Persami

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Horor (Hantu)
Lolos moderasi pada: 22 July 2017

Azan magrib berkumandang. Kegelapan mulai menyelimuti sekolahku. Mencekam. Itu lah yang aku rasakan saat ini. Sekolahku ini memang sekolah angker dari yang paling angker. Pernah aku membaca salah satu buku di perpoustakaan. Buku sejarah sekolah ini. Mulai dari tahun pertama sampai ada kejadian yang membuat sekolah ini dikosongkan selama bertahun tahun.

1850, Tahun pertama sekolah ini dibangun. Meskipun sudah direnovasi berkali kali, ada salah satu ruangan yang tidak boleh dimasuki oleh para siswa. Ruangan itu terletak di sebelah ruang guru. Ukuran ruangan itu tidak begitu luas, sehingga jika ada suara, suara itu akan berbunyi keras alias menggema karena di sana tidak ada barang atau orang. Konon, di sana itu tempat berkumpulnya para penghuni sekolah berkumpul.

Di kelas aku mempunyai seorang sahabat yang mempunyai kekuatan supranatural. Pernah dia mendengan suara tangisan gadis kecil, sekitar kelas satu. Padahal ruangan itu sangat dilarang untuk dimasuki para siswa. Karena pernah ada salah satu anak yang masuk ke sana dan tidak pernah keluar lagi.

Hallo, kenalkan aku Juni kelas VIA. Ya aku punya sahabat bernama dina yang tadi aku ceritakan. Hari ini, hari sabtu waktunya PERSAMI kegiatan yang paling malas aku ikuti tapi selalu aku ikuti. Kenapa? Karena setiap minggunya aku selalu dipaksa oleh Dina. Dan seringkali kami berdebat karena hal itu. Tapi biasanya tidak berlangsung lama karena aku yang selalu mengalah dalam perdebatan setiap minggunya. Jadi aku terpaksa mengikuti kegiatan ini. Alasanku tidak ingin mengikuti kegiatan ini karena sejarah sekolah ini. Sebenarnya aku anak baru di sekolah. Aku pindah saat aku kelas tiga. Awalnya aku tidak suka pindah ke sekolah ini karena saat aku mencari ke internet salah satu blog mengatakan banhwa sekolah ini angker. Karena ada pembunuhan yang dilakukan di sekolah ini. Dan sampai sekarang belum ada yang tau siapa dan kenapa pembunuh itu melakukannya. Seiring berjalannya waktu akhirnya pencarian itu dihentikan.

“Siap semua!?” Kata kak kevin, kakak pembina kami melakukan pembukaan acara. “Sekarang kakak akan memberi tau ruangan kalian. Perempuan kelas VI A, B, C, D kalian ditempatkan di kelas II D!” Awalnya kami tidak menyadari bahwa ruangan itu persis di sebelah ruangan angker yang tadi kuceritakan.
“Ok, semuanya ikuti aku!” Perintah kate sang ketua kelas. Dia itu memang terkenal akan ketegasannya. Maka dari itu dia mengetuai semua organisasi di sekolahku.

Setelah beberapa menit kamu pun sampai.
“Kate, apakah b-benar di sini?” Tanya niki ketakutan saat kami sampai di depan ruangan. “Kelas ini kan tepat di sebelah ruangan angker” lanjut Niki sambil menunjuk ke arah ruangan angket tersebut. Kate pun mengangguk dan tetap meneruskan jalannya. Saat kate membuka pintu dan kami masuk suasana di sini dingin dan ada yang janggal. Atas perintah kate kami pun menyimpan tas kami masing masing. Aku tidak terlalu peduli pada ruangan ini karena aku tergolong orang yang tidak begitu peduli pada hal hal mistis. Beberapa anak mulai celingak celinguk memperhatikan kelas ini.

“AAAAA!!!” Teriak salah satu siswi kelas C itu mengagetkan kami. Kate langsung berlari ke arah perempuan tersebut. “Kamu kenapa?!” Tanya kate cemas. “I-itu” katanya sambil menunjuk ke arah tembok. Bener saja di sana terdapat darah yang berceceran keluar. Diikuti teriakan histeris anak anak lain, kate langsung menenangkan mereka. Kate langsung memanggil anak anak yang mempunyai kekuatan supranatural. Kate, Dina dan beberapa temanku mulai komat kamit memanggil hantu tersebut. Setelah beberapa menit hantu pun muncul. Badannya tidak beraturan. Setelah selesai mereka pun menceritakan kepada kami.

“Mereka tidak suka kita di sini. Tapi tadi kita sudah meminta izin dan merekapun mengizinkan tapi dengan satu syarat, kalian tidak boleh keluar kelas lebih dari tengah malam jika ada yang melanggarnya ia akan medapatkan nasib sial” kata kate dengan muka cemas.

Satu malam kami lewati dengan ketakutan. Akhirnya matahari pun terbit dari ufuk timur. Suara ayam membangunkan kami. Saat kami bangun kami mendapati sepucuk surat.
‘Terimakasih kamu tidak melanggar perturan kami maka dari itu kamu boleh keluar dari sini sebelum jam 10.00 pagi. Jika kamu langgar nasib sial akan menimpa dirimu’ begitu kira kira isi suratnya. Di sana tertulis nama Netta. Aku baru ingat saat aku membaca buku sejarah sekolah anak yang terbunuh itu bernama Netta. Ia terbunuh pada tahun 1940.

Cerpen Karangan: Ghaida zalfa H
Hai, nama lengkapku ghaida zalfa H aku kelas 6 Sd pasirpogor kota bandung. Ini cerpenku yang pertama kalau mau kenalan di Id line aku aja ya… Ghaida_gabang

Cerpen Persami merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Ketika Aku Hilang (Part 1)

Oleh:
Dulu… aku tak percaya akan adanya makhluk bernama hantu, bagiku makhluk horor itu hanya ada dalam dunia perfilman saja, dan tidak ada di kehidupan nyata. Menurut pendapatku, arwah orang

Perempuan Kehujanan

Oleh:
Pada hari itu aku bertemu dengannya. Aku ingat, waktu itu pukul 11:00 malam saat aku tak sengaja bertemu dengannya di depan toko buku tua yang sudah tutup. Hujan yang

Hear Me? Miss Me?

Oleh:
Namaku Megumi, aku bersekolah di SMAK SSang Timur (Tomang). Aku mempunyai sahabat bernama Monica, yang biasa kupanggil Monik. Setiap hari aku selalu bersama-sama dengannya, apalagi kami petugas agenda. “Hmm…

Misteri Dompet Merah

Oleh:
Dompet merah ini kutemukan di jalanan di depan kios sayurku. Aku memperhatikan dompet merah ini lekat-lekat. Dompet ini warnanya benar-benar merah seperti… Darah! Hii… aku bergidik. Apakah warna merah

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *