Penunggu Lorong Kelas (Part 1)

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Horor (Hantu), Cerpen Misteri
Lolos moderasi pada: 4 September 2018

Sekolah merupakan tempat yang penuh dengan pengalaman masa muda. Tak terkecuali pengalaman horor dan mengerikan. Banyak diantara kita sering mendengar kisah-kisah horror yang disebar melalui bibir ke bibir oleh masyarakat. Begitu juga dengan kisah di sekolah ini. Kisah ini berdasarkan pengalaman nyata yang pernah aku alami pada saat awal memasuki kelas 10 di sebuah SMA swasta di kota solo.

Tepatnya siang itu aku dan teman-temanku yang menyukai cerita horror memanfaatkan waktu jam kosong di kelas untuk berbagi pengalaman mengenai hal-hal horror yang baru saja mereka alami. Lelly, Jeceline, Farros, mereka adalah teman teman yang sering berbagi kisah kepadaku mengenai pengalaman mereka di tempat-tempat yang dianggap angker. Aku pun mulai menceritakan kisah-kisah yang aku alami beberapa hari lalu.

“Kemarin lusa nih, gue sama si farhan kan ada ekskul sore sore tuh, nah kita berdua lewat lorong kelas 12 yang kata para kakak kelas terdahulu itu tempat angker” kataku sambil mengetuk-ngetuk jariku ke meja secara perlahan.
“iya sih katanya emang angker itu tempat” sambung jeceline yang mencoba merapikan kerudungnya.
“terus lu liat apa ham di lorong kelas duabelas?” tanya farros yang terlihat paling tertarik dengan ceritaku.
“nah gue itu ngerasa kaya diawasin di sana, tepatnya kaya ada yang ngeliatin gue dari kelas 12 ips 4, padahal gak ada siapa pun kecuali gue sama si farhan” timpalku yang terus menyambung cerita.
“ah.. paling cuman perasaan lu aja ham” ucap jeceline yang tidak terlalu percaya dengan ceritaku
“hmhh… lanjut yuk ke cerita farros, silahkan ros” kata lelly mempersilakan farros untuk bercerita

Farros pun mulai bercerita pengalamannya selama ada di rumah yang baru saja dia tinggali, karena memang dia adalah anak pindahan dari kota depok yang belum mengenal seluk beluk kota solo maupun bahasa orang solo. Dia bercerita bahwa semalam dia merasa ada yang janggal di rumahnya. Tidak hanya malam itu, dia selalu merasa ada yang aneh di setiap dia ada di rumah. Rumah yang ditinggalinya bersama kedua tantenya adalah rumah peninggalan jaman penjajahan, jadi tak jarang banyak kejadian aneh di dalam rumah itu.

Pertama dia merasa ada suara langkah kaki di tangga yang selalu mengusiknya setiap pukul 11 malam. Padahal dapat di pastikan bahwa kedua tante farros sudah tidur pada pukul 11 malam, dan kalau memang itu pencuri pasti ada barang yang hilang di rumahnya, namun ternyata tidak ada barang yang hilang. Kedua, saat dia sedang bersantai di tempat duduk sambil menonton tv sendirian, dia melihat rambut menjuntai dari lantai atas rumahnya. Saat itu keadaan rumah tidak ada siapapun kecuali dirinya sendiri. Ketiga, dia sering mendengar suara-suara orang mengobrol dengan bahasa asing yang mirip dengan bahasa inggris di malam hari.

“wuih, ngeri juga cerita lu ros, gak kaya ceritanya si Ilham yang ngebosenin” ucap jeceline sambil menyenggol-nyenggol tubuhku dengan sikunya.
“ya sorry aja kalau cerita gue gak serem, yang penting cerita gue asli” ucap ku.
“Cerita gue juga asli kali ham” bantah farros sambil menyinyirkan bibirnya.
Lelly hanya tertawa melihat perselisihan kecil kami, kami pun melanjutkan cerita horor kami.

Selanjutnya adalah giliran jeceline, diantara cerita-cerita yang kami bagi, cerita jeceline adalah yang dianggap paling sering menakuti kami. Karena ceritanya itu biasanya berujung tragis.
“gue kemarin jalan-jalan sama bebeb gue ke deket pabrik gula di deket bandara tuh, nah gue kan ceritanya mau makan jagung bakar yang ada di depan pabrik, saat gue pesen, gue liat ada cewe pakai baju serba putih-” jecelin menghentikan ceritanya karena bel tanda pelajaran berakhir.
“yah… gak seru nih, masa udah pelajaran lagi” ucapku kecewa dengan jam pelajaran yang berakhir ditandai guru mapel lain yang masuk ke dalam ruang kelas ku.
“Ya udah, nanti kita lanjut cerita aja pulang sekolah” ucap lelly yang terlihat cukup kecewa juga dengan suara bel tadi.

Selama pelajaran aku memikirkan cerita jeceline yang belum selesai, aku menengok ke arah farros yang rupanya juga penasaran dengan kelanjutan cerita tadi. Kami pun berusaha fokus untuk pelajaran namun tetap saja cerita itu masih terasa menggantung bagi kami.

Jam pulang sekolah akhirnya berbunyi, aku dan farros segera merapikan buku-buku kami dan menuju ke tempat duduk jeceline sambil bermuka tegang menunggu cerita kelanjutan jeceline.

“muka kalian kenapa, kaya panci ketekuk, kaku banget!” ledek jeceline yang tertawa melihat kami merasa tegang.
“Dah kita lanjutin, tadi sampe mana yah?” tanya jeceline kepada kami
“Cewek serba putih je!” ucap kami serentak.
“oh iya, nah kan ada cewek serba putih beli jagung juga, gue heran kok dia serba putih gitu ya, bawa payung putih pakai dandanan putih, nah di belakangnya ada laki-laki laki pakai jas serba hitam” ucap jeceline yang mencoba membuat suasana menjadi mencekam.
“ternyata.. mereka lagi foto pre wedding” jeceline tertawa terbahak bahak melihat wajah kami yang serius menjadi wajah penuh kekecewaan.
“ah, ga asik je.. yang serius lah” ucap farros.
“iya deh iya, sorry gue tadi cuman bercanda” ucap jeceline yang terlihat masih mencoba menghentikan tawanya.
Lelly hanya melihat kami berdua sambil terkikih melihat kekonyolan kami.
“nah kan gue beli jagung di depan pagar pabrik gula, gue nyoba tuh masuk ke dalam pabrik, kan ada bagian yang udah gak dipake buat produksi lagi, tapi anehnya itu tempat masih bersih kaya terawat banget padahal udah gak pernah dipakai dalam produksi gula di sana” ucap jeceline
“mungkin mereka emang ngerawat tempat itu je biar gak terkesan nyeremin” timpal lelly.
“tapi ada lagi bagian yang aneh, gue denger suara orang nyapu di dalem gedung kosong itu, dan setelah gue cek lagi, ternyata debu nya numpuk kaya gak pernah tersentuh manusia, padahal di luar gue liat banget itu tempat bersih sampe dalem nya pun keliatan kaya masih dipakai produksi” ujar jeceline
“wew, perasaan aja kali” ucap farros
“dan lo tau apa yang gue liat di sana selain debu? Gue liat orang gantung diri sambil bawa sapu di sana broh.. ngerii” ucap jeceline yang lagi-lagi membuat kami merasa tidak bisa berkata-kata, kami pun merinding dibuatnya.
“gila serem banget, gue bayangin kalau ada orang gantung diri sambil bawa sapu lagi,” ucapku
“lu muji apa ngeledek sih..” tatap jeceline sinis.
“ceritamu serem je, kaya biasa yang paling serem emang ceritamu. Sekarang ceritaku ya?” ucap lelly

Dia menceritakan akhir akhir ini ada yang mengusik pikirannya di sekolah. Katanya dia kadang melihat anak menggunakan seragam osis di hari sabtu kemarin. Padahal aturan sekolah kami, baju putih abu abu itu dipakai hanya untuk hari senin sampai kamis. Dan dari cerita yang disampaikan lelly, orang yang menggunakan pakaian itu memiliki rambut tidak tertata dan sering mondar-mandir di depan lorong kelas kami, meskipun saat jam pelajaran sekalipun.

“dih, ini lagi, cerita simple tapi bikin merinding” ucap jeceline
“iya, soalnya kan settingnya pas banget di depan kelas kita” tambah farros berkomentar
Kami pun menutup acara berbagi cerita kami, meskipun kami sering menceritakan hal-hal horror seperti itu, namun menurutku hari ini aku mendapat cerita yang cukup menarik dari teman temanku.
“Eh, ngomong-ngomong, mau buktiin cerita Ilham hari ini?” Ajak Lelly kepada kami bertiga
“wah, boleh juga tuh, kita lihat, siapa yang ngawasin si ilham kemarin” ucap farros dengan nada menyindir, seolah berkata kalau ceritaku itu bohongan.

Kami pun mencoba merundingkan lagi dan akhirnya memutuskan untuk mencoba ke lorong kelas duabelas. Sesuai janji yang sudah kami sepakati, kami melakukan pembuktian apakah memang ada sesuatu di sana, di kelas 12 ips 4. Berbekal nyali dan handpone yang ada di tangan, kami pun menelusuri lorong yang dianggap angker tersebut. Lorong tersebut diapit oleh dua gedung sekolah kami sehingga cahaya matahari tak dapat menembus masuk sehingga membuat sepanjang lorong terlihat gelap. Tak ada penerangan di sepanjang lorong, karena memang lorong ini jarang dilewati orang kecuali untuk anak anak yang berada di kelas 12 ips 4 dan 5.

“gimana gengs, udah liat apa aja?” tanya Lelly yang memimpin di depan.
“ga ada apa-apa lel” seru jeceline

Mereka membuatku sedikit kesal, aku pun bergeming dalam hati. Coba saja kalau mereka yang merasa diperhatikan oleh seseorang di sini, pasti ketakutan. Baru beberapa saat setelah aku berguman, tiba-tiba saja kertas yang menempel di salah satu mading di lorong itu tertiup angin. Kertas itu seperti dibolak-balikkan seseorang karena arah tiupan anginnya berbalik-balik.

“lel, ada yang aneh, kan ini lorong tertutup, kenapa bisa ada angin” bisikku kepada lelly
“iya ham, mending kita agak menjauh dari itu mading” ucap lelly yang juga berbisik kepadaku.

Aku dan lelly mencoba melihat-lihat di sekitar kami, kami pun melihat sosok bayangan seukuran manusia biasa namun ada yang aneh dari bayangan tersebut. Bayangan tersebut hanya berbentuk tubuh tanpa kepala. Aku dan lelly hanya mencoba mengalihkan pandangan kami ke arah yang lain, berharap bayangan tersebut segera menghilang.

Tanpa kami sadari, kami terpisah dari farros dan jeceline. Kami mencari-cari farros dan jeceline, ternyata mereka sudah berada di dalam ruang kelas 12 ips 4. Kami pun segera menyusul mereka ke dalam ruang kelas itu. Kami mencoba meraba raba saklar lampu kelas dan aku pun menemukannya.
“nah ketemu saklarnya” ucapku sambil menekan saklar.
Namun yang terjadi adalah lampu tidak mau menyala, kami yang berada disana mulai sedikit gelisah. Farros yang berada di dekat pintu masuk kelas mulai menghampiri kami dengan wajah tegang.

“Ham, lel, je… pintunya kekunci” bisik farros yang mencoba mengecilkan suara supaya tidak timbul kepanikan diantara kami.
“yang bener ros?” tanyaku
Aku mencoba membuka pintu namun seperti yang diucapkan farros, pintu nya terkunci. Wajah kami mulai mengerut, terlihat kegelisahan di wajah kami berempat.

“lel, coba senterin sekitar kelas ini, mungkin saklarnya bukan yang ini!” seru ku kepada lelly yang mencoba mengeluarkan telepon genggamnya.
Dia menyenter setiap sudut ruang kelas, mata kami mengikuti arah senter dari handphone tersebut. Sampai akhirnya kami berhenti untuk menyorot ke arah tempat duduk paling pojok di ruang kelas itu. Kami berempat terdiam membisu tak dapat berkata apa apa. Kami melihat sebuah kepala manusia yang tergeletak di atas meja dengan rambut gimbal menutupi seluruh wajahnya.
“Kepala!!” kami berempat akhirnya bisa mengeluarkan suara kami dan bergerak bergegas meninggalkan ruang kelas itu.

Di depan ruangan kelas pun sudah terdapat pak teguh, guru senirupa kami. Beliau menghampiri kami yang terlihat gelisah dan ketakutan. Akhirnya beliau berbalik arah meninggalkan kami. Bukan meninggalkan kami, ternyata beliau membawakan botol minuman air mineral untuk kami minum.
“Nih diminum dulu anak-anak” ucap pak teguh dengan nada halus mencoba menenangkan kami sambil mengelus punggung kami.
Suhu panas, serta keringat masih membasahi tubuh kami yang masih teringat dengan kepala yang ada di ruangan tersebut. Kami pun mulai menenangkan diri dan menceritakan kepada pak teguh.

“pak, maaf kami sebenernya cuman iseng main-main main di sini” ucap ku merasa bersalah sudah membuat masalah di sekolah ini.
“bapak tau, kalian pasti takut sama boneka yang ada di ujung kelas kan? Memang bonekanya nyeremin ya, bentuknya cuman kepala” ucap pak teguh
Mendengar hal tersebut kami merasa sedikit lega karena yang kami lihat ternyata boneka kepala yang memang menjadi dekorasi ruang kelas tersebut. Kami pun mencoba masuk ke dalam ruang kelas 12 ips 4, pak teguh menyalakan saklar dan alhasil lampu pun menyala.

“Loh kok bisa nyala, tadi lampunya mati” ucapku
“buktinya ini nyala” kata pak teguh.

Kami pun memusatkan mata kami ke ujung ruang kelas, dan memang benar saja ada boneka berbentuk kepala di sana. Tapi ada yang janggal dari boneka yang kami lihat saat ini dengan yang kami lihat tadi. Boneka yang saat ini kami lihat adalah boneka dengan kepala botak, sedangkan kami berempat melihat kepala dengan rambut gimbal yang menutupi wajah. Lalu apa yang sebenarnya kami lihat tadi? Apakah itu wujud kepala dari bayangan yang kulihat dengan lelly di lorong tadi? Apakah dia yang menunggu lorong kelas duabelas ini?

Cerpen Karangan: Mr. I

Cerpen Penunggu Lorong Kelas (Part 1) merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Misteri Kelas Kosong (Part 1)

Oleh:
Pagi ini adalah pagi yang sangat menyusahkan bagi semua siswa SMPN 4 GORONTALO, bagaimana tidak pagi itu adalah pagi yang diguyur oleh hujan yang sangat lebat dan disertai angin

Misteri Goa Bawah Tanah

Oleh:
Suatu hari tiga sekawan Vino, Ambar, dan Bimo berjalan-jalan di sebuah taman kota yang letaknya tak jauh dari kompleks mereka tinggal. Mereka baru saja memulai liburan sekolah yang menyenangkan.

MyCerpen 7: Alien Banci Tulen

Oleh:
“Serius kau tidak akan ikut Jang?” “Tidak Ji. Aku sudah harus pulang!” “Wah! Padahal ini terakhir lo!” “Tenang aja. Masih ada Reunian kan?” “Ya udah. Hati-hati aja Jang!” Aku

Friend

Oleh:
Sudah kesekian kalinya kami harus pindah rumah. Ini karena ibu harus bekerja ke luar kota. Kadang, aku bosan hidup nomaden begini. Maksudku, itu berarti kau harus beradaptasi dengan segala

Rahasia Nenek

Oleh:
Sekujur tubuhku kaku. Seperti ada lima karung beras terisi penuh yang menimpa ragaku. Mata dan mulutku juga tak dapat kubuka, laksana ada lem yang merekatnya. Tapi aku masih bisa

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

5 responses to “Penunggu Lorong Kelas (Part 1)”

  1. Ahmoy shayang says:

    Salam. Hai!! Boleh aku pinjam cerita kamu ni?? Aku nak letak kat novel cerpen hantu aku. Aku sekarang lagi tengah buat skrip untuk cerita hantu yang akan masuk ke dalam tv.. Kalau kamu mengizinkan boleh terus anta kay email aku.

  2. Ahmoy shayang says:

    Sorry lupa nak kenalkan
    .aku Ahmoy dari malaysia. Aku masih menjinak-jinak dalam menulis skrip n novel. Aku harap kamu bole bantu aku ye untk pinjam cerita kamu ni

  3. Mayla Salma says:

    Nice story..!!!

  4. Hmm says:

    Ada atau tidak part 2 nya??

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *