Misteri yang Belum Terpecahkan (Part 2)

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Horor (Hantu)
Lolos moderasi pada: 4 December 2018

Pada saat kami sedang mencari tempat untuk berteduh, akhirnya kami pun mendapati sebuah rumah yang sangat besar.
“Kita berteduh di dalam rumah ini saja, sembari menunggu hujan agar reda kita membuat makanan!” perintah Firman kepadaku.
“Iya, tapi kenapa rumah sebesar ini tidak ada yang menempati ya?” tanyaku keheranan kepada Firman.

Ketika kami sibuk untuk membuat makanan, tiba-tiba terdengar suara perempuan dari arah rumah besar tersebut. Kami pun kaget bukan kepalang yang ternyata…
“Hai, kalian berdua kenapa ada di luar?” tanya seorang wanita dengan nada sedikit keras. Kami pun langsung menoleh ke belakang dan ternyata yang memanggil adalah pemilik rumah tersebut.
“Kami sedang berteduh sembari menunggu hujan reda kami membuat makanan” jawabku sambil tersenyum. Ketika aku memperhatikan wajah dari Sang pemilik rumah, tampak raut wajahnya pucat pasi. Ah lupakan sajalah, mungkin ini karena Aku kurang makan, jadi memikirkan hal-hal yang aneh.
“Ya udah, kalian berdua masuk dan makan di dalam saja. Mumpung pembantu saya sedang memasak!” pintu ibu tersebut. Karena hawa yang dingin dan hujan yang cukup deras, kami memutuskan untuk menuruti apa kata ibu tersebut.

Saat kami berdua masuk, hawa dingin menyelimuti badan kami. Sangat terasa dingin sekali ruangan rumah ini, padahal dari tadi aku tidak melihat AC. Kami berdua dipersilahkan untuk duduk di meja makan yang sudah dipersiapankan.
“Silahkan, kalian berdua duduk di situ!” perintah ibu tersebut dengan nada yang lirih. Ketika kami duduk, di situ juga ada suami dari ibu tadi.

“Man, kenapa bapak itu tampaknya lesu dan pucat gitu ya?” tanya dengan nada yang lirih.
“Huusssttt… Kamu itu kalo bilang ngawur. Mungkin bapak itu sudah lelah dan capek selepas bekerja seharian” jawabnya dengan ragu-ragu.
“Tapi, kamu tidak menyadari ada hal yang aneh gitu saat kita pertama…” Tidak selesai aku berbicara, ibu yang tadi datang sambil membawa makanan. Kami pun langsung dipersilahkan untuk makan. Ketika sedang asyik makan, tiba-tiba lauk yang ada dipiring jatuh ke bawah, lantas aku langsung mengambil dan tanpa terduga.
“Glek… (menelan ludah) itu kenapa kakinya tidak ada ya?” tanyaku keheranan, tanpa berpikir panjang lagi aku langsung beranjak untuk makan lagi.

Setelah selesai makan, aku bertanya kepada Firman.
“Man, ada yang aneh sama keluarga ini” tanyaku dengan nada yang lirih.
“Aku juga ngerasa ada yang aneh, dari tadi makan banyak tapi kok ndak kenyang-kenyang” jawabnya dengan wajah yang takut.

“Kalian kalo sudah selesai, boleh liat-liat isi dari rumah ini kok. Anggap aja seperti rumah sendiri” kataku ibu tersebut sambil merapikan piring yang ada di meja. Seperti dihipnotis saja, kami selalu menuruti omongan dari ibu tersebut.

Tanpa kami sadari, ternyata kami sudah berada di lantai 2. Kami pun langsung menelusuri setiap ruangan yang ada di rumah tersebut dan kami terhenti karena ada kamar yang terbuka sedikit serta tercium bau yang sangat tidak enak.
“Man, bau apaan sih ini? Kok nyengat banget ya di hidung, mungkin dari arah ruangan itu?” kataku sambil menunjuk ruangan yang sedikit terbuka.

Setelah kami masuk dan menghidupkan lampu yang ada di ruangan tersebut.
“Mm… Mann… Itu ada mayat” kataku sambil terbata-bata seketika melihat mayat yang ada di depanku. Ternyata ada 2 mayat yang sangat mengenaskan, ketika diperhatikan ternyata mayat-mayat tersebut memiliki wajah yang sangat persis dengan ibu dan bapak pemilik rumah itu.

Seperti maling yang sedang dikejar polisi dan anjing pemburu, Aku dan Firman langsung tunggang langgang. Ketika sudah turun dari tangga, yang aku lihat bukanlah rumah mewah yang aku lihat seperti tadi. Sekarang hanyalah sebuah rumah yang sudah tidak terawat lagi, banyak semak belukar yang tumbuh di dalam rumah ini dan yang paling mengerikan adalah adanya pohon beringin yang besar tumbuh di situ.

Segera kami berdua langsung bergegas ke luar rumah dan langsung menghidupkan motor. Setelah keluar dari daerah tersebut, kami diberhentikan oleh bapak-bapak yang sedang berada ada di sekitar situ.
“Nak, kenapa kalian berdua keliahatan takut?” tanya salah satu bapak.
“Itu, Pak. Tadi kami mencari tempat berteduh, kami mendapati rumah yang sangat besar dan berada di ujung jalan itu” jawab Firman dengan nafas yang terengah-engah.
“Ohhhh, rumah itu. Rumah tersebut sangat angker dan sudah tidak ditinggali lagi. Rumor yang beredar kalo para remaja yang pulang camping sering melihat keberadaan rumah tersebut dan terpancing untuk masuk ke dalamnya. Tetapi setelah masuk ke dalam, para remaja tersebut tidak kembali lagi. Bersyukurlah kalian karena bisa keluar dari rumah tersebut. Ya udah kalian lanjutkan lagi perjalanannnya dan saya ingatkan agar tidak berhenti di daerah ini!” perintah bapak tersebut kepada kami berdua.
“Baik, Pak! Terima kasih sudah memberi tau” jawabku dan segera kami pergi dari tempat tersebut.

Setelah berjalan beberapa meter, Aku menoleh ke belakang dan alangkah terkejutnya karena tidak kutemui bapak-bapak yang memberhentikan kami tadi.

Setelah lama mengendarai motor, akhirnya kami sampai juga di rumahku. Aku pun bersyukur karena bisa pulang dengan selamat, Aku langsung mencari ibu dan segera meminta maaf karena sudah berbohong. Karena aku berpamitan untuk mengikuti kegiatan camping di sekolah, padahal aku pergi camping bersama Firman. Dari peristiwa tersebut, aku tidak berani untuk pergi tanpa pamit dahulu kepada orangtua dan tidak berbohong lagi.

TAMAT

Cerpen Karangan: M Yusuf Abul Mahasin
Facebook: facebook.com/distrikutarapekalongan
Masih belajar dan perlu banyak wawasan

Cerpen Misteri yang Belum Terpecahkan (Part 2) merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Kepergian Mu

Oleh:
Hujan deras membasahi bumi berikut dengan petir yang menyambar kemana-mana. Tak ketinggalan pula angin kencang yang menerpa pepohonan depan rumahnya. Rita masih membiarkan tubuhnya diterpa angin malam. Satu detik,

Misteri Pemandian Air Panas

Oleh:
Malam ini, udara terasa sangat dingin. Fara dan Naya merasa bosan di dalam kos-kosan yang pengap menjadi amat dingin. Mereka memutuskan untuk pergi ke pemandian air panas di Ciater.

Misteri di Perkemahan Sekolah

Oleh:
Waktu saat aku masuk smp diadakan perkemahan/opg di smp ku, nah saat malam hari banyak kejadian yang mengerikan seperti hilangnya teman temanku banyaknya orang yang melihat sesosok makhluk halus…

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *