Murder Never Ending

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Horor (Hantu), Cerpen Korea
Lolos moderasi pada: 10 December 2018

Elexia berjalan menyusuri koridor yang masih sepi, hari ini ia berangkat pagi-pagi sekali karena ia lupa mengerjakan pr dan ia berniat untuk meminjam pr milik temannya. Ia berjalan dengan pikirannya yang terus melayang memikirkan misteri cinta yang melanda hatinya, tiba-tiba…

“Hiks… hiks… hiks… hiks”
“Suara siapa tuh?” tanya Xia pada dirinya sendiri, bulu romanya berdiri ia merasa merinding dan teringat sebuah kasus bunuh diri seorang siswi seminggu yang lalu. Xia mempercepat gerak langkah kakinya menuju ke kelasnya, namun saat hendak menginjakkan kaki di anak tangga langkahnya terhenti saat ia melihat cowok yang sedang duduk memeluk lutut sambil berurai air mata dan terisak-isak dalam tangisnya.
“Sompret aku kira hantu yang nangis” maki Xia dalam hati. Xia menghampiri cowok itu, dan ternyata dia adalah Sehun sahabatnya.

“Woi… kamu ngapain di sini? pake acara nangis segala lagi” tanya Xia setengah meledek.
“Diem kamu… kamu nggak tau apa yang aku rasain” ucap sehun ditengah isak tangisnya. Xia mendekat dan duduk di samping Sehun.
“Yang harusnya diem tuh kamu, lagian kamu ngapain nangis? masa cowok nangis sih..” ucap Xia.
“Aish… emang yang boleh nangis tuh cuma cewek doang? emang cowok nggak boleh nangis? cowok juga manusia kali…” ucap Sehun.
“Ya enggak sih…, lagian kamu tuh kenapa coba pagi-pagi nangis? bikin takut aja, aku kira tadi yang nangis tuh hantu”
“Lagian kamu kenapa nangis?” tanya Xia mengulangi pertanyaannya.
“Aku takut” jawab Sehun.
“Takut apaan kamu pagi-pagi begini?”
“Aku takut gak lolos SNMPTN, hari ini pengumumannya..”
“Aku juga deg-degan, berasa kaya nunggu eksekusi mati gitu” ucap Xia sambil cengengesan.
“Kamu gak tau apa yang aku rasain, bagi aku nggak ada jalan lain selain SNMPTN, kalo aku ikut SBMPTN aku nggak yakin kalo aku bisa lolos karena aku nggak bisa ngerjain soal matematikanya, aku harus gimana? aku berasa mau mati kalo kayak gini.” Ucap Sehun.

“hei.. kalian pada ngapain di sini? oh.. sehun kamu kenapa? dijailin sama Xia?” tanya hyuna beruntun.
“Enak aja kamu kalo ngomong, jangan sembarangan nuduh ya!” ucap Xia tak terima.
“Sorry Xia, maklumlah kan kamu tau sendiri ada pepatah yang bilang ‘mulut itu laksana harimau yang apabila dilepas pasti membunuh’ hehehe… ” ucap Hyuna.

Jam berputar begitu cepat, waktu yang ditunggu-tunggu sejak tadi akhirnya tiba juga. Semua siswa yang masuk dalam peringkat 50% kini duduk menghadap komputer untuk melihat hasil seleksi pengumuman SNMPTN, beberapa menit kemudian ada siswa yang menjerit histeris karena berhasil lolos dan diterima di PTN favoritnya, namun ada juga yang menangis hiteris seperti orang kesurupan.

“Xia gimana hasil seleksi kamu?” tanya Taehyung sahabatnya.
“Belum rezekiku Tae, kamu sendiri bagaimana?”
“Sama Xia aku juga enggak lolos, saingannya banyak” Jawab Taehyung dengan nada kecewa.

Xia dan Taehyung menghampiri Sehun yang terlihat sangat murung dengan mata berkaca-kaca, Xia melihat di layar komputer di sana tertulis ‘anda tidak lolos, silahkan mengikuti SBMPTN’.

“Rasanya aku benar-benar akan mati” lirih Sehun namun Xia masih bisa mendengarnya.

Bel tanda pulang sekolahpun berbunyi, selesai berdoa untuk mengakhiri pelajaran para siswa segera berhamburan keluar kelas, namun hari itu Xia tidak segera pulang ia mengerjakan tugas proposal di dalam kelas sendirian, setelah setengah jam lamanya ia berkutat di depan laptop, Xia memutuskan untuk melanjutkan tugasnya di rumah, karena hari sudah sore dan otak Xia terus memutar film-film horor yang membuatnya merinding.

Saat keluar dari kelas ia melihat seseorang yang berdiri di tepi atap dengan tangan terentang dan mata terpejam, sehingga orang itu tak melihat Xia.

“O.. Sehun??” gumam Xia. Tanpa berpikir panjang Xia segera berlari namun…

“Brukh…”
Terlambat… Xia tak dapat mencegah Sehun, Xia tidak menatap ke arah mayat Sehun, tetapi matanya terus menatap ke atap, di sana terdapat sesosok perempuan berseragam yang penuh dengan noda darah. Xia mengenali wajah sosok perempuan itu, dia adalah Kim Hera siswi yang melakukan bunuh diri seminggu yang lalu, dia tampak menyeringai lalu menghilang dengan angin yang berhembus, Xia benar-benar syok, kakinya serasa seperti tak bertulang karena hantu Hera sudah ada di belakangnya dan berbisik…
“Aku ingin seorang teman lagi..” ucap Hera yang kini sudah berada di depan Xia.

Matanya hitam pekat, bau anyir menyeruak menggelitik hidung Xia membuat perutnya mual tak karuan.

“A..aa..apa yang akan kau lakukan?” Xia meberanikan diri untuk bertanya.
Tanpa banyak Cingcong Hera segera membunuh Xia, tangannya menembus jantung Xia.

Keesokan harinya, semua warga Internationnal Musical High Shcool menjadi gempar karena penemuan 2 mayat yang identitasnya sudah di konfirmasi oleh para polisi, semua yang melihat itu bergidik ngeri karena kondisi mayat mereka sangat mengenaskan, mayat mereka digantung terbalik di pintu masuk kelas XII AA. Di dalam kelas itu terdapat tulisan yang di tulis dengan darah seperti ini bunyi tulisannya…

‘i know who’s kill me but i won’t to tell who’s they are, ini tidak akan berakhir sampai orang yang telah membunuh dan memanipulasi kematianku mengakui kejahatannya sendiri. Mereka semua akan mati’
Kim Hera

Taehyung yang mengenali korban tersebut adalah sahabatnya dia langsung menangis tersedu-sedu.

Karena tak ada yang mau mengaku, banyak siswa dan siswi yang tak bersalah menjadi korban karena ulah orang yang tak bertanggung jawab.

Lalu dua hari kemudian ada 3 siswi yang datang ke kantor polisi untuk menyerahkan diri, mereka mengaku bahwa mereka tak sengaja membunuh Hera, karena mereka takut ketahuan jadi mereka memanipulasi kematian Hera sedemikian rupa, sehingga nampak kalau Hera mati seperti bunuh diri. Mereka akhirnya dijebloskan ke penjara.

“Apa kalian fikir aku akan membiarkan kalian hidup?” ucap sebuah suara yang tak berwujud.
“Kalian akan mati! hahaha…ha…ha..” suara itu mebahana memenuhi sel penjara mereka.

“Hera tolong maafin aku” ucap Mirae, Ryueong dan Gaeun bersahutan.

Esok paginya Mirae, Ryueong dan Gaeun ditemukan tewas di dalam sel mereka. Di dinding sel tersebut terdapat tulisan…
‘now i’m be happy, but this never ending and will always continued’.

Kejadian itu tidak akan pernah benar-benar berakhir karena hantu Hera ketagihan selalu ingin membunuh, membunuh dan terus membunuh.

END

Cerpen Karangan: Vera Eka Riani
Facebook: vera.exa.5[-at-]facebook.com

Nama: Vera Eka Riani
TTL: Java, 29/06/1999
SosMed:
Twitter: @lovepeace_eka
Ig: @veraekariani
Maaf kalo masih kurang bagus, tolong saran dan kritiknya ya…

Cerpen Murder Never Ending merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Dihantui Oleh Sahabatku

Oleh:
Aku membuka BBM (Blackberry Messenger) dan langsung membuka kontak Sally, teman perempuanku yang kusukai diam-diam. Aku ingin menyatakan cintaku kepadanya dan aku meminta dia menjadi pacarku. Soalnya, sudah lama

Murid Pindahan

Oleh:
Sekarang hari pertama saya masuk sekolah di mtsn. Saya murid pindahan dari pesantren, saya keluar dari pesantren itu karena saya dipalakin mulu, padahal badan saya gede tapi saya takut,

Sarang Haeyo

Oleh:
Suatu hari, di sebuah tempat yang sedang terjadi badai salju, ada seorang laki-laki yang sedang menunggu badai reda di sebuah halte. Ia berparas mungkin tampan karena banyak yang menyukai

Remember Me

Oleh:
“Chan Baek-ah! Kau di mana?” Kata gadis berambut sepaha itu sedang mencari temannya. “Kkk–” laki-laki itu terkekeh sambil menahan tawa di balik semak-semak. “Baek-ah! aku cape, kita istirahat dulu

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “Murder Never Ending”

  1. sayur kol says:

    itu hantu pskopat mungkin

Leave a Reply to sayur kol Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *