Pom Bensin Berhantu

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Horor (Hantu)
Lolos moderasi pada: 10 February 2018

Hari ini Sinta pulang agak malam karena ada banyak pekerjaan di kantornya, jadi Sinta harus lembur. Kurang lebih 2 jam kemudian akhirnya pekerjaan Sinta selesai. Sinta pun bergegas untuk pulang karena jam sudah menunjukan pukul 23:42. Setelah mengambil motornya, ia pun langsung tancap gas.

Setelah mengendarai motornya sekitar 16 menit, tiba-tiba di tengah perjalanan motornya mogok “aduh!!! bikin kerjaan aja ni motor” gerutu Sinta, ia pun membuka tangki motornya dan ternyata bensinnya habis “yaelah, pakai habis segala lagi bensinnya. mana ada pom bensin yang buka?” gumam Sinta dengan kesal. Dan akhirnya ia pun memutuskan untuk menuntun motornya.

Sekitar 20 menit kemudian, Sinta pun melihat Pom Bensin yang masih buka “alhamdulillah, untung aja masih ada pom bensin yang buka” gumam Sinta, ia pun langsung masuk dan meminta penjaga bensin untuk mengisi tangki motornya.

“Bensinnya berapa liter mbak?” tanya seorang bapak-bapak dengan lesu “full tank pak” jawab Sinta, bapak itu pun mengisi tangki motor Sinta “Sudah mbak” ucap bapak itu “Full tank berapa pak?” tanya Sinta, tapi bapak itu hanya diam menunduk “Full tank berapa pak?” tanya Sinta lagi, tapi bapak itu tetap diam menunduk. karena bapak itu tetap diam akhirnya Sinta pun meninggikan suaranya “Full tank berapa pak?!!!” teriak Sinta, Bapak itu pun menoleh dan betapa terkejutnya Sinta saat melihat wajah bapak itu, yang penuh luka dan bercak darah “ha… han.. hantu!!!” teriak Sinta dengan berlari menjauh dan meninggalkan Motornya.

Keesokan harinya Sinta pun mengambil motornya, agaknya ia masih trauma atas kejadian tadi malam. Ketika ia masuk pom bensin itu terlihat sebuah tulisan peringatan: DILARANG MEMASUKI POM BENSIN INI karena NYAWA ANDA KAN JADI TARUHANNYA. Nyali Sinta pun menjadi ciut “ah… palingan itu cuma iseng aja dan kejadian tadi malam pasti halusinasiku saja” gumamnya memberanikan diri untuk masuk.

Ketika Sinta masuk, tiba-tiba ada yang mengagetkannya “bukankah sudah ada tulisan DILARANG MEMASUKI POM BENSIN” kata seorang laki-laki bertopeng dengan membawa golok di tangannya “aku hanya me… mengambil mo.. mot.. motorku” jawab Sinta dengan ketakutan “Kau sudah berani masuk ke sini, jadi bersiaplah untuk mati hahaha!!!” ucap laki-laki itu dengan nada sinis “jangan!!!” teriak Sinta “bersiaplah untuk mati!!! hiatt!!” teriak laki-laki itu “Ahhhh!!! Tidak!!!”

The End

Cerpen Karangan: Riska Putriyani
Facebook: Riska Putriyani (di add ya)
Umur: 13 thn
Sekolah: SMP Negeri 1 Alalak

Hobby: Membaca dan Mengarang cerpen
Makasih buat yang udah baca cerpen aku ^_^ Salam Pertemanan!!!

Cerpen Pom Bensin Berhantu merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Nenek, Kenapa Kau Disana?

Oleh:
Langit mendung. Aku tidak suka ini. Kalau hujan, berarti rencana kami untuk piknik bersama batal. Sambil memangku dagu di meja belajar, kutatap buku diariku. Apa harus kucatat? “Laila, kenapa

Pembantaian 3

Oleh:
Aku merangkak dalam gelap! Ketakutan semakin mencekam di lantai 3 itu, Dimana ruang kosong penuh misteri terhampar disana. Tak ada yang tahu, Mengapa hanya lantai itu yang dikosongkan! “Serius

Mengendapnya Waktu

Oleh:
Galang masih tidak percaya. Jalan pikirannya selogis fakta berita dalam koran sehingga mustahil hal seperti itu bisa dipercayainya. Walau demikian, ia tetap menghargai Johan, sahabatnya yang sudah setengah jam

Horror Side

Oleh:
Malam ini, ya saat sepi. Aku tidak bisa tidur karena terus membayangkan film horor yang aku tonton tadi. Aku memaksa mataku untuk terlelap dan istirahat. Tapi, mataku selalu membantah

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *