Rumah Bekas Kuburan

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Horor (Hantu)
Lolos moderasi pada: 4 March 2016

Aku tinggal di sebuah rumah yang besar dan mewah. Ya, aku memang terlahir dari keluarga yang kaya. Ada lagi, nih. Kata temanku bilang di rumah besar itu dulu bekas kuburan pada di atas jam 19:00 ada kejadian seram dan kita tidak boleh pergi ke rumah kosong itu sendirian. Nah, aku ingin berencana untuk pergi ke rumah kosong itu malam ini. “Vita, beneran nanti malam kita menyelidiki rumah kosong itu?” tanya Lara, temanku.
“Kalau kita ditangkap sama hantu, gimana?” tanya Olla ketakutan.
“Tenang.. Kan, Allah melindungi kita.” kataku untuk menenangkan teman-temanku.
“Ya, sudah. Boleh, deh!” pasrah Anti.

Malam ini, kita sudah berkumpul di gubuk, di lapangan. “Guys, kalian bawa apa saja?” tanyaku.
“Aku bawa senter dan hp-ku. Biar aku tidak bosan.” jawab Lara.
“Kalau aku bawa senter dan kamera video. Biar dapat merekam hantunya. Hahaha!” jawab Olla sambil tertawa.
“Kalau aku bawa senter dan iPod. Agar aku bisa santai sambil mendengarkan musik.” jawab Anti.
“Kalau aku bawa senter dan al-qur’an. Biar nanti ada hantunya akan ku bacakan semua ayat-ayat, biar hantunya tahu rasa. Hehe..” kataku sambil terkekeh.
Lalu, kita pergi ke rumah kosong itu, saat sampai. “Ayo kita masuk!” ajakku, lalu kita masuk ke rumah kosong ini.

Saat mulai berpetualangan, Olla sedang merekam seluruh ruangan ini. Setelah merekam, Olla langsung memperlihatkan gambar video kepadaku. Lalu, aku menonton videonya. Namun, tidak ada hantunya. “Olla, katanya ada hantu. Mana, tidak ada tuh di dalam video ini!” gerutuku.
“Engg… Anu.. Tadi ada, kok.” kata Olla. Tiba-tiba ada sosok hantu kuntilanak datang menghampiri kami. Lalu, kita langsung berlari.
“Aahhh…!!! Hantu!!! Ibu tolong aku!!” kata Lara sambil menangis.
“Kamu sih! Vita, pake ngajak kita ke sini lagi!” omel Anti. Tiba-tiba di depan kita ada pocong yang menyeramkan.
“Bismilahhirramannirrohim!!” jeritku, lalu pocong hilang. Beberapa detik kemudian, munculah sosok sundel bolong.
“Aaahhhhh….!!!! ada sundel bilong!” jerit Olla.
“Habislah kita!” kata anti khawatir. Lalu, aku membaca ayat-ayat. Berapa lama kemudian. Para hantu itu berlari terbirit-birit. Tadi, kita habis dikepung oleh para hantu.
“Pulang, yuk. Di sini mengerikan!” ajakku sambil ketakutan. Teman-temanku mengangguk dan kita pergi dari sini.

TAMAT

Cerpen Karangan: Edventa Calistania Radius

Cerpen Rumah Bekas Kuburan merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Jika Kembali Bersama

Oleh:
Entah kenapa bisa aku teringat ingat sesosok saudara yang mirip denganku. Namun aku tak ingat tak ingat seluk beluknya. Orangtuaku sudah berpisah, hanya aku yang tinggal bersama Ayah. Namaku

Nikmatnya Subuh

Oleh:
“Nabila bangun!!! Sudah siang” teriak ibu dari ruang makan. Kulihat jam dinding menunjukkan pukul 06.00 tepat. Tetapi aku tidak terkejut sama sekali, karena aku sudah terbiasa bangun kesiangan. langsung

Selamat Tinggal Manis

Oleh:
Cuaca di siang ini lumayan terik. Panas matahari membakar kulitku. Hari ini aku pulang sekolah lebih cepat. Biasanya aku pulang jam 14.30, hari ini aku pulang jam 13.00 karena

Ramalan Bintang

Oleh:
Hazel sedang memainkan piano miliknya sambil sesekali meneguk jus blueberry dan memakan fettucini carbonara yang ia beli tadi pagi. Sekarang sudah menjelang sore, Hazel belum beranjak dari piano. Padahal,

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *