Perempuan Kehujanan

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Horor (Hantu)
Lolos moderasi pada: 17 May 2019

Pada hari itu aku bertemu dengannya. Aku ingat, waktu itu pukul 11:00 malam saat aku tak sengaja bertemu dengannya di depan toko buku tua yang sudah tutup. Hujan yang tiba-tiba turun saat aku tengah menuju pulang ke rumah membuatku terpaksa berteduh di toko itu. Aku dan dia berteduh di teras toko menunggu hujan reda.

Hampir setengah jam hujan belum juga reda. Rasanya aku ingin berlari saja, masa bodoh kebasahan tapi sayangnya aku sedang membawa barang-barang yang gak boleh kena air. Laptop, buku, handphone dan rokok. Tapi perempuan yang berteduh di sebelahku basah kuyup. Kenapa dia tidak lanjutkan saja perjalanannya bila sudah terlanjur basah? Kulihat ada motor matic terparkir pas di depannya. Kulihat lagi dia menunduk berdiri dan menggigil. Kulihat lagi wajahnya yang tersamar oleh rambutnya yang basah. Kulihat lagi kok kepalanya menunduk terus, ya? Apa yang dia sedang pikirkan? Aku gak mau cuma lihat-lihat lagi. Kuberanikan menyapa.

“Hai”, ucapku berteriak karena derasnya suara hujan meredam suaraku.
Lalu dia melirikku dengan wajah yang sedih. Sepertinya sedari tadi dia menangis dan ada yang aneh dengan kaos putih lengan panjang yang dia pakai. Ada noda darah, sedikit pudar oleh air hujan tapi aku yakin noda merah itu adalah darah.
“Kamu kenapa? jatuh dari motor”. Kudekati dia dengan niat bertanya lebih tentang apa yang telah terjadi padanya. Tapi dia langsung menolak menjawab. Dia menyuruhku menjauh.
“Aku cuma mau bantu” ucapku dengan nada iba
“Jangan mendekat!” teriakannya dibarengi suara guntur yang menggelegar.
“Sini aku lihat, ga usah takut, aku seorang dokter”. Aku berbohong padanya, aku cuma seorang akuntan. Sudah kebiasaanku berbohong pada setiap perempuan.
Kemudian dia menjinak dan mau kudekati. Kulihat wajahnya ada luka memar, seperti habis dipukul. Sayang banget wajah cantiknya itu.

Singkat cerita aku dan dia berbincang di balik hujan bejat yang tidak berhenti hampir satu jam. Dia bilang, dia habis berkelahi dengan pacarnya. Dia habis-habisan dipukuli oleh pacarnya karena hal sangat sepele. Pacarnya ketahuan selingkuh, lalu dia minta penjelasan tapi dia malah dipukuli.
“Kasihan banget kamu. Kalau aku adalah saudara kamu, pasti kubunuh dia!” Teriakku lantang bak jagoan.

Tiba-tiba dia tersenyum melihatku dan berkata “udah, dia udah mati”.
“Sudah apanya” tanyaku penasaran karena kupikir aku salah dengar.
“Dia sudah mati, aku yang bunuh. Kamu ga perlu bantu bunuh dia”.
“Wah, ini perempuan kayaknya jatuh stres karena pacarnya”. Pikirku dalam hati.

Tiba-tiba dia beranjak, mengeluarkan kunci dari sakunya dan membuka jok motor maticnya. Lalu… Kaget bukan kepalang. Dia mengeluarkan sesuatu dari dalam jok motor. Dijambaknya sepotong kepala manusia yang berlumuran darah lalu ditunjukkannya padaku.
“Tolong bantu aku membuang kepala ini ke laut. Masih ada sisa bagian tubuh lainnya di rumahku. Tolong aku!”

Kalimat yang diucapkannya benar-benar horor dan membuatku ketakutan. Tanpa pikir lama, persetan dengan hujan, persetan dengan barang bawaanku, tas, laptop, handphone dan rokok sebungkus yang baru kuhisap satu batang tadi sore kutinggalkan saja. Aku lari secepat mungkin pulang ke rumah. Sesampainya di rumah aku dobrak saja pintu rumah karena kuncinya tertinggal di tas. Begitu ketakutannya aku seperti melihat hantu saja. Aku benar-benar takut banget. Kok, ada perempuan cantik memutilasi pacarnya?! Malam yang apes.

“Keesokan harinya aku bangun telat, aku kesiangan karena susah tidur akibat kejadian itu. Kupikir mending ga masuk kerja hari ini.
Aku ga keluar rumah, aku masih parno. Main game seharian mungkin bisa bikin pikiran tenang. Sampai petang tiba, sewaktu aku asik main game, terdengar suara seseorang mengetuk pintu.
“Paket!” Teriak seseorang di luar di balik pintu. Seorang kurir memberiku sebuah kotak yang entah isinya apa dan siapa yang mengirimnya. Kulihat nama si pengirimnya NURMALA.
“Wah, cewek nih yang ngirim. Tapi siapa dia? Isi kotak ini apa ya?” Tanyaku dalam hati.

Alangkah kagetnya begitu kubuka kotak itu. Isinya adalah tas, laptop, hanphone dan rokok yang tertinggal di toko itu kemarin malam.
“Sial, perempuan itu yang mengirimnya. Dia tau alamat rumahku” Gumamku ketakutan.

“Paket!” teriak seseorang dari luar. Ada kurir lagi nih yang kedua… Waktu kubuka ternyata kurirnya perempuan. Dia memberikanku sebuah kotak lagi. Kemudian aku lihat si kurir perempuan ini langsung pergi tanpa berkata apa pun. Wajahnya ga kelihatan, dia tertunduk dan memakai topi. Wah, jangan-jangan…

Perlahan kulihat kotak itu ukurannya lebih besar dari pada yang pertama. Saat kubuka ternyata isinya adalah potongan tangan, kaki, badan dan usus yang berserakan darah di dalam kotak. Terselip secarik kertas di dalamnya yang bertuliskan;

BANTU AKU 🙂

Cerpen Karangan: Renovan
Facebook: facebook.com/renovanbizkit

Cerpen Perempuan Kehujanan merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Diam!

Oleh:
Terdiam di pojokan, sudah lima belas menit lebih kami sekelas mengunci mulut kami, kami bukan sedang ujian atau apa, namun karena perintah dari guru kami yang menyuruh kami untuk

Kuliah Pagi

Oleh:
Pagi ini kepala ku terasa pusing, mungkin karena perjalanan malam dari rumah ke menuju kota ini, ya beginilah nasib kuliah di luar kota, tiap ada waktu luang di akhir

Rebecca

Oleh:
Malam hari yang menyeramkan. Semua temanku sudah tidur, dan.. Aku di sini masih mengerjakan tugas ini. Rasanya badanku sangat pegal. Tapi, apalah daya ini perintah. Hufftt, terima sajalah. Tok..

Hantunya Beneran

Oleh:
Pernah gak kalian ke rumah hantu di suatu lokasi bermain? Pernah gak kalian sadar di antara hantu yang bohongan ada hantu yang beneran? Gue pernah. Jadi waktu gue masih

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *