Misteri Kematian Salma (Part 2)

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Horor (Hantu), Cerpen Misteri
Lolos moderasi pada: 13 August 2016

Malam ini aku kembali mengalami mimpi yang buruk, aku bermimpi dibunuh dan diperk*sa oleh seorang pria yaitu guru olahragaku di sekolah pak Toni. Aku sangat tidak mengerti dengan mimpi ini, apa mungkin firasatku benar-benar adanya tapi entahlah. Di sekolah aku menceritakan semua mimpiku kepada Doni, tetapi Doni tidak begitu mempedulikan mimpiku itu padahal mimpiku sangat tidak lazim. Minggu-minggu ini aku selalu dihantui oleh bayangan wanita yang pertama kali aku lihat di perpustakaan itu, mungkin ia adalah Salma.

Hari ini adalah hari pertamaku diajar oleh pak Toni, aku diajarnya bermain bola basket. Dan ini adalah kesempatan bagiku untuk menanyakannya langsung kepada pak Toni soal kematian Salma. Ketika pelajaran selesai aku langsung menghampiri pak Toni yang sedang membersihkan keringatnya.
“mau kemana kamu?”, tanya Doni.
“aku mau ke pak Toni, Don”, jawab aku.
“mau apa?”, jawab Doni.
“ya aku ingin menanyakan soal Salma kepadanya”, tegas aku.
“jangan, aku akan membantumu mencari informasi kematian Salma, aku juga sebenarnya sependapat denganmu, tapi jangan sekarang”, jelas Doni.
“nah begitu dong, kamu kan cinta sama Salma, buktikan kepadanya. OK aku akan menuruti perkataanmu”, jawabku.
“bagus kalau begitu, kita pelan-pelan saja”, terang Doni.

Keesokan harinya aku mulai beraksi bersama Doni untuk memecahkan misteri kematian Salma. Awal-awal aku dan Doni belum menemukan titik terang dalam menuduh pak Toni sebagai biang dari semua ini, tapi kami tetap melanjutkan penyelidikan sampai kami menemukan jawaban yang pasti.

Hari-hari berlalu, namun kami belum menemukan bukti yang sangat kuat untuk menjebloskan pak Toni ke dalam penjara, entah apa yang ada dalam pikiranku hingga bisa berkata seperti itu, apa aku terlalu terbawa oleh mimpiku itu entahlah.

Kejadian aneh kembali menimpaku ketika aku hendak meminjam buku di perpustakaan, aku bertemu dengan sosok wanita yang pernah aku temui saat aku ke perpustakaan pertama kali, dan mungkin ini adalah Salma yang akan membantuku dalam menemukan siapa orang yang telah membunuhnya. Aku terbujur kaku seperti pertama kali aku melihatnya, aku tak bisa berucap satu patah kata pun, badanku semuanya tidak bisa digerakkan sama sekali dan tiba-tiba suara yang begitu menyeramkan keluar dari mulut sosok wanita itu, “kau bodoh, kau bodoh, hihihihihi…”, aku sangat ketakutan dan bingung dengan apa yang diucaapkannya. Namun kali ini aku tidak tumbang seperti hari sebelumnya, aku bersyukur mungkin sosok itu sudah mulai menerimaku karena aku mau membantunya untuk menyelidiki kematiannya. Aku semakin bingung dengan apa yang diucapkan oleh wanita itu, sebenarnya apa yang terjadi. Tiba-tiba Doni datang menghampiriku,
“ada apa Din?”, tanya Doni.
“makhluk itu muncul lagi Don, aku bingung dengan ucapannya tadi.”
“sudahlah, nanti juga kita akan tahu masalah yang sebenarnya”, jawab Doni.

Aku pun melanjutkan untuk meminjam buku pelajaran di perpustakaan aneh itu. Sepulang sekolah aku mengajak Doni untuk mengikuti pak Toni sampai ke rumahnya, namun Doni sempat menolak karena ia ada acara dengan teman-temannya, tetapi karena demi Salma yang ia cintai Doni rela mengorbankan waktunya bersama teman-temannya itu dan memilih untuk pergi bersamaku membuntuti pak Toni.

Saat itu waktu menunjukkan pukul 17.15 sore, aku dan Doni pun pelan-pelan membuntuti mobil pak Toni dengan motor yang dikendarai oleh Doni. Sepertinya pak Toni tidak melihat gerak-gerik kami sehingga kami sangat leluasa untuk membuntutinya sampai ke rumahnya. Ketika sesampainya di rumah pak Toni, aku dan Doni pun bersembunyi sebentar di dekat pohon jambu pinggir pagar rumah pak Toni, aku melihat di rumahnya sangat sepi, yang ada hanya anjing hitam peliharaan pak Toni dan aku sama sekali tidak melihat keluarga pak Toni satu pun.
“Don, apakah pak Toni tidak mempunyai istri dan anak?”, tanyaku penasaran.
“sebenarnya ia sudah mempunyai istri sejak beberapa tahun yang lalu, tetapi entah hilang kemana, mungkin istrinya ia bunuh sendiri”.
Aku sangat terkejut dengan perkataan Doni itu, seakan-akan Doni meyakinkan aku bahwa pak Toni adalah benar-benar seorang psikopat.

Ketika pak Toni sudah masuk ke dalam rumahnya, aku dan Doni pun pelan-pelan masuk ke dalam pekarangan rumahnya. Saat akan masuk ke dalam rumahnya, aku ditelepon oleh seseorang yang tidak kukenal nomornya.
“hallo, dengan siapa?”, tanyaku.
“cepat pergi dari tempat itu, atau kau akan menyesal seumur hidupmu”, jawabnya dengan suara menyeramkan.
Aku langsung menutup teleponnya dan langsung memberitahu kepada Doni, dan Doni mengatakan bahwa itu hanya kerjaan orang iseng saja, ah mana mungkin orang iseng bisa tau persis apa yang sedang aku lakukan atau mungkin yang menelepon adalah pak Toni. Ah mana mungkin, kalau itu pak Toni pasti dari tadi ia sudah mengusir kami.

“kamu tunggu disini, jangan kemana-mana bahaya, aku akan menyelesaikannya sendiri di dalam”, tegas Doni.
“apa maksudmu menyelesaikan Don?”, tanyaku penasaran.
Tetapi Doni langsung berlari ke arah dalam rumah pak Toni dan langsung menutup pintunya dengan kencang, dan semakin membuatku bingung sebenarnya apa yang akan dilakukan oleh Doni di dalam, apa mungkin ia akan menghajar pak Toni karena telah membuatnya kesal dengan membunuh wanita pujaannya.

Di dalam aku tidak mendengar suara kegaduhan apa pun, yang ada hanya suara gonggongan anjing dan suasana begitu sepi, aku semakin ketakutan. Sosok wanita itu datang kembali di hadapanku sambil mengucapkan “terimakasih kau telah menemaniku.. hihihihi!”, aku semakin takut sehingga aku memberanikan diri untuk masuk ke dalam rumah pak Toni. Namun di dalam tidak ada siapa-siapa, aku bingung kemana mereka pergi. Tiba-tiba aku tertimpa sebuah badan yang besar dari atas atap, dan ternyata itu adalah pak Toni, ia sudah bersimbah darah dan sepertinya ia telah tewas, aku tidak mengerti apa mungkin Doni telah membalas kematian Salma dengan membunuh pak Toni, tetapi Doni tidak ada di dalam, aku memanggil-manggil nama Doni tidak ada yang menjawab sama sekali. Dan seketika Doni berlari tergesa-gesa menghampiriku, dan aku merasa sedikit lega karenanya.

“apa yang kamu lakukan Don, kamu telah merusak semuanya, bukan dengan cara ini kita menyelesaikannya, dan belum tentu juga pak Toni adalah biang dari segalanya, kita harus cepat segera pergi dari sini sebelum ada orang yang mengetahuinya, kita akan dipenjara Don!”, takutku.
“mau apa kita pergi, karena mangsaku selanjutnya ada di depan wajahku, dan itulah…”, seketika itu aku terjatuh pingsan dan tak tahu apa yang terjadi selanjutnya kepadaku.

Cerpen Karangan: Erfransdo
Facebook: Erfransdo MisterBoy Vgb

Cerpen Misteri Kematian Salma (Part 2) merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Hmm…

Oleh:
Terpaku membisu dalam keheningan malam, ingin rasanya ku menjerit dalam kesunyian, namun apa daya. Untuk apa ku menjerit dalam kesunyian, tak akan ada pula yang dapat mendengar jeritanku meski

Misteri Sebuah Sekolah

Oleh:
Di suatu sekolah smp ternama di Jakarta, yang bernama Smp binus 8. sekolah ini selain terkenal dengan akademiknya juga terkenal mistisnya. cerita ini berawal saat Dian dan teman-teman nya,

Cinta di Surga

Oleh:
Aku tidak tahu Aku berada di mana kulihat semua tempat ini tampak putih dan dari kejauhan kulihat ada seorang wanita cantik menghampiriku. “Putra” sapa wanita itu “Kamu siapa?” jawabku

The Shadow

Oleh:
Sebuah bayangan yang akhir-akhir ini sering ku lihat. Bayangan apa itu? Sepintas pertanyaan terlintas di otakku. Seolah tak peduli dengan hal itu, aku kembali melanjutkan aktivitasku malam ini. Ku

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

2 responses to “Misteri Kematian Salma (Part 2)”

  1. Fathiya says:

    Ini ada kelanjutnya ga??klau ada cpt bkin ya!!!penasaran

  2. Mayla Salma says:

    Hmmmmzzz…!! Salma kan namaku! Btw cerpennya bagus tapi motifnya kok di”itu” terus. Coba cari yang lain..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *