Pamali Keramas Tengah Malam

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Horor (Hantu)
Lolos moderasi pada: 24 July 2017

Aku Cassandra atau akrab disapa Sandra. Liburan kali ini aku akan berlibur bersama teman-temanku yaitu Maura, Bintang, Doni, Benny, dan Gheda.
Aku menyiapkan keperluan yang aku butuhkan ada senter, charge, baju ganti, hp, laptop dan headset.

Hari ini aku berangkat liburan, aku tidak tahu ke mana tujuan liburanku karena teman-temanku tidak memberi tahuku katanya surprise.
Mobil sedan berwarna putih sudah berada di depan rumahku tandanya teman-temanku sudah menjemputku. “Sandra ayo cepat dandannya” kata Maura memanggilku, “oke bentar!” kataku. Aku berpamitan dengan kedua orangtuaku.
Aku memasuki mobil yang dikendarai oleh Doni, dengan cepat mobil itu melewati rumahku.

Aku tiba di sebuah vila tengah malam karena kami terjebak macet musim liburan. Bulu kudukku berdiri saat aku akan memasuki vila tersebut ada yang berbeda saat aku memasuki vila itu. “Aku mau keramas ah soalnya rambutku lepek bingits” kataku, “jangan keramas tengah malam Sandra, kata orang-orang keramas tengah malam itu pamali” kata Bintang mengingatkan, “iya sih kata nenekku juga kaya gitu, mendingan jangan deh” kata Gheda, “itu kan cuma kepercayaan aku sih nggak percaya” kataku tidak percaya, “udah deh mendingan jangan!” kata Maura, “aku tetap tidak percaya kayak gituan” kataku, “ya sudah kalau kamu tidak percaya” kata Bintang.

Aku langsung memasuki kamar mandi setelah aku masuk ke kamar yang akan aku tiduri. Aku mandi dan mengeramasi rambutku, tiba-tiba lampu kamar mandi padam dan aku ketakutan, “Hei jangan iseng ah” seolah-olah aku berkata pada temanku, tapi tidak ada yang menjawab, tiba-tiba lampu itu menyala lagi dan aku melanjutkan mandiku.

Setelah selesai mandi aku menghampiri teman-temanku yang berada di ruang tamu vila. “Hei kalian Matiin lampu kamar mandi ya? emang aku takut?” kataku dengan nada tinggi, “ha matiin lampu kamar mandi? dari tadi kita di sini kok ngobrol-ngobrol” kata Gheda, “Udah jangan bohong deh” kataku tetap tidak percaya, “sumpah demi tuhan ndra” kata Doni, “lha kalau bukan kalian siapa dong?” kataku kaget, “kan aku udah bilang kalau keramas tengah malam tuh pamali!” kata Bintang, “kalian iseng kan biar aku tuh percaya sama apa tuh pamali!” kataku, “ya sudah terserah kamu mau bilang apa ke kita yang penting kita nggak melakukan kayak gituan”, kata Benny. Aku tetap tidak percaya dan aku langsung pergi ke kamar untuk tidur

Aku tertidur lelap tapi tiba-tiba ada yang menyala matikan lampuku dan ada yang menepuk pundakku, tapi aku yakin tidak ada orang di sini karena teman-temanku pasti sudah tertidur. Aku berusaha agar mataku terpejam.
Lima menit berlalu… sepuluh menit berlalu tapi aku juga belum bisa tertidur tapi pada akhirnya aku tertidur.

Keesokan paginya, “tadi malam ada yang mati nyalain lampu kamarku terus juga ada yang menepuk pundakku” kataku dengan ketakutan, “itu mesti ada kaitannya dengan pamali itu” kata Doni, “iya mungkin” kata Maura, “ya sudah deh aku percaya sama pamali itu, terus apa yang harus aku lakukan?” kataku, “kamu minta maaf saja dengan cara kamu ke kamar mandi tengah malam hanya dengan lilin, lampu dipadamkan sambil minta maaf, jangan sampai telat minta maafnya karena mereka bisa merenggut nyawamu” kata bu Ani pengurus vila dengan tiba-tiba, “okey aku akan lakukan semua itu dengan cepat aku lakukan semuanya” kataku dengan berani.

Jam sudah menunjukkan pukul 00.00 saatnya aku beraksi.
Teman-temanku sekarang berada di luar kamar mandi, aku memasuki kamar mandi dan aku hanya membawa lilin saja. “maafkan aku karena aku telah melanggar aturan pamali” kataku dengan pelan, tiba-tiba lilin yang aku bawa mati lalu aku nyalakan lagi, “para roh maafkan aku sekali lagi karena aku telah melanggar aturan pamali, aku berjanji aku tidak akan mengulangi kesalahan yang sangat besar ini” kataku lagi, tiba-tiba ada seseorang yang berbicara, “ya aku akan maafkan kamu, tapi ingat jangan kamu ulangi kesalahan ini lagi” kata seseorang memakai dress putih dengan wajah yang sangat pucat, “ya aku janji” kataku menghakiri.

Setelah selesai aku minta maaf aku keluar dari kamar mandi dan menghampiri teman-temanku, “aku sudah minta maaf dengan baik-baik” kataku, “Sandra, Gheda, Bintang, Maura, Doni, dan Benny, ibu punya cerita yang kalian belum tahu” kata Bu Ani pengurus Vila, “pada suatu hari ada seseorang yang datang bersama temannya menginap vila ini. Ada salah satu anak yang melanggar aturan pamali seperti Sandra pertamanya dia tidak percaya dengan pamali, dia telat meminta maaf pada roh-roh dan alhasil dia ditemukan tewas di kamar mandi.” kata Bu Ani. Sontak setelah mendengar cerita Bu Ani kami langsung merinding ketakutan, “sempat ada hawa berbeda saat saya memasuki vila ini bu” kataku, “iya sama ndra” kata temanku.

Esok paginya kami bersiap-siap untuk kembali ke rumah. Aku dan teman-temanku memasuki mobil yang akan dikendarai oleh Benny, kami melambai kepada Bu Ani pengurus Vila dan berterimakasih, tapi di sebelah Bu Ani ada seorang perempuan memakai dres putih dengan wajah pucat ikutan melambai pada kami, perempuan itu seperti yang ada di kamar mandi waktu itu. Sebenarnya siapa perempuan itu? apakah perempuan itu yang dimaksud Bu Ani?

TAMAT

Cerpen Karangan: Keysha ayudinda Kinanti
Facebook: Sukendro

Cerpen Pamali Keramas Tengah Malam merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Kisah Sebuah Saung Tua

Oleh:
Di sebuah lapangan yang luas di Desa Asri, tampak pemandangan yang tak asing lagi bagi warga sekitar. Apalagi kalau bukan anak-anak yang bermain dengan riang di saat sore hari?

Bangku Sudut Kelas

Oleh:
Pagi ini, Renita sengaja berangkat awal supaya tidak terlambat seperti hari-hari yang lalu. Dia berjalan menyusuri koridor kelas 9I sampai 9A. Dan langkahnya terhenti ketika di depan 9B, dia

Suatu Malam di Puskesmas Tuppu

Oleh:
Malam yang dingin disertai rintik hujan membuat suasana malam itu semakin dicekam dalam kesunyian, hawa dingin mulai menyeruak dari balik kisi-kisi jendela tempat dimana aku duduk. Malam Jumat kali

Nadine is Calling

Oleh:
“Doni!” teriak Dhika, sahabatku, sembari mengejarku. “Apa?” tanyaku dengan cuek sambil menghentikan langkah dan menoleh kepadanya. “GAWAT! Ada anak pingsan!” kata Dhika sambil terengah-engah. Aku, memang anggota PMR SMA

Tragedi Di Wayward Mansion

Oleh:
Nina menghentakkan kakinya kesal ke arah aspal. Sudah ada satu setengah jam ia berdiri di tepi jalan untuk menunggu mobil lewat, namun tidak juga datang. Sebenarnya ia membawa mobil

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “Pamali Keramas Tengah Malam”

  1. Bayu says:

    Cerpennya sangat menarik.apa lagi cerpen horornya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *