Pemuda Pengkhayal

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Horor (Hantu)
Lolos moderasi pada: 25 September 2016

Di satu rumah, tepatnya di dalam kamar. Ada 2 orang pemuda dengan asyiknya bermain game 3D. Sebenarnya di dalam kamar ini ada 3 orang, satu lagi pemuda itu tidur dengan nyenyaknya. “yok.. ciaat… ehh bay. Lu jangan lambat kali jalannya. Lari.. lari.. nah pencet ini lo kalau mau lari” ini suara laki-laki bertubuh cungkiring. Gerald namanya. Orangnya belagu banget. “gue tahu, rald. Stiknya rusak ni” ucap bayu. Pemuda yang memiliki tinggi 170 cm ini asyik mengotak-atik stiknya. “eit… eitt.. mati kaau! Mati! Huh mampos!” gontok gerald sambil menekan keras tombol sticknya.
“woy rusak kalee stick gue lo penceti gitu!” gontok bayu sembari menopak gerald. Gerald tercengir-cengir. “lanjut!” dersis gerald. Level yang hampir mendapati kemenangan ini membuat 2 pemuda itu ricuh seketika. “eh apa itu rald!… rald… rald.. cepetan dodol! Rald..!!”
“sabar peak! Gue lagi usaha ini… lihat tu keringet gue”
“cepetan.. rald.. mampos lah kita bahkalan mati ini!”
“woy diamla lontong!” teriak pemuda yang lagi tidur. Dia bernama dimas. Asli.. dimas ini orangnya paling palak jika tidurnya harus diganggu. siapapun orang yang berani menganggu tidurnya dia Bisa jadi makanan pencuci mulutnya. Tuh serem kan! (ecek-eceknya) “kanibal uda keganggu tu” bisik bayu. Spontan 2 pemuda itu mengecilkan suaranya. Seperti tikus deh jadinya.

Drrt… drrt… cez… ziz.. cezz.. zizz.. itu suara telepon genggam milik bayu. “brisik banget sih!” ucap dimas dan bayu kompakkan. “telepon lu yang bunyi, kampret!” ujar gerald. Bayu tercengir. Langsung pemuda itu mengangkat teleponnya. “halo… siapa ini?… ehh maaf-maaf sayang. Bukannya aku ngehapus kontak kamu, tapi aku nggak lihat tadi… ehh jangan gitu dong, yang. Maaf-maaf ya cantik… iya… Hah sekarang? aduh nggak bisa yang… gimana kalau 2 jam lagi?… iya sayang… janji… iya… bye…” begitulah kata bayu menjawab telepon dari pacarnya. Mila namanya.
“lanjut, brooo!” teriak mantap bayu. “bising lo bedua!” dimas melemparkan bantal ke arah bayu dan gerald. Dimas beranjak dari tempat tidurnya dan pergi ke luar kamar.

2 jam berlalu sudah.. bayu harus menepati janjinya untuk memani mila ke toko buku. Sepasang remaja ini atusias memilih buku-buku yang mereka beli. “kamu tadi main game lagi ya?” ucap mila ke bayu. Bayu menggelengkan kepalanya. “kamu berani bohong ya bay! Dosa tau!”
“siapa yang bohong? Tanya aja sama gerald! Pasti aku beneran bohong.. ehhh” bayu membungkam mulutnya. “dasar!” mila pergi begitu saja meninggalkan bayu. “mil… disini motornya” teriak bayu memanggil mila. Saat menyeberang pasar, entah alasan apa membuat gadis bertubuh ideal ini tidak melihat ke kiri ataupun ke kanan. “milaaaaaa!!!” teriak bayu seketika melihat kekasih hatinya terhempas ditabrak mobil. Jantung bayu berdetak lebih kencang. “mill…”. nafas bayu terhenga-henga, ia menjadi orang yang sangat takut jika melihat darah bercucuran. Apalagi darah itu masih tampak hangat dan kental. Bayu tak berkutik sedikit pun. “panggil polisi.. panggil polisi..” teriak beberapa warga yang melihat kejadian tragis itu.

Polisi itu datang dan membawa jasad mila. Bayu menjerit sekuat tenaganya. dia tak menyangka akan jadi seperti ini. Ternyata kebohongannya kali ini berdampak tragis yang menimpa dirinya. Bayu harus kehilangan gadis kedua yang ia cintai setelah mamanya.

Jasad mila setelah diautopsi, dimakamkan di pemakaman umum Tangerang. Bayu menenangkan dirinya sejenak. dia pandangi terus pemakaman yang masih subur itu. Bayu meletakkan taburan mawar merah dan 15 tangkai mawar merah sebagai tanda penyesalan. Bayu juga meletakkan sebungkus coklat. Karena dia tahu, gadis yang dicintainya sangat suka dengan mawar merah dan makanan berbau coklat. Apapuun itu!

Malam itu begitu ngeri bagi bayu. Terlebih saat ia mengingat kejadian yang menimpa mila. tokk tokk suara pintu bayu terdengar jelas. “siapa?” ujarnya. “milllaaaa…” jawab seseorang dari luar. “jangan becanda, dim!” bayu menanggapinya dengan santai. Ini pasti kerjaan 2 sahabat jailnya untuk menakut-takuti bayu. tokkk tokkk suara itu terdengar lagi. karena sudah naik pitam, bayu langsung membuka pintu kamarnya. “Allahuakbar!” teriak bayu setelah melihat 2 orang mengenakan baju putih dan ditaburi sedikit cat warna merah. “sempat-sempatnya ya lo bedua itu ngerjai gue! Lo kira lucu?! Hah?!” bentak bayu sembari menutup kembali pintu kamarnya. gerald dan dimas langsung tertawa terbahak-bahak. “sorry bay! Kita Cuma nggak mau lo larut dalam sedih kok” ujar dimas. “basi!” kata bayu singkat.

Bayu memandangi photo gadis itu di telepon gengamnya. “mil.. mil.. kenapa kamu perginya dengan tragis gitu.. ngeri tau, mil” dersis bayu. Sssrrt… sssrt… sssrrt… suara gesekan kayu terdengar dari luar kamar. “woy gue tamplok lo bedua ya! Ngganggu aja!” bayu berteriak setengah membentak. Namun tak ada jawaban dari orang yang dia maksud. Sssrrt… sssrt… suara itu muncul lagi. “bener.. bener ni orang!” bayu mengambil bantal dan gulingnya untuk bersedia memukuli 2 sahabatnya.
“dimana lo bedua.. woyy!!!” bayu mencari-cari keberadaan gerald dan dimas. Hasilnya, notihng! Satu pemuda cukring dan satu pemuda tampan tidak tampak di rumah itu. Padahal baru saja mereka menjalani aksinya pada bayu. “nggak lucu!” dersis bayu sembari membalikkan badannya dan berjalan menuju kamarnya. “Astaghfirullahalazim!” bayu terkejut bukan kepalang. Mengapa tidak? Tiba-tiba ada satu cairan berwarna merah yang diduga itu adalah darah berada di depan pintu kamar bayu. “niat banget sih tu orang ngerjain gue?!” bayu tetap harus tenang menanggapi hal itu.

Bayu ke luar dari rumah. Ada ngeri-ngeri sedap juga bila harus ditinggal sendirian di rumah itu. Jam sudah menunjukkan pukul 11 malam. “gerald sama dimas kemana sih?!” gontok bayu sembari duduk di bangku tepat di bawah pohon mangga. “lalalala.. hing… hing…” bayu mendengar suara kecil wanita dari pohon itu. Bayu tak menggubrinya. Kali ini bayu memakai headset agar tidak mendengar hal-hal yang menurutnya hanya halusinasi pikirannya saja. hooos kali ini seperti ada yang menghembus di leher bayu. Bayu mulai meraba lehernya, “mila…” terbesit di dalam pikirannya tentang mila. Bayu menarik nafas panjang-panjang “halusinasi…” dersisnya pura-pura terlihat tenang, padahal aslinya hampir mati ketakutan dia!
“yee.. are you love me.. ye…” bayu sedikit menghibur dirinya dengan bernyanyi. syeekkhh… syeeekkhh bayu tak menggubris. Kali ini ia harus mengeraskan suaranya. “yee… yee… laa.. laa..” teriak bayu. (buruk banget sih suaranya!)

Tleng.. tlengg tiba-tiba kaleng terlempar tepat di depannya. Bayu menoleh ke belakang “siapa ituu?” bentak bayu. Badannya mulai gemetar tak karuan. Cucuran keringat dinginnya mulai membasahi baju kaaosnya. Bayu menyerah, ia harus pulang saat ini juga. lebih ekstrem lagi jika ia berlama-lama di luar rumah.
Tapppp taap tap ada tapakan halus dari belakang bayu. Bayu menoleh. Tidak ada siapa-siapa disana. Bayu melanjuti perjalanannya pulang ke rumah. Rumah warga yang sudah terlelap itu membuat jalanan mulai gelap tanpa cahaya, meskipun di setiap jalan ada lampu penerang jalan tapi lampu itu tidak membawa pengaruh baik bagi bayu. Ditambah lagi suara burung malam yang melintas terbang di atas kepalanya menambah suasana malam ini mengerikan. Fuuiit… fuiitt… fuiitt bayu bersiul. syyreekkh.. syreekkhh.. ini suara seretan orang berjalan. Bayu menoleh! Lagi-lagi tidak ada.
“lariiii…!” teriak bayu sembari berlari sekencang-kencangnya. Tak diduga ia kesandung batu padas yang lama tertimbun tanah. Bayu tersungkur seketika. “haaaiiikkk…” bayu menjerit setelah melihat bayangan satu kepala manusia berada di depannya. Saat itu juga bayu pingsan tak sadarkan diri.

“dimana gue?” ucap bayu ketika ia menyadari posisinya berada di tempat paling aneh baginya. Tanpa rumah, tanpa pohon, tanpa apa pun! Hanya putih tok! “haii!!” ucap seorang gadis. Suaranya merdu sekalee.. “haii..” balas bayu. Tapi sayangnya gadis itu membalikkan posisi badannya, jadi bayu tidak tahu siapa gadis yang sedang menyapanya itu barusan.
“ikut aku yuk” ajak gadis itu. Bayu mengangguk. Ia mengikuti kemana arah gadis itu berjalan. Terus.. terus.. terus berjalan sampai akhirnya bayu berhenti di pemakaman mila. “kok gue bisa ada disini?” dersisnya. “ini rumah aku” ucap gadis itu. “kamu mila?” bayu memberanikan diri untuk bertanya. Gadis itu menggelengkan kepalanya. dan menoleh ke bayu.

“Aaaaaaaaaaaaaa…” teriak bayu saat itu juga.
“woy bay uda sadar lo?” ucap dimas. Bayu kebingungan tak karuan. “gue dimana?”
“lo uda di dunia nyata kaleee!” ledek gerald sembari melahap satu sendok nasi. “lo nggak bilang ‘kalian siapa?’ ‘kok aku ada disini?’ biar kayak sinetron-sinetron gitu” nimbrung dimas. Bayu menarik nafas panjang. Ternyata hanya mimpi. Tapi kenapa kejadian itu seperti nyata. “lo itu memang udah bosan tinggal di rumah atau gimana sih, bay? Masa lo tiduran di depan rumah orang! Mau melucu lo ya?”
“diem lu kampret! Gue di mimpi mila. Asli mukanya serem banget”
“uda.. uda.. nanti telat kita. Cepetan lo mau sekolah atau nggak bay?” kata dimas menstabilkan suasana bayu. “sekolah” jawab bayu singkat. Akhirnya bayu harus melupakan kejadian yang menimpa dirinya. Halusinasi? Yah! Bayu berfikir itu hanya ketakutan dirinya saja, bukan semata-mata itu terjadi. Tapi entahlah!

Sesampainya di sekolahan, bayu melihat sosok perempuan cantik, manis dan terlihat kalem di taman sekolahannya. “Itu bukan mila!” dersis bayu. Gadis itu menoleh ke bayu. Ia tersenyum manis. “ciiee.. mulai moven on ni?” ledek gerald. “arrggh… diem lo, cungkring kepencet!” bayu mengacak-acak wajah gerald. Dimas dan bayu tertawa lepas dan meninggalkan gerald yang sedang merapikan wajah.. eh salah merapikan bajunya. Berhubung guru piket berdiri membawa penggaris panjang dan tebal yang siap melibas murid murid sombronya.

selesai

Cerpen Karangan: Sanniu Cha Putri
Facebook: Sanniucha Putri

Cerpen Pemuda Pengkhayal merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Darah Keabadian

Oleh:
Aku sungguh tidak mengerti apa yang terjadi padaku, terkadang aku menangis dan terkadang aku tertawa. Hahahahahhaa.. Konyol memang.. Banyak orang mengatakan aku gila. Ya.. Tentu.. Aku memang gila. Gila

Angelina

Oleh:
Namaku Angelina, biasanya aku dipanggil Angel oleh teman temanku. Saya memiliki sahabat, sahabatku bernama Ica. Menurutku, Ica itu aneh. Bukan orangnya, tetapi rumahnya. Salah satu peraturan rumahnya saja aneh.

Keluar Dari Tubuhku!

Oleh:
Perlahan-lahan, aku bisa merasakan di mana diriku. Bau obat-obatan, bunyi peralatan medis, dan percakapan beberapa orang di dekat tempatku terbaring. Tak ada lagi anesthetize, dan aku akan segera bangun

The White Doll

Oleh:
Siang itu tak lagi menyenangkan bagi mila, pasalnya keluarga mila akan pindah ke daerah desa di pinggir kota. Karena perusahaan papanya bangkrut dan mengharuskan mereka menjual rumah. Walau jarak

Suara Aneh di Rumah Kosong

Oleh:
Cerita ini aku dapet dari tetangga-tetangga yang biasa ngegosip. Gini ceritanya. Aku punya tetangga, dia itu tukang bakso keliling. Saat itu bulan puasa, jadi dia pergi jualan kelilingnya jam

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *