Renny Si Anak Indigo

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Horor (Hantu), Cerpen Persahabatan
Lolos moderasi pada: 20 January 2017

Pagi ini aku sangat terburu-buru. Harus terus berlari cepat sebelum terlambat. Sekarang sudah pukul 08.00 pagi dan aku baru berangkat sekolah.

Setiba di kelas, aku memang benar-benar sudah terlambat. Ketika aku berdiri di depan pintu kelas, semua siswa menatap ke arahku. Ah, seperti biasa, Pak Guru menghukumku dengan cara berdiri di depan kelas dengan satu kaki (tidak boleh bersandar) sampai istirahat.

Untung saja bel istirahat pertama pun berbunyi. Dengan lemas, aku menghampiri teman sebangku ku, Renny, “Kau dihukum lagi” ledek Renny “Yah, seperti biasa” Jawabku agak kesal.

Kami pergi ke kantin dan memesan sebuah snack. Tiba-tiba, perutku terasa sangat mules dan aku meminta Renny supaya ikut menemaniku ke toilet. Baru saja selangkah masuk ke dalam toilet, Renny menarikku dengan cepat ke arah luar toilet, “Eh, eh, eh, Hey, Ren!” Bentakku “Ma.. maaf, Sar. Kau tidak boleh masuk ke toilet” Pinta Renny yang menunjukkan ekspresi raut wajah ketakutan “Ah, memang kenapa?” Tanyaku “Pokoknya gak boleh. Di situ ada Teteh Uti nungguin” Kata Renny yang sedikit bercanda “Ah! Jadi gimana, aku sudah kebelet” Lawanku yang mulai kesal “Bentar lagi, bentar lagi. Tahan… dulu sebentar” Pinta Renny yang berulang kali menenangkan diri.

Sudah sekitar setengah jam kami berdiri di depan toilet dan aku benar-benar sudah tak sanggup menahannya lagi, “Bagaimana sekarang, Ren?” Aku bertanya yang mulai tidak bisa bicara saking kebeletnya “Oke, oke. Sekarang baru boleh masuk” Jawab Renny. Aku berlari secepat kilat masuk ke toilet hingga hampir terpeleset. Renny berada di depan bilik toiletku dan sedang bercermin. Aku mendengar seperti Renny sedang berbicara pada seseorang dengan santai. Aku mencoba meyakinkan diriku bahwa pasti ada seseorang siswi yang lain di luar bersama Renny.

Akhirnya, kelar juga urusanku bersama kloset. Aku keluar bilik dan tidak ada siapa-siapa bersama Renny. Sungguh mengejutkan, Renny benar-benar sendiri, “Eh, Sarah. Sudah selesai ternyata” Kata Renny “Kau tadi bicara sama siapa?” Tanyaku “Itu, sama cewek berbaju merah yang tadi di sini juga” Jelas Renny yang benar-benar membuatku sangat takut. Ya, baru teringat kata Bibi (Ibunya Renny). Renny itu adalah seorang anak Indigo.

Bel tanda pulang pun berbunyi nyaring. Para siswa berhamburan keluar. Aku dan Renny pulang dengan bus langganan kami. Namun, ketika aku baru saja melangkahkan kaki ke dalam bus, lagi-lagi Renny menarikku dan berkata “Jangan masuk!” Aku pun bertanya “Ada apa?” Renny menjawab “Itu, orang-orang di dalam bus itu habis terbakar. Pokoknya kau jangan masuk jika tidak ingin terbakar” Peringat Renny “Iya, iya, baiklah” Jawabku cemberut.

Dan apa yang terjadi, terdengar suara ledakan besar dari arah bus itu pergi. Ya Tuhan! Ternyata bus itu bertabrakan dengan sebuah mobil tanki dan penumpang di dalamnya banyak yang tewas sedangkan hanya 2 penumpang yang selamat. Fyuhh… untung Renny memberitahuku.

Ini bukan pertama kalinya Renny menyelamatkan nyawaku. Sudah pernah juga sekali dia pernah menyelamatkanku ketika bermain seluncur es di sebuah gunung bersalju. Saat itu, kami sedang bermain seluncur dengan kereta seluncur. Namun, tiba-tiba Renny berteriak padaku “Sarah, awas!!!” Teriaknya yang membuatku kaget dan membuatku berhasil menghindari batu yang berada di depanku. Ya, sudah berapa kali kami mencurangi kematian. Akan tetapi, meskipun begitu, hanya akulah satu-satunya teman yang dimilik Renny. Terkadang, aku melihat Renny menyendiri di kelas sambil menangis terisak-isak. Ah, aku kasihan padanya. Kalian tau, sekarang dia telah meninggal beberapa hari lalu setelah dia kehilanganku karena dia tidak berhasil menyelamatkanku dari kebakaran. Oh, Renny, masih ingatkah kau kepadaku?

Cerpen Karangan: Deswita Maharani
Facebook: Deswita Maharani

Cerpen Renny Si Anak Indigo merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Terima Kasih Senja

Oleh:
Langit senja sudah menampakkan lembayungnya, burung-burung sudah berterbangan kembali ke sarangnya. sambil melambaikan tangan dan saling mengucapkan salam perpisahan, aku dan sahabatku berpisah untuk pulang kembali ke rumah. “sampai

Kisah Kawan Sekitarku

Oleh:
Seperti hari-hari biasa, akulah yang hanya bisa melihatnya. Dimana pun mereka berada, diriku akan selalu terbawa oleh pikiran untuk memberi sebuah pengawasan. Pagi yang diisi oleh kicauan burung gereja,

Bumi Pertiwi (Part 3)

Oleh:
20 November 2013. Lensa kamera Bumi sudah sejak tadi sibuk mengejar objek yang ingin dia abadikan. Jemarinya sibuk memutari lensa kamera untuk mencari fokus yang diinginkan. Sebuah pemandangan yang

Salah Paham

Oleh:
Pada suatu hari, hiduplah seekor Kelinci di suatu taman. Ia hidup bersama-sama dengan Kucing, Kucing adalah sahabatnya yang sangat setia. “Mengapa aku sering terkena penyakit seperti ini?” Ucap si

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *