Misteri Dua Lukisan Wanita

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Horor (Hantu)
Lolos moderasi pada: 31 December 2016

Lukisan itu ada di belakang rumah. Seperti gambar-gambar manga Jepang. Ada 2 lukisan, dan dua-duanya lukisan seorang perempuan dengan mata besar, rambut ikal bagus. Lukisan yang bagus, dan itu sudah ada sejak aku masih di Taman kanak-kanak, dulu ada di kamarku. Tapi sekarang aku harus memusnahkan lukisan itu. kedua lukisan itu akan kubuang jauh! Ya, akan kubuang!

Awalnya aku menyukai lukisan itu. Serasa mempunyai teman. Dulu aku suka mengajaknya bicara. Tapi sekarang, aku takut…

“Lukisan itu, yang ada di belakang itu, itu milik siapa?”, tanya seorang teman.
“Milikku sejak kecil”, jawabku.
“Siapa dia?”
“Mana kutahu”
“Menyeramkan”
Dan cuma sampai di situ percakapan kami mengenai lukisan itu. Aku heran mengapa temanku itu takut pada lukisan cantik.

Hingga suatu saat, aku mendengar suara memanggilku, “Errrr”. Lembut dan riang. Suara yang tak aneh sebenarnya karena aku sering mendengar, tapi aku tak pernah pedulikan. Hmm, sejak kecil memang sering mendengar suara ini, tapi aku tak pernah peduli. Mau tau kenapa? Itu bukan suara mama, bukan suara papa, bukan pula suara temanku. Aku tak mengenal suara siapa itu. Jadi aku bersikap tak peduli. Tapi pada malam itu aku benar-benar merasa takut.

“Errrr…, Errr… Ini aku, teman kecilmu…”

Merinding seluruh tubuhku. Suara itu…

“Errr… Errr… Ini aku aku, teman kecilmu… Jangan menolak kehadiranku dalam hidupmu, Errr…”, suara itu terdengar lagi.

Aku benar-benar merasa takut! Tapi sungguh, kakiku terasa berat, tak bisa melangkah. Dan kepalaku serasa otomatis menengok ke belakang. Oh! Dua orang wanita cantik berdiri di belakangku! Rasanya aku mengenalnya… Lukisan itu! Lukisan itu! Dua lukisan wanita cantik itu kosong, hanya kanvas putih yang terlihat. Aku gemetar. Dua wanita itu tersenyum, dan mengulurkan 2 tangan mereka padaku seperti hendak memelukku. Tidak! Aku mundur perlahan, kakiku berat, amat beraaat…!

“Siapa kamu?”, tanyaku setelah mengumpulkan energi sebanyak-banyaknya.
“Aku, Ni”, ujar wanita dengan rambut keriting.
“Aku, Ta”, ujar wanita dengan rambbut ebih panjang.
“Lupakah kamu? Dulu kita bersahabat”, ujar Ni.

Aku menggelengkan kepala kuat-kuta. Tidak! Aku tidak pernah berteman dengan mereka!

“Dulu kita bermain di kamar bersama. Main boneka bersama”, ujar mereka berdua hampir bersamaan.

Aku memegang kepalaku yang terasa berputar. Pusing rasanya.

“Errrr… Errrr…”, suara itu memanggilku lagi…

Lalu aku berteriak, “TIDAAAAk…!!!”

“Ada apa, Err?”, suara Mama mengejutkanku.

Aku membuka mata, dan kulihat aku dikelilingi oleh Mama, Papa dan kakakku. Ada apakah? Mengapa mereka mengelilingiku? Lalu saat aku hendak menjawab, mereka menghilang! Argh! Ada apakah ini? Aku mengumpullkan segenap tenaga, lalu berlari secepat kilat menuju luar.

Sejak saat itu aku tak lagi menyukai lukisan wanita cantik yang ada di belakang rumah. Mengerikan! Aku harus membuangnya, ya harus!

Satu hari aku hendak membuang lukisan itu ke sebuah pembuangan sampah, dan ternyata lukisan itu kembali ke rumah, dan terpasang di dinding seperti sediakala!

Sekarang aku akan membakar lukisan tersebut! Dengan geram kubawa lukisan itu ke luar rumah. Bensin kutumpahkan ke atas kanvas lukisan. Harus musnah, harus musnah! Dengan cepat kukeluarkan korek api dari saku celanaku. Jress!!!

“AAAAARRRGGHHH…!!!”

Lalu kulihat Mama, Papa, kakakku, dan bibi di rumah keluar, dan berteriak, “EEERRR…!!! APA YANG kAU LAkUkAN? ERRR!!! ERRRR…!!!”. Terasa air membasahi tubuhku, tapi tetap panas terasa membakar tubuh. Dan dua wanita cantik itu tertawa mengajakku bernyanyi bersama, dan berkata, “Errr…, Errrr…, akhirnya kamu bisa tinggal bersama kami…”. Sebelum aku merasa tak berdaya lagi, kulihat 2 lukisan itu masih tetap ada, dan utuh tanpa api membakarnya sedikit pun, sedangkan tubuhku terbakar dan hangus…

Cerpen Karangan: Nitaninit Kasapink
Blog / Facebook: http://www.errornita.blogspot.com / Nitaninit Kasapink
Nitaninit Kasapink, ibu dari Ngka, Esa, Pink, yang suka menulis. Bisa menghubungi lewat:
FB: Nitaninit Kasapink
Twitter: @nitanininit
Instagram: @Nitaninit_Kasapink
Blog: http://errornita.blogspot.com

Cerpen Misteri Dua Lukisan Wanita merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Psychotime

Oleh:
Masih gelap. Sunyi dan dingin seakan menjerat kulitku. Tak ada suara kecuali suara jam dinding bergambar Naruto yang tak pernah berhenti melantunkan nada langkah sang detik. Pukul empat tiga

Kutunggu di Pintu Akhirat (Part 3)

Oleh:
Samkosim, Kepala Desa Karangtengah baru saja menyelesaikan kebutuhan biologisnya dengan istri mudanya pada penghujung malam itu ketika di halaman rumah besarnya terdengar suara mobil berhenti. Belum lagi sang Kepala

Makan Malam

Oleh:
Getaran handphone berulang kali terdengar di telinga Lea. Ia hanya melirik, tanpa menyentuh. Lelaki itu terlanjur membuatnya muak. Sore tadi Lea menunggu di toko roti, berharap John segera datang

Mimpi Itu

Oleh:
“Aaaaaaaaaa…” ini untuk kesekian kalinya aku bermimpi, entahlah sudah berapa kali mimpi yang sama terus menerorku. Aku sendiri bingung apa arti dari mimpi ini yang terasa seperti kenyataan. Tapi

Warisan Yang Terputus

Oleh:
Pintu tertutup dengan tiba-tiba. Lampu tua yang berdebu berkedip-kedip. Sesosok kakek tua muncul dari sisi gelap ruangan. Setelah itu menyusul si nenek dan cucunya yang kepalanya mengucurkan darah entah

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *