Pemburu Hantu

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Horor (Hantu), Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 19 March 2018

Sabtu pagi yang membosakan, hanya itu yang terpikir oleh Romi. Walau pada hari ini guru tidak masuk lagi. Dan semua temannya senang karena tidak jadi ulangan dan tugas juga tidak dikumpul. Tapi beda dengan Romi, dia sudah bersusah payah membuat tugas dan menghafal, malah tidak dikumpulkan. Dan terlebih lagi teman temannya itu membuat keributan di kelas membuatnya pusing saja. Hanya satu hal yang ingin dilakukan oleh Romi saat ini yaitu tidur.

Baru saja dia merebahkan kepalanya ke meja. Malah dikejutkan oleh hentakan tangan seseorang terhadap meja tersebut. Tentu saja Romi tahu siapa orang itu tanpa perlu melihatnya sama sekali.
“Bisakah kalian tidak menggangguku saat ini saja?” kata Romi padanya, tanpa menoleh sama sekali.
“Bisakah sedikit saja kamu untuk semangat” balas Doni yang mengambil kursi untuk duduk di samping Romi. Ditegakan kepalanya oleh Romi dari meja dia dapat melihat Septian melakukan hal yang sama dengan Doni.

“Apa yang kalian inginkan?” tanya Romi mengusap wajahnya dengan kedua tangannya.
“Kamu punya rencana malam ini” tanya Doni antusias.
“Tidak” jawabnya singkat.
“Bagus sekali” serunya semangat “kalau begitu aku punya rencana”.
“Rencana, rencana apa?” tanya Septian bingung atas perkataan Doni tadi.

“Kalian pasti sudah pernah mendengar tentang sekolah ini kan” Doni yang merendahkan suaranya sedikit untuk demi menambah kesan seram atas perkataannya, tapi Romi hanya memandanginya dengan tatapan bosan.
“Pokoknya malam ini kita akan berkumpul di rumahku” melihat tingkah lakunya, Romi tahu apa yang dipikirkan oleh Doni
“Jangan katakan kamu akan melakukan itu.” Terukir senyum di wajah Doni, mendengar perkataan Romi
“Benar sekali, kita akan berburu hantu”

Malam sudah begitu larut, jam tangan Romi sudah menunjukan pukul sepuluh malam. Walau pun dia sudah memakai jaket tapi dinginnya udara malam menusuk tulang-tulangnya. Sekarang dia sudah berada di depan rumah Doni atau lebih tepatnya sedang duduk di kursi halaman rumah Doni. Kalian pasti bertanya kenapa kami berkumpul di rumah Doni, padahal kami ingin berburu hantu di sekolah. Itu karena jarak sekolah dengan rumah Doni sangatlah dekat atau bisa dikatakan sekolah kami tepat sekali berada di depan rumah Doni.

Dilihat oleh Romi sekolah mereka. Ketika malam terlihat begitu berbeda. Walau penerangan di sekolahnya cukup, entah kenapa sekolah itu masih terlihat bergitu gelap. Dan entah kenapa dia juga tidak bisa melepaskan pandangannya dari sekolah tersebut. Seperti ada sesuatu yang membuatnya tertarik untuk terus memandangi sekolah tersebut. Sampai pandanganya teralihkan oleh suara pintu rumah Doni yang terbuka. Dan terlihat olehnya Doni dan Septian yang keluar sambil memegang Handycam di tangannya.

“Ayo” ajak Doni, yang membuat Romi bangkit dari tempat duduknya. Kami sudah berada di depan pagar sekolah untuk masuk, diperhatikan oleh Septian keadaan sekitarnya terlihat olehnya aman dan kami pun masuk.
Mereka berjalan menyusuri kegelapan, ternyata hanya dari luar saja sekolah ini terlihat terang.

“Jadi apa saja yang akan kita lakukan?” tanya Septian.
“Kita akan pergi ke kelas kita, ke lantai dua, kantin, gudang dan wc” jelasnya Doni sambil mengarahkan cahaya senternya ke tempat gelap yang terlihat mencurigakan baginya.
“Tapi kita harus pergi dari sekolah pukul sebelas malam.”
“Kenapa?” kata Romi.
“Karena penjaga sekolah akan datang untuk memeriksa” jawabnya.

Akhirnya mereka sampai di kelas, dihidupkannya oleh Doni Handycamnya untuk mulai merekam. Mereka hanya dapat mengintip dari jendela untuk melihat ke dalam kelas yang gelap, tidak ada yang terlihat mencurigakan di sana. Lalu mereka melanjutkannya untuk pergi ke tempat lain sambil Doni terus merekam apa saja yang mereka lakukan. Sampailah mereka di gudang kembali mereka mengintip dari jendela untuk melihat ke dalam, tapi hanya kegelapan yang terlihat oleh mereka. Lalu mereka kembali melanjutkannya lagi, ke kantin, ke wc dan bahkan sekarang mereka berada di lantai dua tidak ada yang aneh mereka temukan selain kegelapan malam. Tapi hanya satu hal saja yang dirasakan berbeda oleh Romi yaitu kenapa udara di sini terasa begitu dingin dari sebelumnya, mungkin saja karena sudah semakin larut.

Mereka berjalan menyusuri lantai dua di sekolah mereka yang bahkan lebih gelap lagi, dan kemudian terdengar oleh mereka dua buah benda yang bergesekan. Terkejut itulah yang mereka rasakan dan jika mereka dengar suara itu berasal dari gerbang sekolah. Dilihat oleh Doni, ada seseorang yang membuka pintu pagar sekolah. Doni sangat kenal sekali dengan orang itu dia adalah penjaga sekolah, terlihat olehnya jam sudah menunjukan pukul sebelas lewat lima belas menit mereka lupa memperhatikan jam.

Dengan cepat Doni berlari menuruni tangga dan memberitahu temannya.
“Penjaga sekolah datang, ayo kita pergi” katanya tergesa gesa. Setelah menuruni tangga mereka melihat penjaga sekolah yang berjalan mendekati mereka. Dengan cepat Romi menarik temannya untuk bersembunyi di bawah tangga, Doni yang masih memegang kamera memutar kameranya sehingga menghadap ke arah mereka. Setalah memastikan keadaan aman septian memberikan tanda kepada temanya untuk pergi. Setelah mendapatkan tanda mereka bergegas lari menuju gerbang sekolah, karena terburu burunya doni pun tersandung oleh sesuatu dan terjatuh sehingga Handycam yang dia pegang terlepas. Segera saja Doni bangkit dan kembali berusaha mengambil lagi Handycamnya tapi dirinya sudah terlebih dahulu ditarik oleh Septian untuk lari karena penjaga sekolah datang lagi.

Pagi hari senin, Romi datang memasuki kelasnya suasana sama seperti sebelumnya, guru tidak masuk lagi. Romi pun menghampiri temanya Doni sibuk dengan Laptopnya
“Akhirnya orang penakut datang” ejek Septian.
“Apa katamu bukan kau yang penakut” balas Romi dan mulai adu mulut di antara mereka, tapi Doni tidak mempedulikan mereka dia sedang sibuk melihat kembali rekaman Handycamnya. Diputarnya oleh Doni dari awal dan terlihat olehnya sesuatu yang aneh, yang mana di dalam rekaman tersebut selalu terlihat seperti seseorang yang berbaju putih padahal pada malam saat itu mereka tidak melihatnya sama sekali.

“Rom, Sep coba kalian lihat ini” panggilnya, dan memperlihatkan rekaman itu kepada mereka. Mereka berdua juga tidak mempercayai apa yang mereka lihat. Diberhentikan oleh Romi video tersebut dan mulai bertanya pada temanya
“Ini tidak mungkin, kita tidak melihatnya pada saat itu” dengan wajah kagetnya Septian berkata “aku juga tidak tahu”. Lalu video itu berputar sendiri yang membuat mereka bertiga heran, di dalam video itu terlihat mereka bertiga sedang di bawah tangga ketika bersembunyi dari penjaga sekolah dan di belakang mereka terlihat sesosok perempuan berambut panjang dengan baju putihnya.

Cerpen Karangan: Muhardi
Facebook: Muhardi Paralysis

Cerpen Pemburu Hantu merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Ternyata Gue Kalah Oke

Oleh:
KUDA KUDA apa yang bikin gue jungkir balik? nggak tahu? kalian mau tahu? jawabannya adalah KUDApat pacar baru yang cantiknya selangit. Hehehe… itulah yang biasanya gue lakukan kalau dapat

Ternyata Dia

Oleh:
“Huh. Hampir saja aku telat.” Sambil terengah-engah aku masuk kelas dan duduk di bangku yang biasa aku tempatin, hari sabtu, jam pertama adalah pelajaran Biologi, Bu Lia guru pengampunya,

Tak Secepat Petir Menyambar

Oleh:
Aku berjalan ke tempat yang dominan berwarna hijau di depan sana. Warna hijau pepohonan seakan meneduhkankanku yang kepanasan dengan terik matahari. Tak butuh waktu lama untuk sampai di kursi

Heart

Oleh:
Aku melangkah menuju ruang tunggu di rumah sakit ini. Ibuku melarangku untuk menemaninya berkonsultasi dengan dokter yang menangani penyakitku. Dengan bosan, aku pun menuju ruang tunggu. Kulihat tidak terlalu

Mimpiku Untuk Indonesia

Oleh:
Namaku siti nurfaiza, biasanya dipanggil faiz. Aku salah satu murid di smk cendika bangsa dan menggambil jurusan administrasi perkantoran (apk). Sebenernya sih ini bukan pertama kalinya aku nulis jadi

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *