Permainan Boneka

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Horor (Hantu)
Lolos moderasi pada: 10 November 2017

Empat anak perempuan memainkan boneka. Mereka semua berumur sama, 12 tahun. Tapi sebelum memulai, mereka terlebih dahulu membuat perjanjian agar permianan bisa dimainkan dengan lebih serius dan kompetitif. Maka permainan akan terasa lebih seru, kan?

Keempatnya duduk berbaris membentuk sebuah lingkaran, dengan memangku masing-masing bonekanya. Anak tertinggi beringai dengan tatapan mata biru yang aneh, mulai bicara. Walau terlihat seperti itu, nyatanya ialah yang paling cerdik dan licik. Ia menjelaskan tentang aturan dan cara permainannya. Ketiga anak lain yang mendengar dengan seksama terlihat antusias dan tak sabar memulai.

Permainan boneka ini akan sangat berbeda dengan permainan pada umumnya. Mereka akan saling menukar boneka masing-masing dan menarik boneka lawan seakan ingin merobeknya. Mereka akan melempar boneka ke langit, mengambil boneka lain secara acak, dan berlomba siapa yang paling cepat mengoyakkan. Anak dengan tenaga terkuat —atau jahitan boneka terkuatlah, yang diuntungkan dalam permainan ini. Tapi mereka hanya bocah 12 tahun, siapa yang memikirkan sesuatu seperti itu.

Anak dengan wajah terpolos, kuncir -sedikit bekas cacar- berkaca mata dan biasanya menjadi korban bullying, adalah pengoyak boneka pertama. Ia mengoyakan boneka beruang kuning milik salah satu dari keempatnya, tepat di bagian leher —dan memisahkan antara kepala dan tubuh boneka. Si pemilik boneka beruang, si anak broken home pun harus berhenti di ronde pertama ini.

Permainan di lanjutkan pada ronde kedua. Mereka melempar dan mengambil boneka secara acak (tentunya tak diperbolehkan mengambil boneka sendiri). Si bocah pirang sengaja tak mengerahkan seluruh tenaganya, karena ia pun sadar jahitan bonekanya sangatlah kuat. Mungkin bocah perempuan penyakitan itu takkan bisa mengoyakkannya sendiri. Di antara anak lain, si pirang yang paling menginginkan kemenangan permainan ini.

Boneka milik bocah berkuncir menjadi korban koyak selanjutnya. Koyakkan tepat di mata dan membelah sebagian kening boneka bayi malang itu. Menyisahkan dua bocah terakhir. Si rambut pirang bersiap di ronde ketiga, sedang lawannya sudah kehabisan tenaga. Apalagi kondisi si anak yang sering sakit-sakitan dan pesimis serta merasa selalu menjadi beban orangtua. Dan benar saja, si bocah pirang sukses mengoyakkan boneka terakhir langsung menjadi dua bagian. Sedang bonekanya yang terjahit kuat tak rusak sedikit pun.

Si bocah pirang menjadi pemenang. Sesuai perjanjian awal, sang pemenang akan menjadi “penghukum” dan lainnya akan “dihukum”. Tak ada bedanya jika bocah sakit mendapat peringkat dua, kecuali hukumannya yang akan diperlamban.

Bocah pirang bersiap memberi hukuman pada semua temannya. Hukuman disesuaikan dengan koyakkan pada masing-masing boneka. Ia pun mengambil sebilah pisau. Karena semua sesuai perjanjian.

Permainan berakhir.

Cerpen Karangan: SkrissCerer

Cerpen Permainan Boneka merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Cermin Setan

Oleh:
“kamu Ibu hukum, bersihin gudang sana” “busyet, gudang itu kan udah lama nggak dijajah, Ibu yang bener aja” gumamku hanya berani dalam hati. “ya Bu” jawabku. “Santi, Ibu harap

Diary Albert

Oleh:
Mobil Jeep berhenti tepat didepan teras balkon lantai satu. Aku turun seraya menghirup udara segar. Rasa penat hilang seketika. Hawa di bukit ini sungguh menyegarkan. Mataku mengitari sekeliling Villa

The Setan is Gagal Move On

Oleh:
Sore itu pemakaman Chelsea penuh dengan nuansa hitam. Nyaris semua pelayat memakai pakaian serba hitam. Cindai tahu bahwa gadis itu mengalami kecelakaan lalu kehabisan darah sewaktu operasi. Cindai adalah

Gerombolan Pocong

Oleh:
Hari minggu santai yang mendinginkan pikiran setelah hari-hari sibuk yang membuat pikiran panas. Pagi itu teguh sedang santainya duduk duduk sambil mendengarkan musik. Dari arah pagar depan datang dua

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “Permainan Boneka”

  1. Efthemia Silve says:

    nice… dri sekian banyak cerpen di website ini, cerpen ini yg ane pilih buat tugas sekolah (moga gk dimarahin karna horor xD ) krna ini bener2 menarik & utk yg pertama kalinya ku terpukau sama cerpen hahaha… awal ngeliat judulnya udh tertarik, pas baca sampe ending, bheugh melebihi ekspetasi, mantab lha, great job

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *