Misteri Pemandian Air Panas

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Horor (Hantu)
Lolos moderasi pada: 18 October 2016

Malam ini, udara terasa sangat dingin. Fara dan Naya merasa bosan di dalam kos-kosan yang pengap menjadi amat dingin. Mereka memutuskan untuk pergi ke pemandian air panas di Ciater. Kos mereka memang tidak jauh dari Ciater. Fara mengendarai mobil merahnya.

Tak berapa lama kemudian, mereka pun sampai. Mereka sangat menikmati udara dingin di sana. Mereka juga menikmati hangatnya minuman sake.
“Nay, aku kesana dulu, ya! Ingin pesan jus jeruk. Kamu ingin tidak?” Tanya Fara. Naya mengangguk. Fara segera memesan jus jeruk itu pada Mbak Penjual.

Tak berapa lama kemudian, Fara sudah kembali dengan dua gelas jus jeruk. “Nikmat sekali jus ini,” kata Naya sambil menyeruput jus di tangannya. “Iya. Sudah malam kita pulang saja, yuk! Nanti Bu Kos mencari kita, Nay,” ujar Fara mengingatkan. Naya mengangguk.

Di perjalanan pulang, mereka bercakap-cakap. Tiba-tiba aroma melati menusuk hidung Naya dan Fara. Fara sempat hilang kendali saat mengemudi. Namun, untunglah ia bisa fokus kembali. “Bau apa ini? Aroma ini menusuk hidungku!” Ucap Naya. “Iya! Ini aroma melati.”

Beberapa saat kemudian, Naya tertidur. Fara menyetel musik agar tak kesepian.

Beberapa saat kemudian, mereka sudah sampai. Fara membangunkan Naya, yang sedari tadi tidur.
“Naya ayo bangun! Sudah sampai!” Kata Fara sambil mengguncang-guncangkan tubuh Naya yang besar. Perlahan-lahan, Naya membuka kedua kelopak matanya. Fara dan Naya berbeda kamar. Mereka segera berpisah.

Sesampainya di kamar, Naya segera mengunci pintu kamarnya. Tiba-tiba, ada telepon. Telepon itu dari Fara. “Nay, kamu tega banget, sih! Aku masih di sini tau! Aku masih di Ciater!” Ucap Fara dalam telepon. Naya gemetar. Sekaligus takut. Lalu, dia segera menutup telepon dari Fara.

Lalu siapa yang mengemudi mobil Fara tadi? Dan siapakah teman Naya tadi? Tuh, ada di belakang orang yang sedang membaca cerita ini!

Cerpen Karangan: Erliana
Facebook: Erliana Densyah
Hai teman-teman. Aku baru kali ini menulis cerpen. Ku harap cerpen buatanku ini dimuat…

Cerpen Misteri Pemandian Air Panas merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Gadis Yang Kukejar

Oleh:
Ruangam dipenuhi alunan musik yang dimainkan DJ, suasana malam yang kian larut kian memanas membuat muda mudi enggan meninggalkan perayaan sweet seventeen yang dirayakan oleh Sally. Putri konglomerat itu

Satu Raga Dua Jiwa

Oleh:
Sesosok tubuh manusia kulihat sedang terduduk lesu sambil memeluk erat lututnya yang runcing di salah satu sudut ruangan. Seolah-olah takut kehilangan lututnya itu. Bangunan yang kumasuki ini bak istana

Pamali

Oleh:
Di zaman sekarang ini mungkin kata pamali sudah gak dipercaya lagi, apalagi di kota-kota besar seperti Jakarta. Dan menurutku juga, kata pamali itu cuma ada di zaman nenekku. Maklum

Selfie

Oleh:
Ruslan remaja tujuh belas tahun yang sangat tampan. Wajah tirus, dagu lancip, bibir yang imut dan kulitnya putih nan berseri. Tatkala pipinya merona saat ia tersenyum. Ruslan sangat beruntung,

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

5 responses to “Misteri Pemandian Air Panas”

  1. christian says:

    berharap sangat moga ceritanya jadi kenyataan sama pengarangnya..visss

  2. siapa ayo? says:

    tapi belakangku tembok, gimana dong? 🙁

  3. h2 says:

    Belakangku bantal…. Apa itu dapat disebut hantu?

  4. Nayaka Raja says:

    Belakangku kasur, apakah itu disebut hantu juga?

  5. Mayla Salma says:

    Bo’ong ah! Di belakangku tembok kok! Emangnya tembok itu hantu?

    Tembok ‘kan benda mati? Masa’ si ”Farah”nya itu nyamar jadi tembok?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *