Rumah Tua Itu

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Horor (Hantu)
Lolos moderasi pada: 2 January 2014

Waktu itu aku sedang berlibur di sebuah desa kecil. Desa itu sangat menarik karena sepi dan jauh dari kota. Ketika aku sedang berjalan-jalan dengan adikku, aku melihat sebuah rumah dengan desain kuno. Aku dan adikku mencoba masuk ke rumah berdesain kuno itu. Ketika berjalan di lorongnya aku melihat banyak sekali hantu. Ada hantu kepala buntung, suster ngesot, kuntilanak ,pocong dan masih banyak lagi. Aku dan adikku ketakutan sekali. Aku segera menyuruh adikku keluar.

Esoknya aku menemukan sebuah surat di depan tempat yang kutinggali. Isi surat itu adalah “KALAU BERANI, DATANGLAH KE RUMAH ITU LAGI” aku merasa tertantang. Lalu aku mengajak kakakku untuk ke rumah itu lagi. Adikku juga ingin ikut karena dia takut sendirian di rumah (orangtua kami tidak ikut).

Akhirnya malam itu kami berangkat. Sesampainya di tempat itu, kakakku langsung ciut nyalinya. Tapi aku meyakinkan bahwa tidak ada apa-apa di rumah ini. Ketika memasuki lorong, seperti kemarin banyak hantu yang berkeliaran. Hawa dingin yang menyebar sangat membuat kakak dan adikku ketakutan. Aku segera menenangkan mereka agar mereka mau ikut menyelidiki rumah ini.

Kami pun tiba di sebuah ruangan cukup kuno. Di sana duduk hantu yang sangat cantik. Hantu itu mengatakan kami agar jangan takut. Kami disuruh duduk di sebuah kursi ukir-ukiran dari besi. Kami pun duduk. Tiba-tiba hantu itu berkata bahwa kami adalah bagian dari mereka. Aku dan kakakku diam saja. Sementara adikku menangis. Tiba tiba hantu itu menyuruh kami berdiri. Kami pun berdiri dan melihat ke arah kursi. Kami tergeletak tak bernyawa. Rupanya kursi yang kami duduki adalah kursi listrik.

Tamat

Cerpen Karangan: Jessica Pramesti P

Cerpen Rumah Tua Itu merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Hantu Rumah Kosong

Oleh:
Aura di sekitar jalan menuju kos tempatku tinggal sekarang memang terasa agak berbeda. Suasana jalanya begitu sepi, tanpa ada lalu lalang kendaraan maupun orang, dan di pinggir jalan tumbuh

Pengalaman Supir Taksi

Oleh:
Malam itu gerimis mengguyur wilayah jakarta. Jalanan terasa sunyi senyap, maklum jam sudah menunjukkan pukul 2 dini hari. Yoyok mengemudikan taksinya dengan pelan di depan mall mangga 2, berharap

Penunggunya Siapa?

Oleh:
Dodi menggigit jarinya gelisah. Bola kesayangannya masuk ke rumah kosong, yang angker. “Aku pulang ya Dod, mau main PS” ujar Tito yang malah kabur pergi ke rumahnya, padahal Tito

Misteri Gadis Di Loteng (Part 2)

Oleh:
Elizabeth mengalami kejadian yang sama dalam hari-hari berikutnya. Tawa-tawa itu masih belum juga mau berhenti, dan ia merasa ia bisa gila jika ia terus mendengar suara-suara aneh seperti itu.

The Story of Two Daughters (Part 2)

Oleh:
Lily masih bingung. Begitu juga dengan Anggrek. Tapi berbeda dengan Lily, jika Lily bingung karena munculnya Arwah Melati dalam mimpinya, namun Anggrek jauh berbeda kebingungannya dengan Kakaknya. Dia malah

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

4 responses to “Rumah Tua Itu”

  1. Ika pramita sari says:

    Waw ceritax bagus!!!!
    Qw suka bangetsss bacax,,,,,
    Jngn lupa bwat cerita cerita yg lbh horor lghie yaaa !!!

  2. fatma,mattalatta says:

    cerita cerita pendek seperti itu,dapat bermanfaat buat pembacax

  3. arif budiman says:

    Ceritanya Bagus dibagian akhir cerita

  4. Bagus, ga gampang ditebak alurnya. Biasanya kalo saya baca cerpen disini, suka iseng nebak jalan ceritanya, dan berhasil. Tapi cerita ini saya salah nebak alur ceritanya haha..

    tetap semangat berkarya..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *