Noda Hitam


Share

Cerpen Karangan:
Lolos moderasi pada: 15 October 2012

Lusia bekali-kali mencoba memejamkan matanya, tetapi sepertinya rasa kantuk tidak mencoba menyerang dirinya. Dia mencoba bermain dengan ponselnya berpikir dia akan tertidur, karena biasanya begitu. Tetapi kali ini sama sekali lain cerita, bermain ponsel malah membuat matanya semakin lebar. Karena bermain ponsel gagal total dia memutuskan mencoba menghitung domba di pikiranya. Sampai hitungan seratus bukan kantuk yang dia dapatkan malah keringat yang mengucur dari jidatnya.

“Susah”

Matanya bekedip-kedip dalam kegelapan kamar. Telinganya mencoba menangkap suara-suara malam, tetapi dia sama sekali tidak mendengar apapun. Sebenarnya Lusia tidak terbiasa tidur dengan keaadan lampu mati, tetapi malam ini dia terpaksa mematikan lampunya. Ada pemandangan yang membuatnya tidak enak di hatinya saat lampu di nyalakan. “Baiklah aku menyerah deh” pikirnya dan mulai beringsut dari ranjang mencoba meraih saklar lampu. Tanganya meraba-raba perlahan namun pasti akhirnya dia bisa menemukannya.

“KLIK”

Sedikit senyum yang mengembang muncul di wajahnya yang cantik. gtyTapi senyum itu perlahan menghilang, karena sesuatu itupun terlihat lagi. Sebuah noda hitam terlukis di langit-langit kamarnya. Meskipun dia tahu mungkin itu hanya sebuah rembesan air hujan tetapi noda itu bikin hati tidak enak. Terlihat menyeramkan dengan warnanya yang kotor dan hitam kekuning-kuningan.

******

Mengecat itu meskipun sepele tetapi sebenarnya membutuhkan ketelitian. Tukang cat harus benar-benar bisa memlih cat yang sesuai dan mengerjakan dengan tata cara yang tepat. Kalau semua itu tidak terpenuhi cat akan mudah mengelupas. Semua pekerjaan memang tidak ada yang mudah meskipun hanya mengecat.

Hari ini aku ditugaskan oleh seorang ibu rumah tangga untuk mengecat langit-langit kamar puterinya. Seperi biasanya aku menggosok dulu dengan amplas untuk membersihkanya sebelum di cat.

“Susah”

Sebuah noda ini sangat susah aku bersihkan. Apakah langsung aku cat saja ya? tapi pasti gampang mengelupas nantinya. Akhirnya aku memilih untuk menggunkan bensin mungkin bisa hilang. Kakiku mulai melangkah turun dari tangga karena sepertinya aku membawa bensin di tas perkakasku.

“KLIK”

Bau aroma bensin yang menyengat tercium saat tutup botol bensin terbuka. Hidungku aku tutup rapat dengan tangan kananku. Langkah kakiku kuayunkan menuju tangga dengan keadaan tangan kiriku memegang botol bensin dan tangan kananku masih menutupi hidungku yang sangat sensitif dengan bau yang menyengat. Tetapi hal itu tidak berlangsung lama karena tangan yang semula aku gunakan untuk menutup hidung, aku alihkan untuk menutup mataku.Karena aku melihat sesuatu di noda itu.

*******

Tangankuiseng menekan pulpenku cukup lama dan perlahan keluar tinta yang cukup banyak di buku tulisku. Sebuah noda hitam telah muncul, mataku memperhatikan noda itu dan aku termenung sebentar. Jangan- jangan?.

“Susah”

Pasti catatanku yang dibaliknya bisa kena haduh. Tanganku mulai membalikan halamanya dan ternyata benar dugaanku.Ternyata perbuatanku ini menjadi bomerang untuku sendiri. Tetapi kepalaku segera melupakan tentang catatan itu, karena aku ingat sebuah cerita tentang sebuah noda. Iya sebuah noda yang muncul di langit-langit kamar seorang gadis remaja.

Cerita ini diceritakan oleh salah satu sepupuku dari Sumatra. Disana cerita ini cukup terkenal dan dibicarakan dari mulut-kemulut. Begini ceritanya suatu hari muncul sebuah noda hitam di kamar seorang gadis remaja itu. Dia merasa terganggu dengan hal itu dan merengek kapada orang tuanya untuk mengecat ulang langit-langit kamarnya. Tetapi tukang cat yang dipanggil tidak menyelesaikan pekerjaanya malah di tinggal lari begitu saja pekerjaanya tanpa berkata apapun. Akhirnya malam itu dia terpaksa tidur dengan noda hitam yang masih terlihat jelas di langit-langit kamarnya.

Karena mulai terbiasa, gadis itu tidak peduli lagi dengan noda yang terpampang di langit-langit kamarnya. Dia sudah terbiasa dengan tidur melihat langit-langit yang bernoda hitam itu. Tetapi hal ini tidak berlangsung lama karena suatu hari saat dia terbangun dari tidurnya noda itu telah menghilang dari langit-langit kamarnya. Hal itu membuat dia heran tetapi dia tidak ambil pusing karenanya.

Sampai suatu hari…..

Setelah jam olahraga saat gadis itu di ruangan ganti bersama teman-temanya. Terdengar suara jeritan cukup keras, kalian tahu siapakah yang menjerit dan karena apakah?. Jeritan itu berasal dari teman-temannya, karena melihat sesuatu di punggung gadis itu. Iya sebuah noda hitam terlukis di punggungnya dan tersembul wajah pucat seorang perampuan dari noda itu dan tersenyum kearah mereka.

“KLIK”

Aku menutup pulpenku daripada tanganku tergoda lagi untuk membuat sebuah noda hitam di buku tulis. Melihat noda itu mebuatku merinding sekarang. Mungkin banyak orang yang selalu sibuk berpikir untuk menghilangkan suatu noda tetapi sama sekali tidak berpikir.

Dari mana noda itu berasal?

Cerpen Karangan: Surya Buana
Facebook: ryuhei_z[-at-]yahoo.com
Lelaki yang suatu saat ingin membuat film karyanya sendiri. SEMOGA

Ini merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya di: untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatan penulis, jangan lupa juga untuk menandai Penulis cerpen Favoritmu di Cerpenmu.com!
Cerpen ini masuk dalam kategori: Cerpen Fantasi (Fiksi) Cerpen Horor (Hantu) Cerpen Misteri

Baca Juga Cerpen Lainnya!



“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Ribuan penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

2 Responses to “Noda Hitam”

  1. Julis 99 says:

    Lumayan sich,sedikit bs menjadi pelajaran bwt aku…thanks

  2. Bagus cara penyampaiannya, cuma terlalu misteri juga sih bagi saya, tentang asal noda hitamnya itu. Atau mungkin sayanya yang belum mudeng maksud dari cerita ini kali ya hehe…

Leave a Reply