Revenge

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Sedih, Cerpen Horor (Hantu)
Lolos moderasi pada: 10 August 2018

Hanya satu hal yang aku inginkan. Betapa aku menginginkannya. Aku berharap semua ini berlalu. Layaknya jarum jam yang terus berputar. Satu menit, dua menit. Satu jam, dua jam. Layaknya hari yang terus berganti. Satu hari, dua hari. Satu tahun. Dua tahun. Lima tahun. Sepuluh tahun. Dan akhirnya semuanya berlalu. Semuanya sudah berlalu. Aku tahu ini sudah sepuluh tahun. Sepuluh tahun yang sudah berlalu. Seperti daun kering yang gugur dan tertiup angin. Daun itu tak akan bisa kembali ke pohonnya. Semua orang tahu itu.

Rumah yang berbalut kesunyian. Dan lihatlah pisau ini. Betapa bodohnya aku. Ah, tapi aku rasa tidak. Ini adalah cara yang cerdas. Cara yang teramat cerdas. Kau tahu, tidak seorangpun tahu di mana dia sekarang. Aku meletakkannya di sebuah tempat, di bawah lantai ini. Betapa cerdasnya aku. Tengkorak dan tulang belulang itu. Oh, pria yang banyak dicari orang. Pria yang malang. Sunggguh kasihan. Tapi, sayang tidak seorang pun yang tahu kecuali aku. Sayang sekali.

Kau pasti berpikir aku kejam. Kau berpikir aku pasti sudah gila, tidak waras. Aku mohon jangan salahkan aku. Jangan. Kau tahu, betapa aku menahan rasa sakit ini. Seorang perempuan yang harus mengalami ini. Pria itu. Pria brengsek pengkhianat itu yang membuatku seperti ini. Pria yang merayuku dengan mulut manisnya, tapi akhirnya mendorongku ke jurang penuh duri dan pergi begitu saja dengan merampas kebahagiaanku dengan menggandeng mawar barunya. Betapa terlukanya aku. Betapa perih luka-luka ini. Pada akhirnya sebuah pisau kebencian kutusukkan tepat di jantungnya. Jadi, jangan salahkan aku jika aku menjadi seperti ini.

Lihatlah wajah perempuan di cermin depanku ini. Wajah sepucat pualam dengan mata sendu. Inikah aku? Aku tak percaya. Tanganku bergetar, sedingin es. Kutusuk cermin itu dengan pisau. Tiba-tiba serpihan kaca memantul mengenai pergelangan tanganku. Darah segar mengalir, terus mengalir dari pergelangan tanganku. Tubuhku lemas. Semuanya gelap. Oh, Tuhan, maafkan aku.

Cerpen Karangan: Hastarika Purwitasari
Blog / Facebook: Hastarika Purwitasari

Cerpen Revenge merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Cinta Tak Direstui

Oleh:
“Bila ada pertemuan di dunia ini maka akan ada perpisahan di sampingnya, bila ada kebahagiaan di dunia ini maka akan ada kesedihan di sampingnya.” Aku masih tetap dengan tangisku,

Di Bawah Payung Merah Jingga

Oleh:
Di sana di bawah pohon yang rindang aku masih menunggu kedatanganmu di temani bunga-bunga sekitar taman dan kupu kupu yang terbang melengkapi keindahan taman kota ini, namun keindahan ini

Maafkan Aku Manis

Oleh:
Ba’da asar, aku masih termenung sendiri di taman ini. Melihat beberapa pasang muda mudi bercengkrama, mengisi setiap sudut-sudut taman. Termenung menghitung dedaunan yang berguguran dari pohon mahoni tua di

Gangguan Jin di Sekolah

Oleh:
Alarm HP membangunkanku, jam masih menunjukan pukul 06.00. Aku mulai bersiap siap untuk pergi ke sekolah, kuturunkan sepeda motor dari dalam rumahku dan mulai berangkat sekolah. Sesampainya di sekolah

Still Have Them

Oleh:
Gemuruh hujan membangunkan Lucy dari tidur yang setengahnya mimpi buruk. Gadis itu mengerjap-ngerjapkan matanya untuk mengusir kantuk, lalu melirik kalender yang diletakkan di atas meja di sebelah tempat tidurnya.

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *