana-mana, barang-barang, buku, baju, celana, meja, kursi, semuanya berantakan, berhamburan. Di luar hujan deras, angin menerbangkan segala benda, sesekali semburat petir meludahi wajah langit, bias cahayanya

Tak Bisa Dibayangkan

Oleh:
Malam ini, aku baru saja pulang sekolah. Rutinitas di sekolahku yang sangat padat inilah yang membuatku harus pulang sekolah pada pukul hampir sebelas malam. Bayangkan saja, sesudah kegiatan mengajar

Girl In The Rain

Oleh:
Trevor Beck merupakan seorang petani biasa, dengan kehidupan yang biasa-biasa saja. Namun sebuah keganjilan yang terjadi beberapa bulan yang lalu membuat Trevor berpikir bahwa, mungkin kehidupannya sebagai petani tidak

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *