Pria Berjubah Hitam

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Horor (Hantu)
Lolos moderasi pada: 18 November 2015

Pagi itu, ku rasa aku adalah orang yang pertama datang ke sekolah. Dan ku rasa tiada siapa-siapa yang ada di situ selain satpam. Ku Tanya satapam itu.
“pak, kok sepi banget?”
“kamu gak tahu ya dek?”
“kenapa pak?”
“hari ini libur dek,”

Lalu ku berlari pergi meninggalkan pos satpam itu dan, “aduuhh malu-maluin,” ucapku dalam hati. Aku mengambil hp-ku yang ada di dalam sakuku, dan aku menerima sebuah pesan.
“kembalilah.. kembalilah ke sekolah itu, masuk dan kau akan melihatku,”
Aku tidak mempedulikannya, aku pun menelepon supirku. Tapi tidak diangkat, aku heran kenapa. Padahal supirku itu gila hp, gak pernah lepas dari hp. Dan aku pun mendapat pesan dari orang misterius tadi.
“jika tidak, kau akan menyesal seumur hidupmu,”

Aku penasaran pada pesan itu, aku pu kembali ke sekolah ku itu. Aku masuk ke gerbang sekolah dan ku lihat pak satpam di posnya sudah tidak ada, aku pun masuk ke pintu hall sekolah. Aku sangat terkejut dan panik, aku melihat pak satpam sekolahku itu berjalan tertatih-tatih dengan banyak darah di bajunya dan memohon pertolonganku.
“bapak kenapa pak?” Tanyaku
“sebaiknya kamu lari dari sini dek, lari dek,”
“lalu bagaimana dengan Bapak?”
“jangan pedulikan Bapak, kamu lari dari sini, sebelum dia kembali!”
“dia siapa pak?”

Belum sempat pak satpam itu berbicara, pria berbadan besar dengan membawa pisau panjang, seperti pedang. Dia berteriak dan kemudian berlari ke arahku dan pak satpam.
“lari dek!” ucap pak satpam.
“tanpa Bapak suruh pun saya pasti lari pak!!” teriakku sambil berlari. Laki-laki itu pun mengejarku dan sambil berteriak.
“tamatlah kamu!!!” ucapnya.

Aku pun berlari ke perpustakaan sekolah. Dan bersembunyi di balik lemari buku, aku mendengar dia berjalan, “tap, tap, tap” aku sempat menangis, tapi aku melihatnya di celah-celah lemari, dia tepat di depanku. Aku harus berhati-hati menjaga suara dan napasku agar dia tidak curiga. Aku berpikir bagaimana cara aku ke luar dari sini. Aku pun keluar menolak pintu dan laki-laki itu terjatuh. Aku lari sekuat-kuat mungkin ke luar sekolah. Aku melihat laki-laki itu lagi di pintu gerbang.
“bagaimana mungkin?” pikirku. Aku kembali ke dalam sekolahku, ku berlari ke kantin sekolah, bersembunyi di balik meja. Aku pikir tempatku itu sudah aman, tapi aku merasa ada yang memegang tanganku dengan lembut.

“Riki?” Tanyaku.
“sstt, nanti dia dengar!” bisik Riki.
“kamu kenapa di sini?” Tanyaku.
“aku ingin sekolah, tapi aku tidak tahu hari ini libur,”
“bukannya kemarin kamu sekolah? Apa tidak ada pengumuman?”
“aku tidak tahu pasti,”
Tap, tap, “di mana kamu?! di mana kamu?!” Ucapnya beberapa kali sambil membanting meja satu persatu, dia hampir membanting meja kami tapi Riki menolak meja lebih dulu dan menabrak orang itu sambil menarik tanganku ke luar dari kantin.

Di luar aku dan Riki berlari mencari jalan ke luar, aku melihat orang itu mengejar, dan ku lihat di ujung sekolah ada 5 orang yang seperti itu, ku lihat di samping ada 2 orang. Kami tidak tahu lagi harus bagaimana, mayat pak satpam masih tergeletak di depan hall sekolah. Kami terkepung tepat di depan kelasku, akhirnya kamu memutuskan untuk masuk ke kelasku itu, ku lihat kelasku sangat gelap, ku hidupkan lampu “ya tuhan,” ucapku sambil menangis.

Ku lihat banyak sekali orang berjubah hitam dan memegang pisau, beberapa mayat yang ada di dalam kelasku berdarah-darah. Aku melutut sambil menangis, ku lihat Riki sudah tidak ada di sampingku. Ku dengar suaranya berteriak menahan kesakitan, aku bimbang, aku takut, aku juga khawatir dengan keadaan Riki, dia pacarku yang paling ku sayangi. Aku mendengar semua orang berjubah hitam itu tertawa.
“kenapa kalian semua tertawa? Kalian senang melihatku seperti ini?!” teriakku sambil menangis terisak dan tersedu sedu. Semua orang makin tertawa.

“happy anniversary yang kedua tahun sayang,” ucap Riki tiba-tiba.

Aku terkejut dengan suara Riki dan semua orang berjubah itu membuka jubahnya. Dan ternyata orang-orang itu adalah teman sekelasku. Aku melihat ke belakang melihat Riki dengan baju berdarah dengan membawa kue. Aku pun menghampirinya dan menamparnya.
“kalau mau ngerjain orang tuh mikir dulu!!” teriakku.
“maafin aku, aku cuma mau lihat reaksi kamu aja kalau kehilangan aku,” Ucapnya dan langsung memelukku erat.

Aku dan teman-teman pun ke luar kelas, tapi aku masih melihat pak satpam tidak bangun dan aku melihat darahnya dimana-mana.
“siapa yang melakukan ini?”
“bukan gua dong!” ucap semua teman-temanku.
Tapi aku melihat 2 orang di kerumunan kami yang tidak membuka jubah dan mengangkat pisaunya.

Cerpen Karangan: Bianda Ivena

Cerpen Pria Berjubah Hitam merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Bloon (Rumah Tua)

Oleh:
Pip… suara handycam punya Obeh menyala. Geng BLOON berada di pelukanmu menyadarkanku apa artinya kenyamanan kesempurnaan cintaaa. Geng Bloon berada di depan rumah tua yang konon katanya di halamannya

Sahabatku Hantu

Oleh:
Namaku alisha aramitha. Bisa dipanggil ara. Aku berumur 6 tahun. Aku termasuk keluarga berada. Tapi… Aku kesepian… “Ma, aku boleh main di taman gak ma? Sebentar aja!” kataku “Iya..”

Umbrella

Oleh:
Aku harus cepat membereskan pekerjaanku dan harus segera pulang. Ini sudah terlalu larut, jam di dinding kafe menunjukkan pukul 10.03 pm, dan biasanya aku pulang pada pukul 09.00 pm.

Pembunuhan

Oleh:
“astaga..” “kenapa dia?” “aku takut…” “kenapa ini ada di sekolah kita?” Yak! Itulah ocehan-ocehan para murid yang telah melihat langsung pembunuhan ini. Entah ada apa yang menimpa di sekolah

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

3 responses to “Pria Berjubah Hitam”

  1. Miley says:

    Bgus, …
    Cerpen hari ni bgus”

  2. Raihanur says:

    Waa aa..
    Mengerikan terakhirnya.

  3. Pearl says:

    Udah tegang baca, eh Happy Anniversary :v

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *