Rumah Sakit Terbengkalai

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Horor (Hantu)
Lolos moderasi pada: 5 July 2017

Orang-orang di sekitarku selalu menilaiku sebagai orang yang super pemberani. Terutama pemberani pada hal-hal mistis. Ya, memang aku membenarkan semua ini, tapi, mereka menilaiku begitu hanya karena aku berani memelototi film horror yang sedang kutonton, tidak lebih.

Aku sedikit bangga dengan predikat itu. Tapi rasanya ada yang kurang. Kurasa, film horror saja tidaklah cukup. Aku ingin membuktikan kepada mereka bahwa keberanianku lebih dari itu. Aku harus merasakan yang sesungguhnya.

Kotaku tak terlalu tua. Tapi yang namanya hantu sih tidak peduli soal umur kota. Legenda yang paling terkenal di kotaku yaitu rumah sakit terbengkalai di pinggiran kota. Rumah sakit itu terletak di Jalan Aljabar yang sepi dan agak suram saat gelap datang.

Ah, tempat yang cocok, pikirku. Kurencanakanlah petualangan nyata pertamaku di dunia supranatural yang menantang sekaligus seru. Aku juga berencana akan mengabadikan perjalananku dalam bentuk video yang akan aku pamerkan pada YouTube dan teman-teman sekolahku. Besok menjadi hari yang sangat cocok untuk memulainya. Dan malam ini persiapannya sudah lengkap. Oh, bodohnya diriku. Andai aku tahu apa yang akan terjadi setelah itu, pasti aku akan membatalkan semuanya.

Ini Minggu pagi, dan aku sendirian di rumah. Keluargaku yang lain menginap di hotel dalam acara kantor Ayah. Yang terus kupikirkan sepanjang hari adalah nanti malam. Malam yang akan mencekam pada hari Minggu. Oh ya, aku tak memberitahukan rencana konyol ini pada siapapun. Biarkan ini menjadi kejutan bagi mereka. Wah, pastinya akan datang banyak pujian untukku yang pemberani ini. Atau bahkan, video yang kuunggah akan menjadi viral.

Akhirnya senja mulai menyemangatiku untuk memulai permainannya. Kugemblok tas ranselku yang hampir kosong. Senter, jaket, ponsel, dan perlengkapan lainnya sudah bersarang di dalam ranselku. Aku memilih untuk naik sepeda ke sana, karena itu hanya berjarak dua kilometer.

Aku pun sampai di rumah sakit itu. Tidak kusangka, tempat ini memang luar biasa sunyi dan ungkapan-ungkapan lainnya yang dapat mendeskripsikan sesuatu yang bahkan kau tidak ingin melihatnya. Kusandarkan sepedaku di pos yang berukuran sedang.

Lagi-lagi menurut legenda, sebaiknya kau jangan melihat ke belakang, atau penghuni di sana akan menyerangmu. Lebih baik aku mematuhi saja kabar itu. Aku mulai memasuki halamannya yang dengan lebatnya ditumbuhi segala macam tumbuhan yang tak beraturan. Oke, aku tak akan menceritakan pengalamanku ini dengan panjang lebar.

Setelah hampir dua jam aku memuaskan rasa ingin tahuku di sana. Hasilnya nol, benar-benar nihil. Kenapa bisa seisi kota mengatakan hal yang sama, tepatnya omong kosong yang sama. Percayalah padaku, yang paling mungkin membuatmu ngeri di sana hanyalah kerumunan kecoak yang tentu bukan makhluk halus. Segera kuhentikan rekaman video yang semenjak aku masuk tempat kepar*t ini terus menyorot. Kecewa betul diriku hari ini.

Saat aku sampai di rumahku, seluruh perumahan rasanya sudah terlelap. Pasti yang sangat ingin aku lakukan sekarang adalah mandi. Aku melempar semua barang-barang yang dalam aksi tadi menjadi satu-satunya teman. Kubuka pintu kamar mandi yang terbuat dari kayu jati itu. Aku mengurungkan niatku untuk mandi. Kurasa menyikat gigi saja cukup.

Kulangkahkan kakiku menuju wastafel. Aku menyambar sikat gigiku, lalu mengoleskan pasta gigi di atasnya. Begitu aku menatap ke arah cermin di atas wastafel, aku kembali mengingat pesan itu. Jangan melihat ke belakang, atau mereka akan menyerangmu. Ya, dia ada di sana, bahkan dia menatapku, dan tiba-tiba terasa cakaran yang menyengat pada leherku. Semua… ini… nyata dan rupanya baru dimulai.

Berakhir

Cerpen Karangan: Minza Canizi
minza.canizi[-at-]outlook.com untuk segala bentuk apresiasi dan hubungan. Semua ini masih kusut, dan bagi kalian yang membacanya, kuucapkan terima kasih.

Cerpen Rumah Sakit Terbengkalai merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Semua Telah Berakhir

Oleh:
Liburan panjang membuatku sangat senang karena di saat-saat itu aku terbebas dari tumpukan buku pelajaran yang membosankan. Namaku Alvin aku baru berusia 13 tahun di hari liburku ini aku

Doko ka?

Oleh:
Hawa dingin tengah melanda kota Osaka. Meski telah memasuki bulan Maret, salju tetap turun tanpa mengurangi jumlahnya. Tidak banyak orang yang lalu lalang di jalan. Sekolah masih libur karena

13

Oleh:
Tampak seorang bapak paruh baya berpakaian oren dan menyandang tas hitam penuh surat berdiri di depan gerbang sebuah hotel tua yang besar. Ia seperti bingung apa itu rumah yang

Sekolahku Angker

Oleh:
Nama ku ana, aku bersekolah di salah satu sekolah menengah pertama negeri yang ada di jakarta. Semenjak aku masuk ke sekolah itu aku tidak tahu letak dan gedung sekolahnya

Misteri Coretan Dinding Sekolah

Oleh:
Mata pelajaran kali ini adalah Kimia. pak Bono tengah menerangkan materi Metana dan Karbondioksida, memang sedikit agak mumet untuk mempelajari Bab yang satu ini, lalu dari pada bete mereka

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *