Misteri Kost Nomor 13

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Horor (Hantu), Cerpen Misteri
Lolos moderasi pada: 17 February 2016

Namaku adalah Dinda Syahputri dan satu lagi, aku mempunyai sahabat yang bernama Helena Jasmine. Kita berdua ini dulu memang satu sekolah apalagi kita juga sahabat dan sekarang kita berdua sudah lulus tapi, kita berdua pun juga mendaftar di Universitas yang sama namun kita berdua pun juga diterima di Universitas yang sama. Dari Jakarta menuju ke Yogyakarta, dimana aku bersama Helena pindah ke Yogyakarta karena kita berdua juga kuliah di Universitas yang sama. Dan kita berdua juga berangkat melalui kereta api. Setelah kita berdua sampai di Yogyakarta, aku dan Helena sedang mencari sebuah kost yang lokasinya tidak jauh dengan kampus.

“Helena, kalau soal kamar kostnya dimana ya?” tanyaku.
“Begini saja, letak kostnya di dekat kampus ya?” Jawab Helena.
“Boleh juga tuh kalau kostnya letaknya di dekat kampus,” Lalu, aku dan Helena pergi untuk mencari kamar kostnya.

Saat kami berdua menemukan tempat kost, namun aku dan Helena sedang merebut kamar kostnya karena biaya sewa kamar kostnya pun berbeda-beda. Kost nomor 13 lebih murah daripada kost nomor 10, akan tetapi Helena menyerah dan aku mendapatkan kost yang bernomorkan 13. Saat aku baru memasuki kamar kost tersebut, aku sedang baru saja melihat kamar kostnya tersebut. “Hmm kamar kostnya sepertinya sudah yang aku harapkan sebelumnya, tapi aku mau tidur ah kebetulan aku ini sudah cape,” Lalu aku sudah tertidur dengan pulas. Setelah aku terbangun dari tidur, aku pun mendengar ketukan pintu dari seseorang dari depan dan ternyata itu adalah penjaga sekaligus pemilik kost tersebut. Sebut saja namanya adalah Sueb dan sudah 25 tahun, dia adalah pemilik kost tersebut.

“Assalamualaikum,” Pak Sueb mengucapkan salamnya.
“Waalaikumsalam, Ada apa ya Pak Sueb?” aku pun membuka pintunya lalu aku juga menjawab salamnya.
“Sebentar dulu ya Nak,” aku pun kaget melihat apa yang dibawa Pak Sueb.
“Eh.. eh bapak ini mau naruh apa ya Pak?”
“Sudah-sudah kamu lihat saja nanti, kalau mau tanya soal itu bisa dibicarakan nanti kok,” lalu Pak Sueb pergi begitu saja dan setelah itu, apa yang aku lihat, rupanya hanyalah semacam suguhan yang bagi aku ini cukup aneh sekali melihat seperti ini, tapi kenapa ya Pak Sueb meletakkan semacam itu ya? Tetapi aku pun baru saja melihat hal seperti ini dan aku mengabaikan hal-hal seperti ini. Aku pun membiarkannya.

Beberapa hari kemudian, aku merasakan sesuatu yang tidak biasa atau bahwa merasakan sesuatu yang aneh. Saat aku sedang mandi, aku merasa ketakutan saat lampu berkedip-kedip dan bahkan pula kerannya pun mati. Bahkan saat aku sedang di kampus pun, aku merasakan diikuti seseorang padahal aku tidak diikuti dengan seseorang. Dan saat aku sedang berada di bawah pohon, tiba-tiba aku melihat hantu berwujudkan seorang perempuan yang menyeramkan dan aku kaget lalu ketakutan. Setelah ketakutan itu tidak berhenti selama berhari-hari, aku sedang mengalami depresi dan aku sering tidak masuk untuk ngampus. Saat aku berada di dalam kost, Helena mengetuk pintu untuk ingin bertemu aku dan Dinda pun membuka pintu lalu aku ingin sekali curhat dengan Helena.

“Dinda, kenapa kamu ini sering enggak masuk kampus?” Helena bertanya.
“Jadi begini, aku ini sempet ngedrop apalagi aku depresi,” aku menjawabnya dengan lemas.
“Loh, kenapa kamu bisa seperti ini?” Helena kaget.
“Jadi kayaknya selama aku di kamar kost ini, aku merasakan sesuatu yang aneh dan itu pun aku pun juga takut selama aku menginap di kamar kost ini apalagi aku juga ngerasain diikuti sama seseorang yang misterius yang aneh. Lalu apa ada yang bermasalah ya sama kamar kost ini ya?” Curhatku. “Nah aku punya ide nih, gimana kalau kita ini nanti curhat ke Pak Sueb, itu loh yang punya kamar kost-kostan ini,”

“Boleh juga tuh,” Lalu aku dan Helena pergi dan ingin bertemu dengan Pak Sueb. Lalu bertemulah Pak Sueb di sebuah tempat penjagaan kost tersebut.
“Permisi Pak Sueb,” Aku dan Helena mengucapkannya secara bersama.
“Iya ada apa?” Ucap Pak Sueb
“Jadi begini Pak, Kalau kamar kost yang ditempati aku itu ada masalah apa ya Pak sampai aku ini ketakutan selama tinggal di kamar kost ini?” aku curhat.
“Yang nomor 13 kan?” Pak Sueb bertanya.
“Iya Pak,”

“Jadi begini, beberapa tahun yang lalu ada mantan penghuni kost nomor 13 yang sudah meninggal karena dianiaya di kamar kost tersebut. Mantan penghuni kost tersebut dikenal pendiam dan sampai-sampai dia dianiaya setelah dia melakukan hubungan s*ksual dengan pacarnya,”
“Oh jadi begitu ceritanya, lalu biar di kamar kostnya enggak ada hantunya gimana Pak?” Helena bertanya.
“Oh iya, ini kan udah hari jumat tanggal 13, jadi nanti kalian berdua atau kalian boleh bantu seseorang buat mengusir hantu penghuni kost tersebut?”

“Cara mengusir hantunya gimana ya Pak?” Dinda bertanya.
“Caranya siapkan lilin dan suguhan makanan untuk roh hantu itu, lalu ambil barang-barangnya mantan penghuni kost tersebut di atas lemari itu untuk dibakar,”
“Tapi kalau suguhannya harus dapat dari mana?”
“Gini aja, kalau suguhannya itu sudah aku siapkan kok, nanti pas mau ritualnya ya bisa ambil di sini kok,”
“Oh jadi gitu ya Pak, baiklah terima kasih ya Pak,” Setelah itu, aku dan Helena mengakhiri obrolan tersebut dengan Pak Sueb.

Saat sedang melakukan persiapan untuk ritual tersebut, aku ingin mengajak bersama pacarnya, sebut saja Reza yang juga satu kampus dengannya dan aku ingin mengajaknya karena aku ingin dibantu dengan Reza untuk mengusir roh hantu. Akan tetapi Reza terima atas bantuan dari aku dan Helena. Saat persiapan sedang dimulai, Helena mengambil sebuah lilin beserta suguhannya dan lalu suguhannya tersebut diletakkan di dalam kamar kost. Dan sedangkan aku dan pacarku sedang membakar barang-barang milik mantan penghuninya tersebut.

Saat sedang persiapan untuk pembakaran, aku yang meletakkan barang tersebut dan sedangkan pacarku yang sedang menyiapkan korek api untuk membakar barang tersebut. Karena tidak mempan dalam pembakaran tersebut karena ulah dari roh hantu itu, maka pacarku memberikan sejerigen minyak tanah agar pembakaran tersebut bisa hangus keseluruhannya. Dan akhirnya, pembakaran tersebut sudah tidak tersisa lagi dan ritual tersebut berhasil dijalankan. Beberapa hari kemudian, akhirnya aku tidak takut lagi dan tidak ada masalah sama sekali dengan kamar kost tersebut. Dan jadinya tidak perlu lagi berpindah tempat kost apalagi berpisah dengan sahabatku, Helena.

Cerpen Karangan: Pius Puspa Wirawan
Facebook: Fitzgerald Kennedy Wirawan
Nama: Pius Puspa Wirawan
TTL: Bekasi,8 November 1999
Twitter: @kawulamuda1999
Instagram: fk_wirawan
Terima kasih 🙂

Cerpen Misteri Kost Nomor 13 merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Apa

Oleh:
Aku, suami dan juga anakku baru saja menginjakkan kaki di rumah tua besar milik almarhumah ibuku. Ketika aku dan suamiku mengeluarkan koper dan barang barang kami dari bagasi mobil,

Marry Marie (Part 2)

Oleh:
Tibalah hari yang dinanti, Dizza, Thierra dan Deffyra sudah memantapkan latihan mereka. Satu per satu kelompok telah maju. Kelompok Chatty menyanyikan lagu karya mereka dengan bahasa inggris, sangat keren.

Kembaran Hantu

Oleh:
“Aaaaaa…” seruku keras. Aku terbangun dari mimpi burukku. Sebuah mimpi yang selalu sama setiap harinya, membuatku ketakutan setengah mati. Aku mengusap peluh yang terus menetes di keningku. lalu aku

Don’t Look The Mirror

Oleh:
Suatu hari di Distrik Gangnam, di sebuah rumah mewah terlihat 4 orang remaja putri yang sedang berdiskusi untuk membuat tugas proyek sains yang diberikan oleh guru mereka. Mereka mengerjakannya

Takdir Akan Berkata

Oleh:
Saat itu hari cerah, namun Orin tidak begitu enak badan hari itu, sampai-sampai mukanya pucat pasi. namun dia menguatkan tekadnya mengikuti pelajaran Olahraga kala itu. saat itu Keni menatapi

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *