Petak Umpet Malam Jumat Kliwon

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Horor (Hantu)
Lolos moderasi pada: 6 July 2018

“1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10!!!”, suara Ari menghitung angka, sementara teman yang lainnya bersembunyi, Robi berada di balik pohon jati keramat yang baru saja katanya telah terjadi pembunuhan perempuan tragis yang membuat arwah perempuan tesebut tidak tenang, sementara Robi tidak tahu kalau pohon itu keramat, karena dia baru saja pulang dari Jakarta.

Saat Ari mencari teman temannya semua temannya dapat kecuali Robi. Mereka pun mencari tapi tidak ada yang bisa mendapatkan Robi, mereka pun pulang untuk memberitahu kalau Robi tidak ada, mereka pun melaporkannya ke seluruh warga termasuk orangtua Robi.

Sudah 3 minggu, tidak ada yang bisa mendapatkannya. Hingga pada hari jumat siangnya salah satu warga berteriak “heyyyy ada badan manusia di sini, cepat kemari”, warga pun datang mendekati suara teriakan itu, ternyata itu adalah badan Robi, orangtua Robi pun tidak mampu menahan tangisnya.

Hari pun terus berlalu dengan menemukan anggota tubuh Robi satu per satu. Hingga akhirnya bagian kepalanya di pohon jati tersebut dengan tali tambang yang mengikatnya, dengan kertas yang berada di mulutnya berisi “kalian harus temukan pembunuhnya jika tidak satu per satu warga akan mati di sini”

Hari berhari terus berlalu tidak ada yang bisa menemukan pembunuhnya, sementara korban terus bertambah banyak hingga pada saat warga tidak tahan lagi dipanggillah ustadz dari Jakarta untuk menghilangkan hantu itu, setelah kejadian itu warga pun tenang, dengan tidak ada lagi korban. Tetapi pohon itu masih berdiri kokoh dengan bentuk yang aneh menyerupai manusia.

Cerpen Karangan: Alif Aditya
Blog / Facebook: Alif Aditya

Cerpen Petak Umpet Malam Jumat Kliwon merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Perpustakaan Sekolah

Oleh:
Pagi ini langit terlihat mendung, seolah sang mentari enggan menampakkan dirinya. Dan seperti biasa, keadaan ini selalu sama, seakan tak pernah ada perubahan dari hari ke hari. Hari ini

Renny Si Anak Indigo

Oleh:
Pagi ini aku sangat terburu-buru. Harus terus berlari cepat sebelum terlambat. Sekarang sudah pukul 08.00 pagi dan aku baru berangkat sekolah. Setiba di kelas, aku memang benar-benar sudah terlambat.

Penantian

Oleh:
Aku memperhatikan pohon natal itu beberapa kali. hiasan dan ornamen pada setiap helainya menambah keindahannya. Dari balik kaca ini. aku bisa melihat pohon natal indah ini. pohon yang wajib

Dendam

Oleh:
Aku tak sabar menunggu pukul 8 pagi. Aku terus memandangi jam tanganku. Pukul 8 nanti Valdi mau mengajakku pergi ke taman penangkaran kupu-kupu. Dia teman terbaikku. Aku menunggunya di

Misteri Kelas Sharoom

Oleh:
Suasana pagi di Sekolah Hippelatranz sangat dingin. Sekolah Hippelatranz adalah sekolah yang memiliki dua asrama. Yaitu asrama Tarns untuk siswa laki-laki dan asrama Hippa untuk siswi perempuan. Di kamar

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *