Misteri Kejadianku

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Horor (Hantu)
Lolos moderasi pada: 2 December 2013

Hai.. Namaku Tiara Sherlya Audin, panggilanku Audin. Aku mempunyai seorang kakak bernama Sherly Auditya, pangilannya kak Sherly dan seorang adik bernama Gerby Laura Sherly, biasanya kupanggil Dek Laura.

Besok malam, rencananya kami akan merayakan ulang tahun kak Sherly di rumah, tapi hanya keluarga (ayah, mama, dek Laura, Kak Sherly dan aku) saja. Rencananya pagi ini, kami membeli sepotong kue dan hadiah, saat itu… Kak Sherly tidak ikut karena kak Sherly ada kerja kelompok di rumah temannya. Katanya, dia pulang sore jam 05.45 sore. Wow, lama banget ya…

Aku telah siap dengan bajuku bewarna putih dengan blouser bewarna biru, jilbabku bewarna putih dan rokku bewarna biru. Aku memakai sandal bewarna biru. Adikku memakai gamis lengan pendek yang bewarna coklat dan memakai sandal bewarna coklat. Dek Laura tidak memakai jilbab. Akhirnya, mobil pun jalan. Pertama-tama kami memesan kue lalu ke toko hadiah. Aku membeli boneka teddy bear dan jam tangan. Selesai memilih, kami pun mengambil pesanan kue kami lalu pulang.

Hari ini hari Kamis malam Jum’at, tanggal 13 bulan 11. Hari ini juga malam kliwon. Hii.. Lalu malam ini adalah malam bulan purnama. Apa?

Malam pun hampir tiba. Kak Sherly belum pulang. Tingtong.. Itu dia Kak Sherly.
Kak Sherly pun masuk. “Maaf ma, kakak telat.” Ujar kak Sherly. “Sudah, pergi mandi sana, tapi di kamarmu saja Ly. Kan kamarmu ada kamar mandi kan, Ly?” Tanya mama. Kak Sherly hanya mengangguk. Lalu dia ke kamarnya. Kami pun segera siap-siap. Mama mengambil kue. Ayah mentata kado-kado. Aku dan Dek Laura menghias sedikit ruangan. Saat Kak Sherly ingin membuka pintu kamar, mama sengaja mematikan lampu. Namun apa yang terjadi? Lampu itu tak menyala.. Saat mama mengetuk tombol lampu dengan palu, lampu mati, hidup, mati, hidup, mati dan akhirnya… hidup juga. Namun di sekeliling kami ada ZOMBIE.. Aku berlari menuju masjid. Namun seakan-akan mesjid itu berjalan. Mesjid dan rumahku dipisahkan oleh 2 rumah, namun kali ini, di pisahkan banyak rumah. Aku pun terus berlari hingga hampir sampai di mesjid. Namun di sumur belakang mesjid, ku lihat Kak Sherly digantung. Bulu kudukku pun naik.. dan aku pun sampai di dalam mesjid. Zombie itu menunggu di luar. Karena aku masih takut, aku segera shalat lalu ngaji. Ku lihat seakan-akan zombie itu pergi. Karena kantuk menyerangku secara ganas, akhirnya aku tertidur pulas di dalam mesjid.

Keesokan harinya, ku buka mataku dan matahari, aku tersenyum melihat matahari karena pagi yang kunantikan tiba. Segera kulihat ke luar, namun Kak Sherly masih terikat lehernya, namun masih hidup. Aku berteriak minta tolong, lalu beberapa orang memegang kaki Kak Sherly, dan beberapa orang lagi mengangkatku untuk melepaskan tali di leher Kak Sherly. Lalu Kak Sherly pun di bawa ke rumah sakit terdekat. Aku pun mencoba memberanikan diri pulang ke rumah. Bau busuk menusuk tajam ke hidungku. Aku membuka lemari dengan penuh takut. Namun di dalam lemari ku lihat adikku tercinta memelukku. Namun saat aku melepaskan dia berubah menjadi ZOMBIE, aku berlari menuju mesjid. Napasku terenggah-enggah. Saat aku menuju kamar mandi yang berada di samping mesjid, ku lihat kedua orang tuaku dan Dek Laura menangis. “Kalian keluargaku?” Tanyaku. “Kak Sherly.. Kekurangan darah Din, hanya kamu yang sama golongan darahnya.” Kata mama. “Ma, yah, Ra… Yuk kita ke rumah sakit, tapi di sepanjang perjalanan kita memegang al-Qur’an dan membaca ayat kursi. Yuk..” Ajakku. Lalu kami ke rumah sakit.

Sesampai di rumah sakit. Ku lihat suster sedang bolak balik dengan wajah yang pucat. “Suster kenapa” tanyaku. “Begini dek, pasien kami bernama Sherly Auditya kekurangan darah.” Kata suster. “Saya ingin mendonorkan darah, tapi dimana ya?” Tanyaku. “Sama saya dek, mari kita lakukan pendonoran darah.” Kata suster itu.

Selesai mendonorkan darah, aku tersenyum puas. Kini keadaan Kak Sherly semakin membaik. Bahkan kata dokter besok sudah boleh pulang. Tapi aku takut zombie itu menyerangku lagi. Saat aku ingin memberitahukan bahwa pendonoran darah sukses. Aku berlari menuju orangtuaku yang berada di parkiran. Lalu aku memberitahukan hal itu. Orangtuaku tersenyum. Saat aku ingin ke dalam rumah sakit, yang ku temukan adalah… “KUBURAN “, lalu..
Aaaaa, aku terbangun dari mimpiku. Hanya mimpi, ujarku lega.

Cerpen Karangan: Riva Fitrya
Facebook: Riva Fitrya

Cerpen Misteri Kejadianku merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Dunia Cermin

Oleh:
Namaku Soraya. Tapi Teman-teman lebih akrab memanggilku Aya. Aku tinggal hanya bersama dengan ibuku, Ketika Ayahku meninggal dalam kecelakaan 2 tahun lalu. Semenjak Ayah meninggal, Aku kerap mengalami kejadian-kejadian

Pulang Kemana?

Oleh:
Hai teman teman… namaku budi duduk di kelas 4 SD… umurku 10 tahun Saat liburan sekolah… aku pergi ke rumah nenek untuk menginap dan bersenang senang disana bersama sanak

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

2 responses to “Misteri Kejadianku”

  1. angeli putriani says:

    tegang banget bacanya tadi…. eh… ternyata cuma mimpi
    tetap semangat!!!!

  2. Anisah says:

    Wah bagus sekali dan menarik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *