Restoran Tak Berpenghuni

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Horor (Hantu)
Lolos moderasi pada: 23 February 2015

Aku dan sekeluarga saat ini sedang liburan. Kami berkeliling di sebuah Desa. Di sana kami berfoto di sebuah sawah yang asri dan indah. Karena kepanasan, kami mencoba untuk beristirahat dulu di sebuah Restoran.

Tibanya di sana, kami menginjakkan kaki. Kami pun membuka pintu restoran itu. Di dalam terlihat kursi dan meja yang kotor. Terdapat pepohonan yang tumbuh di sana. Aku berpikir kalau restoran ini tak berpenghuni.

Adikku nampaknya asyik dengan mainan yang dibawanya, sedangkan orangtuaku terlihat cemberut.
Tokk.. tok… tok…suara ketukan terdengar dari jendela. Aku segera menoleh ke arah tersebut. Dengan cepat, aku melihat kalau ada sebuah sosok yang menyeramkan di balik jendela itu. “Ma! Pa! Ayo pergi dari sini!! Aku merasa takut di sini!!” sahutku sambil bercucuran air mata. Karena saking takutnya melihat sosok tersebut, kami pum memutuskan untuk melanjutkan perjalanan.

Di dalam mobil, kami berbincang-bincang dengan kejadian tadi. “Aku takut Ma! Aku takut.” Ucapku lirih, “Sudah tidak apa-apa, asalkan kamu tidak menganggu mereka! Tuhan pasti selalu melindungimu Nak!” Sahut Mama sambil mengelus rambutnya. Aku mengangguk pelan.

Hari ini memang hari yang tidak menyenangkan bagiku. Aku takut kalau aku dihantui olehnya. Aku pun mulai rajin memuja Tuhan Yang Maha Kuasa. Aku percaya kalau Tuhan selalu melindungi kita asalkan kita berbuat baik.

Cerpen Karangan: Adsha Nandayi

Nama: Adsha Nandayi
Umur: 12 tahun
Kelas: 6 SD
Thanks for read ^_^

Cerpen Restoran Tak Berpenghuni merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Ulang Tahun Bunda

Oleh:
Pagi yang cerah… “Kring… Kring… Kring…” seperti biasa bel alarm Niki berbunyi keras tepat pada pukul 05.00. Niki langsung terbangun dari tidurnya dan berfikir sejenak. “Ini tanggal berapa yaa?”

Hadiah untuk Salsa

Oleh:
“Tinggal dua hari lagi salsa ulang tahun, aku bingung mau kasih kado apa? kamu ada ide nggak ca?” tanyaku pada sepupuku caca. Salsa adalah adikku dan aku sangat menyayanginya

Hujan

Oleh:
Namaku Arafah, aku memiliki sahabat yang bernama Zahra, aku sering bermain hujan bersama. Pada saat aku sedang menyapu kelas ada seorang pria yang menendang-nendang sapuku. Tiba-tiba sahabatku itu datang

Roti Bundar

Oleh:
“Tambah roti bundarnya,” pinta Dani kepada ibunya. Ibunya menambah beberapa jumlah roti bundar di atas piring Dani. Dani meraih sepeda birunya lalu mengayuhnya dengan bernyanyi-nyanyi riang. Bekal siangnya hari

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

3 responses to “Restoran Tak Berpenghuni”

  1. yuli says:

    Cerpenya baguss..
    Terus berkarya:):)

  2. satria says:

    Cerpennya Sedikit Amat ..

  3. nasy says:

    hai cerpenya bagus tapi sayang kurang serem oh iya aku mau bikin cerpenih yang berjudul piano bermain sendiri

Leave a Reply to yuli Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *