Saat Penyesalan Menjadi “Saksi” dan Janji Menjadi “Bukti”

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Horor (Hantu), Cerpen Perpisahan
Lolos moderasi pada: 19 June 2013

Saat itu, malam yang terasa dingin 🙂 dengan selimut hello kitty ku…
Suara mama pun memanggilku “arin?”
“iya ma? Kenapa?” jawabku dengan mendatangi suara mama yang memanggilku itu..
“arin, belikan mama garam sebentar ya di warung ibu tutik, sebentar saja nak, mama lagi mau ngasih garam untuk masakan mama ini” suruh mama kepadaku.
“lah ma? Tapi inikan sudah malam ma -_-” dingin lagi ma, mama kok nyuruh malam banget si ma 🙁 ayo lah ma, kan masih ada bumbu dapur yang lain yang bisa mama pakai” tolakku menggerutu.
“ini nih anak muda jaman sekarang, sedikit sedikit gak mau, di suruh ini itu gak mau, ya sudah mama beli sendiri aja, minta tolong sama anak sendiri itu susah bener, bener banget berarti kata jeng atik kalau anak jaman sekarang jaga gengsi bener. Aduh” oceh mama yang berbicara tanpa henti. Tapi aku hanya diam dan menuju pergi ke kamar kembali.. Sebab kalau mama berbicara itu tanpa titik dan koma, wawa permisa -_- sungguh terlalu mama saya -_-”

Keesokan harinya 11 juni 2010
Dear diary, apa dia masih mengingatku ya? Setelah hampir 2 tahun kami tak pernah bertemu 🙁 apalagi saat kami masih bersama, berjalan bersama, dan selalu cerita dikala suka duka, tapi… (tiba2 aku berhenti menulis diary ku, karena ada suara yang sungguh besar sekali dari jalan di depan rumahku)
“taaaaarrrrrr”
“allahuakabar” teriak mama
Aku pun melihat ke arah jendela kamarku, banyak sekali orang orang yang berkumpul di sana melihat apa yang terjadi di depan jalan itu. Dengan penuh penasaran juga aku melihat apa yang terjadi..

Tiba-tiba di depan kerumunan orang tersebut terlihat seseorang yang tak asing di mata ku… Dia… Dia adalah alfin, orang yang aku tunggu selama ini, orang yang telah lama buat aku bertanya apakah dia akan kembali setelah menghilangnya dirinya dari kehidupanku… Aku pun berlari melihat nya, ternyata benar, dia alfin, orang yang selama ini aku cari.. Air mataku pun menetes sedikit demi sedikit, alfin yang ada di pangkuanku pun menatap diriku dengan senyum berlumur darah di mulut dan tubuhnya, ia menatap dan menyentuh wajahku dan berkata “aku sayang kamu rin, tapi… Tapi aku tak mampu, saa… At aku ingin kembali lagi di kehidupanmu… Saat aku mencoba untuk menyesali semua… Waktu berkata beda… Ak… A…Ku… Sayang ka…Mu… Rin” kata kata itu seakan membuat air mataku semakin mengalir deras, dan saat itu juga aku mengungkapkan rasa yang aku rasakan kepada alfin, yang sama besarnya itu “fin, kamu harus tetep hidup… Aku sayang kamu fin, aku sudah nunggu kamu selama 2 tahun lamanya dengan sabar fin, tolong fin jangan tinggalin aku” tangisanku semakin kuat seakan darah alfin yang semakin banyak mengalir di genggaman tanganku, orang orang di sekelilingku hanya mampu terdiam melihat aku dan alfin yang tak menyangka bahwa kami saling menyayangi
“kamu jaga dirimu baik-baik rin, kelak, suatu saat… Rohku akan melindungi dirimu, dan menuntunmu menemukan lelaki yang mampu membuatmu bahagia, bahagia lebih dari aku membahagiakanmu… Terima kasih rin telah mampu menjadi yang terbaik untukku, aku bangga rin punya kamu… Aku sayang kamu sayang” mata alfin pun terpejam untuk selamanya… Saat itu aku tak mampu berbuat apa apa, aku menjerit sekuat-kuat yang aku mau.. Orang-orang yang melihatku pun ikut merasakan kesedihanku, darah yang berada di tanganku seakan menjadi saksi, bahwa pengorbananku tak pernah sia-sia untuk alfin…

Keesokan harinya setelah pemakaman alfin, aku hanya mampu mengurung diriku seharian di kamar. Mama pun mencoba untuk menghiburku.. Mama berkata “loh rin? Kok murung terus? Sudah dong nak, galau itu boleh, tapi jangan kelebihan, kasian loh alfinnya kalau arin galau mulu, ayo gak kesian dengan alfin?” kata kata mama pun membuat aku bertanya “loh? Kok alfin sedih ma?” tanyaku.
“iya dong, alfin sedih kalau liat orang yang dia sayang sedih” ucap mama.
Aku pun mengusap air mataku perlahan dan mencoba mengiklaskan alfin, meski rasa sayang ku tak pernah tau sampai kapan kuat menahan kepergian alfin..

Malam pun larut, aku kembali menulis diary ku, yang setia menemani kesendirianku.
Dear diary, sudah tenang di alamnya, bagaimana ya kabarnya di sana? Apa dia bahagia? Kata mama alfin bakal sedih kalau liat aku sedih, aku janji gak akan sedih fin, ini demi kamu fin, aku sayang kamu fin… (ketika menulis diary itu, suara alfin muncul, aku pun memberhentikan tulisanku hendak melihat ke arah belakang… Betapa terkejutnya, ternyata… Tenyata itu roh alfn, janji alfin ia tepati, rohnya mampu ku liat, tapi kedua orang tuaku serta pembantuku tak mampu melihat diri alfin)
“hay :)” roh alfin
“kamu? Kamu roh alfin? Kamu hantu ya? Hantuuu…” suaraku menjerit membuat mama dan mama melihatku ke kamar dan menanyakanku. “kenapa arin?” tanya mama dan mama.. Roh alfin pun melihatku dan meyakinkanku bahwa ia tak akan menggangguku, lalu perasaanku menjadi tenang.. “enggak ma, arin tadi akting :d” bohongku demi melindungi roh alfin.. “ya sudah mama kirain kenapa, haduh anak mama ini ada ada saja :)” mama dan papa pun kembali ke bawah.

“kamu itu koyol banget ya, dasar penakut, memang aku menyeramkan gitu ha? Buat aku hampir habis tau gak -__-” oceh roh alfin
“lah? Kamu sih datang tiba-tiba, kayak hantu, kamu bener alfin?” tanyaku lagi untuk meyakinkanku.
“iya aku roh ku, alfin si anak alay celalu, wkwk” lawak alfin yang memang humoris.
“wah, kamu gak berubah fin, :)” lamunku sambil senyum.
“wah kamu kenapa senyum-senyum sendiri rin? Wah ini nih akibat gue tinggalin, senyum-senyum gila gitu, kangen ya :d”
“wkwk, iya fin, kamu masih kayak kamu yang dulu ternyata :)”
“iya rin, aku memang sudah gak ada, tapi diriku tetap untuk kamu” lawak dan gombalan alfin.
“ah masak? :d”
“masak masak sendiri” alfin
“udah fin, kamu rada-rada ya ternyata” arin.

Alfin pun memandangku, kami saling memandang, ternyata alfin gak bohong, rohnya datang untuk membuatku bahagia, ini suatu keajaiban, makasih tuhan atas semuanya.. Aku dapat merasakan cinta alfin kembali, meski ia hanya seorang roh…

Keesokan harinya…
“pagi 🙂 bangun wey, sekolah”
“ah ngantuk ma, entar bentar lagi ma”
“mama? Lo kira gua mama loe? Wah gue alfin mamen -_-” ”
“alfin?” mataku pun membuka…
“bah :d” alfin.
“wah kamu fin, wkwk, ternyata kamu lebih pagi bangunnya dari aku. Wkwk.”
“wey, roh gak tidur -_-”
“eh gak tidur ya? Sesuatu deh wkwk”
“sudah mandi sana, sekolah, entar di sekolah kamu bakal lihat siapa cowok yang aku janjikan ke kamu rin” ujar alfin.. Aku pun menatapnya dengan tatapan dalam, seakan aku ingin berkata bahwa aku masih sangat mencintainya, bahkan untuk mengganti orang lain di posisi orang lain di hatiku ini sulit rasanya.. Tapi aku ingin roh alfin tenang, aku tak ingin rohnya menghilang dari sisiku, aku tak ingin alfin menghilang kembali dari kehidupanku sama seperti dia dahulu meninggalanku..

Aku pun bergegas mandi dan sarapan serta pergi sekolah…
Saat di jalan aku bercerita dengan roh alfin, orang yang melihatku heran, seakan mereka menyangka aku gila, tapi aku tak menghiraukannya, sebab rasa ku ke alfin lebih gila. Wkwkwk…

Setiba di gerbang sekolah… Seorang laki-laki menabrakku…
“kalau jalan pakai mata dong” ujar cowok trsebut..
“wey biasa aja loe, loe yang nabrak, kok loe yang sewot..” marahku..
“cewek gila” celoteh cowok tersebut.
“apa? Gila? Ini nih gila. Jegarrrrr” suara tamparan yang arin tujukan kepada cowok tersebut.
“loe… Dasar gila…” teriak cowok tersebut sambil berlari.
“kenapa loe tampar rin?” tanya roh alfin
“dia juga cari masalah dengan gue, siapa dia mau ngatain gua gila, dia itu sinting fin” celotehku.
“haha, memang kamu gila kan, wkwk” ejek alfin
“wah mau kena tamparan maut juga ya kamu”
“eh jangan rin, ampun :d”

Arin pun menuju ke kelas… Suasana kelas terlihat ramai, terlihat cewek cewek yang mengerumuni seseorang di sebuah meja, dengan penasaran aku ikut melihat dan bertanya kepada permata…
“kenapa mata? Ada apa ya?” tanyaku
“ada anak baru rin, ganteng, tinggi, mirip dengan alfin loh” (setiba mata berbicara seperti itu, aku melihat ke arah roh alfin, dan roh alfin hanya tersenyum).
Aku pun penasaran dan melihat ke meja tersebut… Wowwww. Yang tak di sangka-sangka, ternyata itu cowok rese yang aku tampar tadi… 😮
“ha? Elo!” kejutku
“ha? Cewek gila ini lagi? Loe gak bosen-bosen nya ganggu hidup gue ya, sana-sana pergi” celoteh cowok itu..
“wey loe mau gua tabok lagi? Mau loe ha? Loe bener-bener” arin.

Gua pun keluar kelas, hati ini semakin panas bercampur aduk, hatiku bertanya tanya sendiri, tiba-tiba roh alfin muncul…
“hey, melamuni apa? :)” roh alfin
“tu cowok tadi fin, kesel gue” arin
“sudah-sudah, jangan banyak pikiran :)” roh alfin berusaha menenangkanku..
Aku pun menatap roh alfin, sinar yang terpancar di tubuhnya membuat hatiku tenang setiap melihatnya, hatiku semakin ragu untuk melepaskan alfin kelak, aku tak mampu mengganti dia dengan orang lain di hatiku.. Tapi.. Jalan dan waktu berkata berbeda… Aku perlahan akan berusaha dan harus memaksa diriku melupakan alfin… Seperti katanya, ia hanya menyisakan waktu 2 hari lagi untuk bersamaku.. Waktu yang terasa sebentar banget, harus melepaskan orang yang benar benar aku cintai, dan menggantikan posisinya di hati ini, aku pandang lagi wajah alfin semakin dalam, ternyata.. Ternyata alfin memang benar-benar mirip dengan cowok tadi yang barusan ku tampar… Semakin dalam aku melihat alfin, semakin terasa aku melihat cowok rese itu… Entah apa yang akan terjadi selanjutnya… Aku takut untuk kehilangan roh alfin…

Di perjalanan pulang.. Aku dan roh alfin duduk di sebuah danau yang rindang, ada kupu-kupu, ada burung pipit, kura-kura dan perahu, tempat dimana aku dan alfin dulu menerima hati satu sama lain, tiba-tiba alfin berbicara..

“jika suatu saat nanti aku akan menghilang dari hidupmu, jangan cari aku, karena aku akan tenang, tenang rin” Kata roh alfin…

“kamu kenapa bilang gitu fin? Aku gak kepengen kamu pergi fin, aku masih sayang kamu” air mataku menetes..

“kamu gak bisa rin paksain kehendakmu, kamu dan aku itu telah berbeda, kamu manusia, dan aku hanya seorang hantu, yang kelak akan menghilang, aku ingin kamu bahagia rin dengan orang yang benar benar tepat buat kamu…” ujar alfin..

Air mataku semakin kuat mengalir, rasa dihatiku semakin tak mampu di bohongi..
“tapi fin… Aku gak bisa fin, aku sayang kamu fin, tolong fin jangan tinggalin aku lagi” air mataku semakin kuat mengalir…

“:’) akan adan orang yang akan membuatmu tersenyum rin, sama seperti aku membahagiakanmu… Kamu lebih berhak dengan manusia rin, ketimbang aku yang hanya seorang hantu, yang tak mampu membuatmu utuh rin” ujar roh alfin.

“aku gak butuh kamu yang utuh fin, aku cuma pengen kamu fin, aku cuma pengen kamu, aku sayang kamu fin, tolong fin jangan pergi lagi, 2 tahun aku nunggu kamu hilang, ketika bertemu kamu buat aku meneteskan air mata, kimi kamu ingin aku buat hal yang sama, kamu jahat fin” aku pun berlari untuk mengintari hatiku akan semakin sakit, sebab jika aku harus mengiklaskan kepergian alfin kembali.. Entah apa yang akan terjadi nanti

“rin…” roh alfin mampu memegang tanganku..
“Fin? Kamu… Kamu mampu memegang tanganku fin? Itu artinya apa fin? ” aku tersenyum melihatnya, sebab ini hal yang tak pernah aku fikirkan, seorang roh yang mampu memegang tangan manusia…
“iya, ini artinya waktuku di samping tak akan lama rin, (alfin memegang kedua tanganku) inget kata kata aku rin, aku sayang kamu.. Aku ingin kamu dapetin pengganti aku yang jauh lebih baik dari aku, yang asli manusia rin, bukan roh hantu… Kelak kamu akan mengerti rin, aku sayang sama kamu, sebab ini aku lakuin, agar kamu mampu menjadi perempuan yang tidak di bilang gila, dan tidak mencari-cari aku lagi rin, darahku ada di tanganmu rin, kita telah menyatu, tapi.. Tapi aku harus pergi rin, sebab… Sebab aku hanya seorang roh halus yang tak punya waktu lama berada di sampingmu..” air mata roh alfinpun menetes… Semakin hilangnya bayangan alfin… “lihat rin, inilah rin yang aku maksud janjiku untukmu, saat penyesalanku tak mampu ku gantikan, darahku menjadi saksi, rin, kamu liat di ujung danau itu, dia lelaki itu rin, lelaki yang kamu tampar tadi… Dia adalah orang yang akan melindungimu ketika aku tiada dan pergi rin… Selamat tinggal rin… Lihatlah dia.. Lihatlah dia seperti kamu melihatku…” bayangan roh alfin pun menghilang… Genggaman tangan roh alfin yang erat itu semakin melemah… Air mataku terus mengalir… Seakan tak mampu melihat semua… Ternyata benar… Laki laki itu… Dia adalah orang yang akan membuatku tersenyum… Ku tatap dia dari jauh, dia memang mirip dengan alfin, bahkan mirip apabila ia tersenyum…

Laki-laki itu pun mengarah dan menuju ke arahku.
“hay :), rin, aku arfin, 🙂 aku… Aku orang yang akan mengisi hari-harimu kembali rin 🙂 roh alfin menitipkan ini untukmu”
Ku liat setangkai bunga dan surat yang berisi kata-kata, ternyata… Ternyata laki-laki ini adalah saudara kembar alfin, yang tak pernah alfin ceritakan padaku.. Ku tatap wajah arfin…Ia memang nampak mirip dengan alfin… “alfin? arfin?” kembaran identik.. Terima kasih tuhan… Engkau berikan aku orang yang mampu membuatku merasakan indahnya hidup ini…” gumamku…

“rin? Rin, kamu sudah tau kan sekarang? 🙂 saat pertama kali kamu melihatku dan aku melihatmu itu, aku sudah merasakan kalau alfin ada di dekatmu, dan itu aku melihatnya rin, aku akan menggantikan alfin di posisi hatimu, aku… Aku sayang kamu rin…:’)

Nampak roh alfin di dekat pohon rindang yang sedang tersenyum melihat aku dan arfin, aku dan arfin pun tersenyum melihat roh alfin… Aku percaya, inilah janji alfin terhadapku… Terima kasih alfin… Setidaknya aku mampu memandangi arfin sama seperti aku mamandangimu… Makasih fin.. Makasiih kamu telah lakukan semua ini… ;’) selamat tinggal alfin… Selamat jalan, aku janji fin akan tersenyum.. Akan bahagia dan gak akan bersedih 🙂 seperti kamu mampu membuatku bahagia… 🙂

Akhirnya… 11 agustus 2011 aku dan arfin resmi jadian 🙂 tanggal ini juga tanggal dimana aku tepat jadian dengan alfin, dan tepat di danau ini juga aku dan alfin jadian, sama seperti aku dan arfin jadian 🙂 arfin kembaran alfin. Hehee… 🙂 hidupku terasa sempurna 🙂 mungkin ini yang dinamakan saat penyesalan menjadi saksi, dan janji menjadi bukti” 🙂 terima kasihhh alfin… Makasih allah 🙂

Selesai… :’)

Cerita ini hanya imajinasi semata 🙂 yang membacanya koment ya :d butuh respon :d
Selamat membaca.. 🙂 salam kompak 🙂

By : rizky dwi utami

Tokoh2 dalam cerpen :
1. Arin utami
2. Alfin jayasa
3. Arfin dwi putra
4. Mama
5. Papa
6. Permata
Dan teman-teman lainnya..

Terima kasih telah berkunjung di cerpen ini 🙂 semoga menghibur 🙂

Cerpen Karangan: Rizky Dwi Utami
Blog: rinarindwiutami.blogspot.com

nama : rizky dwi utami 🙂
n.p : ririn 🙂
sma n 9 palembang 🙂
KIR 🙂

Cerpen Saat Penyesalan Menjadi “Saksi” dan Janji Menjadi “Bukti” merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Mimpi

Oleh:
Derap langkahku yang berlari tergesa memecah kesunyian lorong rumah sakit yang tampak muram. “pulanglah Cleo. Papa sakit,” ucapan mamaku di telepon siang tadi masih terngiang di telingaku. Aku memang

Mystery Of Love (Part 1)

Oleh:
Apakah cinta itu harus seperti alam ghaib yang kita tahu itu ada namun sangat misterius, kenapa sangat misterius karena cinta datang tiba-tiba kemudian pergi tanpa sebab, dia hadir tanpa

Tetaplah Bersama Ku

Oleh:
‘Ada yang tak ku mengerti dalam hidupku ini, kadang aku berpikir apa yang aku inginkan? Apa yang ku cari. Kehampaan ini enggan meninggalkanku.’ Ketika aku sedang sibuk sendiri dengan

Pacarmu Bukan “Ninja”

Oleh:
Siang ini di kelas aku menatap keadaan di luar kelas dari jendela, minggu ini aku mendapat giliran duduk di bangku paling pinggir dekat jendela yang memang berukuran besar dan

Aku Memilih Dia

Oleh:
Waktu menunjukkan pukul 22.01 WIB. Cuaca malam ini cukup gerah. Memang sekarang sudah memasuki musim kemarau. Bosan menonton tv aku segera naik ke kamarku di lantai dua. Kuambil ponselku

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

5 responses to “Saat Penyesalan Menjadi “Saksi” dan Janji Menjadi “Bukti””

  1. aglis says:

    , wuiichh,,,kren critannya,,

    ,sungguh mnghrukan,smpe’ iktan nangiss nii,,,;'(,,,,,
    ,sukses bwt kmuu,,,,,
    ” GOOD LUCK “

  2. arinimiftahul says:

    Judulnya menarik, sekilas melihat judul saja udah penasaran 😀
    tetapi kalau bisa isi cerita diperpadat biar lebih ringkas dan singkat.

  3. arsyfira d'arnadal says:

    Top deh ni cerita!!bikin sedih..

  4. andhini sekar says:

    Ceritanya bagus, rasa campur, ngerasain sedih, ketawa dan ekspres dll .
    ANDHINI SEKAR PUTRI
    8 THN

  5. Ceritanya terlalu sinetron banget, menurut saya..
    Tetep semangat berkarya, ya 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *