Paint Without Hand

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Fantasi (Fiksi), Cerpen Horor (Hantu)
Lolos moderasi pada: 19 June 2016

Dimas bingung apa yang ada di pikiran guru lukisnya itu. Guru lukisnya selalu mengajarkan melukis seseorang di kanvas yang indah namun tanpa sepasang tangan. Setiap Ia melihat lukisan teman-temannya, semuanya sama. Tanpa tangan. “Hey Dimas, kenapa kau bersembunyi disana?” suara guru lukisnya mengagetkannya ketika Dimas bersembunyi di balik tembok ruangan lukis. “Eh, g-gak apa-apa pak!” Dengan jawaban gugupnya, ia melangkah cepat ke arah gurunya. “Pak! seharusnya lukisan semua itu ada tangannya!” Teriak Dimas menunjuk semua lukisan yang dibuat gurunya maupun temannya. “haahahahaa!!” Namun semua teman Dimas tertawa. “Awww!!” sebuah tangan kekar guru Dimas menarik salah satu telinganya. “Kalian jangan tiru teman kalian yang satu ini, dia benar-benar tak mengerti. Bahkan sudah kuucapkan ribuan kali kepadanya. Ckckck!” Ucap gurunya menggelengkan kepalanya. “Cepat selesaikan tugasmu, Dimas!” Lanjut Guru Dimas membentaknya. Dimas pun duduk di bangku.

“Kamu sih, jangan konyol deh. Jangan tanya itu lagi.” Bisik teman Dimas, Bammy. “Lagian kan aku cuma tanya aja.” Gerutunya. Dimas mencoba melukis seorang pria duduk di teras dan tanpa memberinya tangan. “mungkin lebih aku memberi lukisan ini sepasang tangan.” Gumamnya.

Ia memutuskan tetap nekat melukis sepasang tangan di lukisannya. “Bagaimana? bagus kan?” Ia menunjukkan lukisannya ke Bammy. “Apa kau gila, Dim? bagaimana kalau terjadi apa-apa padamu?” Bammy sontak kaget atas lukisan Dimas “Ah.. gak mungkin Bam. ini kan sekedar lukisan.” Jawabnya santai “Oh ya, ini kan tugasmu, Dim? nanti kau akan mengumpulkan apa?” Sahut Bammy. Aku kaget. “Aduh!! gawat! bagaimana ini? aku lupa ini adalah tugasku. Masa aku mengulanginya lagi?” Batin Dimas, badannya gemetar.

Malam pun tiba.
Sesampainya di rumah Dimas masih memikirkan lukisannya. “Kalau membuat ulang pasti sangat lama, kalau aku kumpulkan nanti dijewer lagi sama pak guruku itu.” Batinnya. Ia mendongakkan kepalanya ke atas, tampak disana ada satu lukisan yang tanpa sepasang tangan. Tetapi wajahnya seakan keluar dari kanvasnya, dan ia coba mendekati lukisan itu dengan dekat.

Tiba-tiba kepalanya perlahan keluar dan mendekati Dimas. Matanya berwarna hitam, lidahnya menjulur panjang, dan lehernya yang panjang mengulur kepalanya untuk mendekati Dimas!! “Huaaaaaa!!!” Jeritnya kencang melihat apa yang ada di depannya malam ini. Lidah hantu mengerikan itu seolah-olah ingin memakanku!
“KREEETTT!!” Lehernya tertarik dan masuk lagi ke dalam kanvas itu. Untunglah hantu mengerikan itu tak bisa keluar dari lukisan itu karena…. TAK ADA SEPASANG TANGAN DI LUKISAN ITU!! jadi dia tak bisa keluar! oh jadi Dimas tau mengapa lukisan seseorang itu tak boleh diberi sepasang tangan. Karena hal itu membuatnya keluar dan hidup dari kanvas dan memakannya. Perasaannya lega, lega sekali. “Huhhh..” Dimas mengehela nafas panjang.

“Aku harus cepat-cepat menghapus sepasang tangan yang ada dikanvasnya!” Batin Dimas. Dimas mencorat-coret lukisan sepasang tangan dengan pensilnya. Tiba-tiba sepasang tangan hitam keluar dari kanvasnya dan “Aaaaaaaaaaaaa!!!!” Dimas menjerit kencang sekali ketika tangan itu memasukkannya ke dalam kanvas dan keadaan kembali sunyi.

Keesokan harinya.
“Wah, Dimas! lukisanmu sangat indah. Ternyata kamu sudah mengerti, Ya! lukisanmu tak ada sebuah tangan. Hebat!” Guru Lukis Dimas memujinya, Ia tersenyum. “Hebat ya, bisa menghapus sepasang tangannya” Puji Bammy.
Yang aneh adalah, warna tangan Dimas adalah hitam.

End

Cerpen Karangan: Latania Rokhim
Facebook: Tataniaa

Cerpen Paint Without Hand merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Wajah Di Balik Jendela

Oleh:
Di suatu hari terlihat keluarga Nabilah yang baru pindah rumah pun memasuki rumah barunya, Nabilah yang baru berusia 7 tahun pun berkata. “Mama, lumahnya bagus banet (Mama, rumahnya bagus

Duniaku Setengah Komik

Oleh:
Ketika aku masih muda, orang-orang dewasa bilang “jika kau berharap sesuatu, tunggu sampai bintang jatuh” dan harapan itu akan menjadi nyata, menurutku itu bohong, penipu! Bagaimana bisa harapan menjadi

Verdriet

Oleh:
Sejak dua jam yang lalu aku bersantai di halaman belakang rumaku, angin malam berhembus, mendinginkan otakku, memang enak sih bersantai sambil mendengarkan lagunya Shaggy dog – Bersamamu. Beberapa menit

Rumah Terlarang

Oleh:
Hari mulai malam dan hujan akan segera turun. Aku mulai berjalan dengan putus asa dan rasa ketakutan yang mulai menjalar di tubuhku, ketika aku sadar aku sedang tersesat sendirian

Teman Khayalan

Oleh:
“Hei.. Kemari, bermain denganku. Aku telah mengambil jantung Ibuku, kau bisa nampak nyata sekarang.” — “Ibu. Belikan Roma mainan baru Bu, Roma kesepian, Roma tak punya teman bermain di

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

2 responses to “Paint Without Hand”

  1. Dev says:

    Mirip dengn komik di webtoon

  2. Gladys Hendri says:

    Mirip komik webtoon.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *