Rumah Angker

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Horor (Hantu)
Lolos moderasi pada: 8 January 2015

Hening malam itu begitu mencengang nama saya Natan yang sering pulang malam lewat di depat rumah itu, suasana begitu misterius keadaan bagai malam tiada habisnya dengan waktu yang terus berjalan seakan berjalan sangat lama. Rumah itu begitu berkesan bagi sang pemilik, dulu pemilik rumah itu meninggal akibat ulah para pemburu bayaran, putri mereka yang begitu cantik membuat nafsu bejat sang ayah menggerutu ke uluh hati, bisikan malaikat-malaikat tuhan sudah tak terhiraukan lagi di hati, telinganya. Seruan para setan begitu terjerat di hati tiada disangka ulah itu terjadi saat sang istri sekaligus ibu dari gadis cantik bernama Renna itu tak berada di rumah.

“Renn bisa tolong ayah nggak, tolong kamu ambilin minuman ayah di ruang tenggah?” modus dari pikiran bejat ayahnya. Renna yang patuh dan tak berfikiran sampai kesitu pun, mengerjakan apa yan diperintah ayahnya.
“Ini yah, minumanya dingin?, apa mau dibuatin yang baru?” sambil menaruh minuman itu di meja kecil dekat tempat tidur ayahnya.
“Nggak sayang, terimakasih. Sekarang kamu tolong tutup pintu itu, lalu duduk di samping ayah, ayah mau bicara sama kamu sayang!!!” dengan menatap wajah sang ayah yang tampak serius. Tanpa bicara apapun dia menuruti perkataan ayahnya, lalu dia mendekat, dan duduk di samping ayahnya yang berada di atas tempat tidur yang lumayan luas.
“Kamu tu cantik, sayang” belai rambut Renna, yang Nampak indah. Kelakuan itu pun, dilakukan dengan memaksa anaknya untuk melayani nafsunya, Jeritan sang anak yang meronta tak dihiraukan yang terpenting kepuasanya. Saat bersamaan istrinya pulang, dan membuka pintu kamar, betapa kagetnya seorang ibu melihat anaknya dipaksa melayani nafsu sang ayah. Sampai kemudian setelah bercerai dengan sang suami, dan membawa Renna bersamanya.

Gelap mata batinya waktu itu, melihat Renna menanggis di pelukanya sambil berkata “mengapa ayah tega?” tanpa menjawab ibu Renna kemudian pergi mencari orang untuk dapat membunuh mantan suaminya itu. Malam itu begitu sunyi Pak. Imron tiada bekas sesal, dia tertidur dengan pulasnya, begitu mudah para pembunuh itu masuk, dan langsung masuk menuju ke kamar Pak. Imron, tanpa berfikir panjang tusukan pisau itu tepat di bagian hati berulang-ulang Pak. Imron berteriak, berulang kali pula tusukan itu mengenai bagian perut itu. Darah yang membekas di kamar itu begitu jelas di atas sebuah kasur, sampai-sampai tiada yang berani masuk untuk membersihkannya karena suara jeritan, dan bagian tubuh Pak. Imron yang mengenaskan sering terdengar, dan terlihat oleh para tetangga di sekitaran rumah itu sambil meminta tolong.

Beberapa tahun setelah kejadian ibu gadis cantik itu tertangkap polisi dengan para pembunuh yang dia bayar, tetapi arwah Pak. Imron itu tetap bergentayangan sampai sekarang. Entah apa yang dia minta sampai-sampai dia tak bisa tenang, tetap menjadi hantu yang sering menampakan dirinya setiap pukul 01.00 WIB, sama seperti kejadian itu berlangsung. Ditambah bertahun-tahun setelah kejadian rumah itu tak pernah ditempati, setiap ada yang menempati pasti mereka terusik dengan kejadian itu, sama seperti saya yang berjalan menyusuri jalan petang dekat dengan rumah itu sepulang kerja tepatnya pukul 01.00 WIB, mata ini tak menyangka akan menangkap sosok itu begitu hancur tubuhnya dengan darah yang mengalir, sambil mulutnya meminta pertolongan. Kaki saya begitu terpaku di bumi, mulut begitu susah berteriak sampai saya akhirnya pingsan, dan ditolong warga tetangga saya kemudian dibawah ke rumah, setelah kejadian itu saya benar-benar tak ingin melewati rumah itu lagi. Tetapi Renna menguatkan hati saya untuk dapat lebih percaya dengan iman saya, benar Renna yang kumaksud ialah Renna yang saya ceritakan yang sekarang menjadi pendamping hidup saya, meski seperti itulah masa lalunya saya tetap terima dia apa adanya.

By. @kikisyaumi
Catatan: cerita ini hanya fiksi belakang bila ada kesamaan nama atau sebagainya mohon dimaafkan, terimakasih.

Cerpen Karangan: Rizky Syaumi Kusuma
Facebook: Rizky Syaumi Kusuma
Namaku Rizky Syaumi kusuma, rumah gue dijl. tamn safari 2, sekolah gue di SMP Negeri 2 Prigen

Cerpen Rumah Angker merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Noir dan Taman Anggrek

Oleh:
Banyak siswa dari luar kota yang memutuskan untuk bersekolah di Jakarta, Ibu kota Indonesia. Edward termasuk salah satunya. Edward berpenampilan seperti mahasiswa biasa yang berkacamata tebal. Ia berasal dari

Mawar Berdarah

Oleh:
Jam sudah menujukkan waktu 07.00 tapi sandra belum bangun juga suara mama yang dari tadi membangunkannya pun sudah mulai geram. “San.. Sandra! Denger gak sih udah siang nih buruan

Sekarat

Oleh:
“Mimpi itu lagi,” gerutuku. Baru saja bangun tidur sudah disuguhi mimpi seram. Ah, tidak boleh terlalu dipikirkan. Lagi pula, banyak kerjaan kantor dan mengajar di kelas yang mesti ku

Misteri Hilangnya Klara

Oleh:
Angin sepoi-sepoi menerbangkan rambut seorang gadis yang sedang duduk di kursi bawah pohon mahoni. Dia adalah Klara, gadis yang cukup pendiam dan kutu buku yang selalu membaca buku di

Deadly Wishing Stairs

Oleh:
Namaku Sheila, dan aku mempunyai sahabat namanya Lian. Sebenarnya kami sudah bersahabat cukup lama sampai SMA kelas 2 sekarang. Namun, sialnya kami menyukai satu cowok yang sama. Aku merahasiakannya

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

4 responses to “Rumah Angker”

  1. putri asrima says:

    Wah cerpen yg menarik…!!! bagus banget!!!

  2. Imas Endang Ratna Dewi says:

    Wow ceritanya bagus banget. Hanya saja konflik antar tokohnya kurang jelas menurut saya. Tapi cerpennya sangat bagus 🙂

  3. lu'lu' salsabila says:

    ceritanya bagus, cuman kurang seram…

  4. Nabila Sharfina says:

    Bagus banget. Aku suka dan menarik banget

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *