Perjalanan Yang Mendebarkan

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Horor (Hantu)
Lolos moderasi pada: 7 March 2014

Aku punya kembaran bernama Dhika. Dhika punya kemampuan melihat hal mistis atau gaib. Menurut kepercayaan mamaku, jikalau ada anak kembar pasti salah satunya pandai dengan hal mistis.

Ketika itu, aku dan Dhika hendak berlibur ke suatu tempat dengan mengendarai mobil. Tiba-tiba kami masuk ke dalam hutan yang sangat gelap. Hutan itu terkenal angker, tetapi hanya itu satu-satunya jalan. Tiba-tiba, Dhika berbelok sangat kencang. Aku pun kaget. Ternyata tadi Dhika melihat seorang wanita bergaun putih. Aku mulai ketakutan, untung Dhika menenangkanku.

Tiba-tiba, aku melihat sebuah gubuk kecil. Aku meminta Dhika untuk menghentikan mobil, untuk sekedar beristirahat. Tetapi Dhika tetap manjalankan mobilnya. Ternyata di depan gubuk itu, ada Kuntilanak, Genduruwo dan Tuyul.

Setelah perjalanan panjang, aku melihat sebuah danau. Karena merasa haus, aku meminta berhenti untuk kedua kalinya. Tetapi, aku seperti tidak dihiraukan. Ternyata di danau itu ada 2 Kuntilanak sedang bermain-main.

Tiba-tiba, Dhika mengambil salib, dan menyuruhku memegangnya. Ia sendiri memegang salib juga. Setelah selesai memegang salib, ia menjelaskan bahwa tadi mereka melewati berpuluh-puluh hantu.

Akhirnya kami sampai di tujuan. Hatiku lega sekali.

The End

Cerpen Karangan: Jessica Pramesti P

Cerpen Perjalanan Yang Mendebarkan merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Genk Gaib (Setan Junior)

Oleh:
Matahari terbenam tanda hari mulai malam, terdengar burung hantu suaranya merdu. “ups. sorry malah nyanyi gue, hehe…”. Maklum lah kalo udah kelar sunset ini waktunya gue, hmm.. gak cuman

Mystery School (Part 1)

Oleh:
Malam itu, burung hantu tak berkicau karena ketakutan melihat sebuah pemandangan; seorang gadis berambut pirang berlari sambil menitikkan airmata. Raut wajahnya memperlihatkan wajah cemas. Dia menoleh ke belakang. Disana

Cermin (Part 1)

Oleh:
Kasih, kau adalah pantulanku, yang kulihat hanyalah dirimu Pantulanku, dan segala yang kulakukan Seolah kau adalah cerminku Cermin yang membalas tatapanku Bisa kulihat kau membalas tatapanku Teruslah menatapku Kasih,

Pembantaian 3

Oleh:
Aku merangkak dalam gelap! Ketakutan semakin mencekam di lantai 3 itu, Dimana ruang kosong penuh misteri terhampar disana. Tak ada yang tahu, Mengapa hanya lantai itu yang dikosongkan! “Serius

Sang Lengan Panjang

Oleh:
Panggil gua Rian. Malam ini hujan turun cukup lebat, gua, Diki dan Yayan berlari kecil ke saung dekat sawah rumah pak RT, kami berkumpul di saung ini untuk berbincang

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

3 responses to “Perjalanan Yang Mendebarkan”

  1. jannisa putricia thurky says:

    Serem kak jesicca ceritanya. terus berkarya ya kak.

  2. Singkat, padat, dan cukup menghibur. Tetap semangat berkarya..

  3. ziarine says:

    Bahasanya dibuat lebih menarik pasti sip!!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *