Psycho (Click Clack)

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Horor (Hantu)
Lolos moderasi pada: 23 September 2018

Michael berjalan sendirian di tengah gelapnya malam. Dengan hanya modal senter di hp nya, michael memberanikan dirinya untuk jalan pulang ke rumah. Salah dia sendiri. Kenapa tak cepat cepat pulang. Malah bermain hingga tengah malam.

SREK.. SREK..
Michael dengan cepat memutar kepalanya. Kakinya gemetar karena takut. Sayup sayup, dia mendengar suara seperti gesekan kuku dan kayu.
“Si-siapa kau?”
“Click Clack. Click Clack.”

Seketika bulu kuduk Michael meremang. Click Clack? Bukankah itu psikopat yang kakinya lumpuh? Wanita tua yang berjalan menggunakan kuku panjangnya. Dia gemar menculik dan memakan lidah anak anak. Dan kabarnya, tak boleh ada anak anak yang keluar jam 7 keatas sampai jam 3 pagi.
Michael melirik jam di ponselnya. Waktu menunjukkan pukul 11 malam.

“Jangan main main denganku kau ya!” Bentak Michael. Wanita tua itu muncul dari balik semak semak. Tertawa dengan aneh sembari menatap tajam Michael.
“Hei, anak manis. Kemarilah. Aku punya beberapa coklat dan permen,”
Michael menggeleng keras. Dia segera lari sekencangnya. Tapi, wanita itu lebih cepat darinya. Dan sekarang sudah ada di depannya.

“Aaakkh!!…” sekejap suara Michael tertelan. Tentu saja. Dia mati di tangan Click Clack. Wanita tua itu menggorok leher Michael dengan kuku tajamnya. Mencongkel kedua mata Michael, kemudian memakannya.

Itu kejadian pertama. Hei, kalian tau? Click Clack itu sebenarnya wanita tua yang sangat baik. Dia suka anak anak. Entah ada apa dengannya. Kakinya lumpuh setelah terpeleset di kamar mandi. Kukunya memang panjang. Sangat panjang. Jika menusuk jantung saja bisa menembus sampai punggung.

Ini kejadian kedua.
Jane hendak pergi bermain ke rumah temannya. Ibunya tiba tiba memanggilnya.
“Jane, ingat nak, jangan pulang sampai jam 7 lebih ya? Kamu tau kan Click Clack berkeliaran sekitar jam 7. Kamu harus pulang sebelum jam 7,” pesan ibu. Jane hanya mengangguk pelan sembari berlari keluar.

Waktu menunjukkan pukul 6.30. Jane ingat jika dia harus pulang sebelum jam 7. Dia berlari menyusuri jalanan.
“Semoga masih sempat.”
Nafasnya terengah. Dia sampai di depan pintu. Ketika ia memutar grendel pintu, hah?! Terkunci?! Kepanikan menguasai Jane.
“Ibu! Buka pintunya! Aku pulang, ibu! Jawab aku!” Jane terus berteriak menggedor pintu.

SREK.. SREK..
“Anak yang manis,”. Jane menoleh gemetar. Click Clack berada persis di belakangnya. Dan kini, wanita tua mencengkeram roknya.
“IBU!! BUKA PINTUNYA-” Suara Jane menghilang. Click Clack menusuk lehernya dari belakang. Dia menyeret Jane menuju semak semak yang mengarah ke hutan.
Click Clack memotong lidahnya dan memakannya. Kepala Jane bahkan sudah terbelah. Isi kepalanya sudah keluar sebagian. Click Clack menghabiskan seluruh isi tubuh Jane.

Keesokan harinya,
“Astaga! Jane!” Ibu Jane keluar dengan panik. Mendapati darah berceceran di halaman rumahnya. Ibu mengikuti bekas darah yang sudah mengering itu. Kakinya melemas. Melihat putrinya hanya tinggal kepala dan bagian tengkorak yang lain.
“Jane! Maafkan ibu! Semalam ibu tak sengaja tidur! Jane! Jawab ibu, nak! Kamu mendengar ibu kan?!” Ibu menangis histeris sembari memeluk tubuh Jane yang sudah habis.

Hei kalian! Hati hati setelah membaca ini ya! Siapa tau, Click Clack berkeliaran di daerah kalian. Tadi, kulihat ada sekelebat bayangan melompat ke semak semak. Setelah kupicingkan kedua mataku, ternyata… itu adalah..

KUCING!
Hahaha aku hanya bercanda. Tapi benar loh. Siapa tau Click Clack benar benar ada. Tapi entahlah. Dan ini hanyalah fiksi, kawan!
Kalian tak perlu khawatir!
Hati hati, cek kolong tempat tidur kalian dan semua tempat yang tak ada lampunya.
Siapa tau Click Clack bersembunyi dan akan memakan kalian hidup hidup ketika kalian tidur.

END

Cerpen Karangan: Qoylila Azzahra Fitri
Blog / Facebook: Qoylila Azzahra Fitri

Cerpen Psycho (Click Clack) merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Misteri Gelang Kaki (Part 2)

Oleh:
Esok harinya kami melanjutkan pencarian kotak Ungu. Dan kali ini kami berhasil. Ternyata kotak itu tak jauh dari posisi kami berdiri kemaren. Dan sepertinya tempat ini adalah tempat dimana

Diary Albert

Oleh:
Mobil Jeep berhenti tepat didepan teras balkon lantai satu. Aku turun seraya menghirup udara segar. Rasa penat hilang seketika. Hawa di bukit ini sungguh menyegarkan. Mataku mengitari sekeliling Villa

Merinding

Oleh:
Suatu Hari, aku pulang mengaji malam-malam, lewat Kuburan Delima. “Cateline!” aku terkejut, ada yang memanggilku dari belakang, tetapi tidak ada siapa-siapa. Aku merinding. Kupercepatkan langkahku, agar bisa sampai ke

Dendam Gitar Lusuh

Oleh:
Malam itu Daniel yang pulang sempoyongan karena pengaruh minuman keras di tengah jalan kota dengan resleting yang masih terbuka tak ia hiraukan dan tak ia sesali apa yang telah

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *