Misteri Bunuh Diri Gadis Iblis

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Horor (Hantu), Cerpen Jepang
Lolos moderasi pada: 9 August 2017

Polisi sudah berada di sekitar Hotel Karuizawa. Seorang gadis bunuh diri di salah satu kamar di hotel terdebut. Kabarnya listrik di hotel tersebut mati dan kembali menyala, kemudian mati lagi, nyala lagi, hal itu terjadi berulang-ulang. Aku kenal gadis itu. Aihara. Dia disebut-sebut sebagai “Gadis Iblis” oleh teman-teman sekolahku.

Aku turut berada di dalam ketika polisi masuk. Saat itu aku terjebak di dalam lift berdama Rye. Jadilan kami berdua terperangkap. Sialnya lagi, tak ada sinyal di dalam lift. Jadi aku tidak dapat menelepon bantuan.
Aku membuka paksa pintu lift tersebut. Untunglah dapat keluar. Mataku dan Rye mendelik. Semua orang di sana sudah bersimbah darah. Bahkan polisi-polisi di sana juga.

“Kyaaa!” Jerit Rye.
“Kalian ada di sana!” Seorang gadis seusiaku datang dengan seorang polisi.
“Hana-chan” kataku.
“Sudah tidak ada waktu lagi, Dai-kun. Kita harus keluar dari sini secepatnya” kata Hana.
“Na, nande?” Tanya Rye.
“Nanti saya jelaskan” kata Yamada-san -polisi tersebut.

Kami berlari menuju tangga darurat.
“Dia benar-benar gadis iblis” kata Hana.
“Kamera yang dipakai untuk memotret jasad tiba-tiba saja rusak. Padahal baru dibeli 2 hari lalu” kata Yamada-san.
Lampu lorong mati, kemudian menyala. Lalu mati nyala berulang-ulang.
“Aihara mengutuk kita sebelum darmawisata. Dia bunuh diri dan akan membawa kita ikut bersamanya” ujar Hana. “Tidak akan ada yang selamat”

Kami terus berlari. Sampai akhirnya kami menemukan pintu yang menghubungkan pada tangga darurat. Tiba-tiba hantu itu datang.
“Aihara!” Kataku.
“Hana,” ucapnya. Tiba-tiba Hana ditarik entah oleh siapa ke arah Aihara.
“Kyaaa!” Jerit Hana ketakutan.
Sret!
Kepala Hana terpotong. Aihara memotongnya seperti merobek selembar kertas.
Tersisa aku, Rye, dan Yamada-san. Kami segera berlari ke bawah, menuruni tingkat demi tingkat. Sial, kenapa kami terus berada di lantai 13?

Sret!
Tubuh Yamada-san terbelah 2. Aihara ada di anak tangga terbawah. Aku dan Rye tidak punya pilihan lain. Mau tidak mau, kami harus masuk ke lantai 13. Keadaan lantai 13 sangat mengenaskan. Mayat berada di mana-mana. Tak hanya itu saja. Jasad Aihara tergantung di langit-langin lantai. Bagaimana mungkin? Bukankah dia gantung diri di kamarnya?

Kami berbalik karena merasakan hembusan angin. Tak ada siapapun. Kami pun menyusuri lorong dan masuk ke kamar-kamar yang ada di sini.
“Inilah yang kurasakan”
Aku menoleh. Tidak ada siapa-siapa.
“Takut dan sepi”
“Siapa itu?” Tanya Rye takut.
Sosok Aihara muncul dari kamar 1313, kamar Aihara.
“Aihara! Apa yang kau inginkan?!” Tanyaku.
Aihara tersenyum. atau lebih tepatnya, menyirgai ke arahku. Tiba-tiba tubuhku terhempas ke dinding. “Akh!” Teriakku.
“Dai-kun!” Jerit Rye.
Aku dapat merasakan perih di keningku. Aihara mendatangiku dan menyirgai. Namun sirgaiannya berubah menjadi senyuman manis. Mirip saat dia masih, ehem, hidup.
Kesadaranku mulai menipis. Rye tetap memanggil-manggil namaku. Sret! Tubuh Rye terbelah 2, tepat sebelum kesadaranku benar-benar menghilang.

“Hei, jauhi si Gadis Iblis. Biarkan dia sendirian!” Seorang siswi berambut panjang meneriakkan kata itu pada teman-temannya.
“Ya, kita jauhi saja. Jika dekat-dekat, kita bisa jadi iblis juga seperti dia” kata seorang siswi lainnya.
“Hiy, seram…”
“Hahahahaha…”
Gadis yang diejek itu hanya diam. Pelan-pelan air matanya mengalir. Namun dengan cepat ia menghapusnya.

“Kau mau?” Seorang pemuda yang tampaknya -bukan tampaknya lagi, tapi memang seorang siswa di sekolah itu menyodorkan sebotol air mineral.
Gadis itu menoleh ke arah orang yam menawarinya. “Moroboshi-san?” Tanyanya.
“Aihara-chan, panggil aku Dai. Sekarang, kamu mau tidak?”
“Eh, tidak usah”
“Terimalah”
“Baiklah. Arigato, Dai-kun”

“Aihara-chan, pulang sendirian?” Seorang pemuda yang tadi menawarinya air minum menepuk pundak gadis itu.
“I, iya”
“Bareng, yuk. Lagipula rumah kita searah, kan?”
Gadis itu mengangguk dan tersenyum senang.

“Hiks, ku, kuharap, semua murid yang ikut darmawisata besok, mati. Kecuali Dai-kun” pinta gadis itu sembari menyeka air matanya. “Dai Moroboshi. Jangan sampai dia mati”
“Baiklah, nona”

“Dai-kun. Aku pergi dulu, ya. Setelah ini kupastikan, kau tidak akan mati. Hanya mereka yang suka mengejekku” kata gadis itu sebelum meletakan lehernya pada tali tambang di depannya.
Beberapa saat kemudian, gadis itu menggantung dirinya.
“Ja, jangan mati. D, D, Dai”

“Ada yang masih hidup!”
“Di mana?! Segera bawa dia ke rumah sakit!”
“Hai!”
Tubuh pemuda itu segera diangkat menggunakan tandu. Dengan sigap para tim evakuasi membawa pemuda dengan darah mengalir dari keningnya itu ke lantai bawah. Tepat ketika sampai di lantai bawah, sesosok hantu tanpa disadari oleh siapapun tersenyum. “Jaa ne, Dai-kun,”

Perlahan-lahan mataku terbuka. Indra pengelihatanku menangkap ruangan serba putih dan Harumi-sensei. Oh ya, dan juga orangtuaku.
“Moroboshi-kun!” Kata Harumi-sensei.
Sementara Oka-san langsung memanggil dokter.
“Di, di mana aku?” Tanyaku.
“Kamu di rumah sakit, nak” kini giliran Oto-san yang berbicara.
“Kamu adalah satu-satunya orang yang selamat dari insiden tersebut” kata Harumi-sensei lembut.

Ah, aku ingat sekarang. Kejadian mengenaskan di Hotel Karuizawa, kematian Rye, Hana, dan Yamada-san yang kusaksikan dengan mata kepalaku sendiri, dan…, Aihara.
Sampai sekarang aku masih belum mengerti. Aihara, bukankah Hana bilang Aihara mengutuk kami semua. Mengapa aku selamat? Akh, kenapa aku menikirkan hal itu, sih? Lebih baik aku istirahat, sesuai saran Harumi-sensei.

TAMAT

Cerpen Karangan: Portgas D Ace

Cerpen Misteri Bunuh Diri Gadis Iblis merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Pemuja Setan

Oleh:
“Ibu, lihatlah Anna mendapat hadiah.” Aku menatap ke arah anak ku yang kini tengah berdiri di hadapanku sambil membawa kotak berwarna merah. Tangan ku terjulur ke arahnya, membawa tubuh

Lelaki Kembang Api

Oleh:
“Sudah siap, Ra?” ucap seseorang yang akan membawaku pergi ke suatu tempat yang sudah lama menjadi kota impianku. Aku terkesiap, tersadar dari lamunan yang entah bagaimana harus kuceritakan. “Kara,

Siapa Yang Akan Selamat

Oleh:
Siang ini pemakaman telah usai, langkah kakiku terasa berat meninggalkan tempat ini, mungkin karena duka yang mendalam. Ku telusuri jalan setapak itu dengan langkah kecil setengah berlari. “Apakah kau

Kematian Chily

Oleh:
Di luar rumah terdengar suara seorang wanita sedang menangis. Setelah ditengok ternyata tidak ada siapa-siapa. Angin malam berhembus semilir. Membuat bulu kuduk menjadi merinding. Kembali terdengar seorang wanita menangis.

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *