Pasu Kecil

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Horor (Hantu), Cerpen Misteri
Lolos moderasi pada: 20 August 2018

Arina, gadis desa kelas 3 SMP merasa tidak tenang beberapa hari ini, Dia yang biasanya senang ikut ibunya pergi ke sawah untuk membantu, sudah tiga hari ini tidak lagi ikut. Sudah tiga malam berturut-turut mimpi menakutkan menghampirinya, mimpi yang membuatnya takut untuk pergi ke sawah.

Tidak yakin penyebabnya, tapi pikiran Rina tertuju pada sebuah pasu kecil yang ia temukan di bawah pohon besar dekat sawah ibunya seminggu yang lalu. Tidak bermaksud apa-apa, Rina hanya menyukai motifnya saja yang terlihat unik, lalu membawa pasu itu pulang ke rumah.

Tidak tahan menyimpan tanda tanya terlalu lama, Rina menceritakan mimpinya kepada sahabatnya, Lisa.
“Sa, menurut kamu maksud mimpiku itu apa? apa mungkin pasu itu ada penunggunya?” tanyanya setelah bercerita.
“Haha, tidak mungkin Rin. Palingan yang kedua tiga kalinya itu karena terbawa mimpi yang pertama”.
“Begitu ya Sa”.

Melihat respon sahabatnya, membuat Rina sedikit kecewa, dia tidak puas dengan pendapat Lisa. Tapi karena tidak tau juga harus berbuat apa, ia memilih diam dan menunggu bagaimana mimpi di malam selanjutnya.

Suasana malam begitu menyeramkan, Rina berada di sawah dekat pohon besar. Merasa ketakutan, resah, dan ingin menangis. Nafasnya sesak, dia duduk membungkuk memeluk lutut. Ingin berdiri, berlari sekencang-kencangnya, tapi seluruh tubuhnya kaku. kakinya terasa beku tidak bisa digerakkan.

“Kembalikan milikku! kembalikan!”
Suara itu terngiang di telinganya, Rina mencoba menutup telinga, tapi suara itu masih terdengar nyaring.
“Kembalikan, kembalikan. Cepat!”
Kali ini terdengar seperti di belakangnya. Rina berbalik dan sebuah sosok.
“Aghhhh…!!”
Rina terbangun, tubuhnya bergetar. Walau hanya mimpi, tapi sungguh terasa nyata. Mimpi kali ini sedikit berbeda, biasanya ia terbangun ketika akan berbalik, tapi sekarang benar-benar bisa berbalik. Dengan cepat Rina membuka lemari dan meraih sebuah pasu. “Apa memang karena benda ini?” gumamnya.

“Gimana ini sa??, aku takut”
Rina kembali memilih bercerita kepada Lisa, berharap mendapatkan respon yang berbeda.
“Kalau sudah seperti itu, aku juga takut Rin. Begini saja, nanti pulang sekolah kita kembalikan benda itu ke tempat asalnya, dan lihat apa yang terjadi. Gimana?”
“Tapi kan sepulang sekolah kita masih ada kegiatan Sa, pasti pulangnya sore banget”.
“Iya tau, tapi memangnya kamu mau malam ini mimpi lagi?, kita hanya kembalikan benda itu lalu langsung pulang. Oke”
Rina mengangguk, senang dengan sahabatnya yang begitu semangat untuk membantu.

Sesuai dengan usulan Lisa, sore ini setelah pulang sekolah, dan hari mulai gelap. Rina ditemani Lisa untuk mengembalikan benda yang mungkin membuatnya tidak bisa tidur jika masih disimpan.

Setelah tiba di sawah, disambut tanaman padi yang terlihat masih baru, juga sedikit lahan yang masih kosong. Di ujung sana terlihat sebuah pohon besar tunggal.

Mereka mulai berjalan menuju pohon, lalu berhenti. Sebuah sosok aneh melintas cepat di depan matanya. Seketika itu bulu kuduk mereka meremang.
“Tenang Rin, tenang. Kamu hanya harus menaruh benda itu tepat dimana kamu menemukannya”.
Rina mengangguk.

“Kembalikan milikku. Cepat!!”
Suara seram menghampiri mereka, suara yang sama seperti mimpi Rina. Mereka berbalik.
Sebuah sosok dengan mata putih bintik hitam, rambut terjuntai ke tanah, bukan karena rambutnya panjang, tapi badannya, badannya hanya setengah. Sosok itu menatap tajam ke arah mereka.
“Aghhhh…!!”
Mereka berlari, sosok itu mengejar menggunakan tangan, tapi tidak kalah cepat.
“Cepat Rin! kembalikan benda itu!!”
Sambil gemetar Rina melempar pasu itu tepat di bawah pohon.

Rina sangat bersyukur, sosok itu sudah tidak ada.
“Hihihi..”
Suara di belakang mereka lagi.
“Aghhhh…”. Mereka kembali berlari terbirit-birit menuju jalan pulang. Sosok itu tersenyum manampilkan giginya yang terlihat seperti gergaji.

Malam ini Rina tidur nyenyak, tidak ada mimpi buruk lagi.
“Rin, lain kali kalau melihat benda-benda yang tidak tau siapa pemiliknya, harus hati-hati, jangan sembarang bawa pulang. Walaupun cantik, tapi kan itu bukan milik kita”.
Rina akan mengingat pesan Ibunya itu. Masalah pasu itu apakah memang ada penunggunya, masih menjadi tanda tanya untuk Rina.

Cerpen Karangan: Lidiawati
Blog / Facebook: Lydia

Cerpen Pasu Kecil merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Misteri Rumah Tetanggaku

Oleh:
Dengan gontai Aku melangkah menelusuri jalan setapak menuju rumahku. Malam ini dingin. Seperti biasa, lampu-lampu di sepanjang jalanan tak cukup membantu penglihatan dalam pekatnya kegelapan malam. Maklumlah suasana tempat

Arwah Penasaran

Oleh:
Tepat pada liburan setelah UN, aku bersama rombongan teman-teman sekelas melakukan perjalanan piknik ke pantai. Rencananya kami akan bermalam di sana. Sudah terbayang di benakku, kami akan menyalakan api

Novel Berdarah

Oleh:
Aku sedang duduk santai di teras rumah setelah menyelesaikan tugas bersih-bersih rumah yang diberikan orangtuaku sebelum pergi ke rumah Paman Wiko. Bibi Nur datang sambil membawa secangkir kopi panas

Short Story

Oleh:
Gill menikmati sore itu. Semilir angin sayup-sayup menggodanya, membelai tiap-tiap helai rambut yang coklat. Jemarinya menari-nari di atas tuts komputer jinjing sementara matanya terpaku pada layar kaca. Ilham seakan-akan

Gita

Oleh:
Di ujung Desa Kembang, terdapat rumah besar berpagar besi berwarna kuning pucat yang sering jadi buah bibir penduduk desa. Di depan rumah itu terdapat pohon mangga yang sangat rimbun,

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *