Perempuan Misterius

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Horor (Hantu)
Lolos moderasi pada: 15 July 2018

Hai, namaku Lazu! Entah kenapa, aku sering melihat seorang perempuan berdiri di pojok kelas. Ketika aku sendirian, ia sering berkata, “tolong aku… tolong aku…” Sangat mengerikan.

Ketika aku sendirian lagi, ia berkata, “Tolong aku, balaskan dendamku.”
“M-maskud-mu?” Aku tergagap.
Ia mulai menjelaskan dengan suara menyeramkannya. Ternyata namanya Samantha. Ia menyuruhku untuk membalaskan dendamnya besok.

Besoknya…
Aku sudah membuat janji dengannya untuk berbicara empat mata dengan orang itu setelah pulang sekolah di tempat yang sepi.

Setelah pulang sekolah…
“Mmmm… apakah kamu tahu Samantha?”
“A-apa?” Dia terkejut.
Perlahan-lahan aku mulai emosi. Seperti ada yang mengendalikanku.

“Oh, begitu… kau bisa hidup bahagia setelah apa yang kau perbuat!?”
Tanganku mulai bergerak-gerak mencari benda tajam dan ketika menemukannya, aku langsung mengacungkannya padanya, Demian.
“Asal kamu tahu, dalam tubuh ini bukan Lazu lagi, tapi aku! Orang yang kau bunuh, yaitu SAMANTHA!!!”
Tanpa berkata-kata lagi, tanganku langsung munusukkan benda tajam itu pada Demian, dan ia langsung mati.

Setelah kejadian itu, hidupku biasa-biasa saja. Jasad Samantha ditemukan setelah meninggalnya Demian.

Halo, namaku Samantha!
Hidupku sangat menyedihkan. Hidupku hanya 15 tahun. Itu sangat singkat. Aku mati karena seseorang menguburku hidup-hidup. Menyedihkan bukan?

Cerpen Karangan: Afan Shabri
Blog / Facebook: Afan Shabri

Cerpen Perempuan Misterius merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

WhatsApp


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Antara Kita

Oleh:
“kringg…kringg” jam wekerku berbunyi, aku mulai mengangkat tubuhku yang terbaring menjadi duduk. “mimpi apa ya aku semalem?” gumam ku. Seketika suasana mnjadi sepi ktika ku ingat mimpiku malam tadi.

Siapa Dia?

Oleh:
Jam didinding kamar kos Pitha menunjukkan pukul 22:00. Sudah larut malam tetapi teman sekamarnya, Febby. Belum pulang juga. Mereka berdua adalah mahasiswa di salah satu universitas negeri di kota

Tidak Tenang

Oleh:
Pukul 02.00 dini hari, tepatnya hari Selasa, suasana di kampung itu masih sangat gelap, dingin sekali, bahkan warga yang ada di luar rumah hanyalah tiga warga yang bertugas jaga

B

Oleh:
Daun-daun kering berguguran dari sebuah pohon yang telah berpuluh-puluh tahun tertanam di depan sebuah SMA swasta. Sekolah tua yang sudah cukup lama belum direnovasi lagi. Di tempat itulah seorang

Peri Malam

Oleh:
Di malam hari yang dingin, dengan kabut yang lumayan tebal, aku menyusuri jalan ini sambil memeluk kedua lenganku. “Aku yakin mereka pasti ada di tempat itu!” Ucapku dalam hati.

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *